Skip to content

Cintai Lingkungan, Tolak Sedotan Plastik

02/05/2018

Hidupgaya – The Body Shop bersama 300 karyawan dan warga masyarakat di sekitar bundaran Hotel Indonesia berhasil mengumpulkan 2.900 sedotan plastik hanya dalam waktu satu jam, menandai Hari Bumi, 22 April silam.

Ini merupakan gerakan untuk menolak sedotan plastik dan membawa sedotan yang ramah lingkungan, misalnya sedotan yang terbuat dari baja atau bambu, sehingga dapat digunakan secara berulang.

Sedotan plastik selalu masuk dalam 10 besar sampah yang mencemari lautan. Hampir 90 persen sampah di laut mengandung plastik dan setidaknya 8 juta ton plastik mencemari lautan di dunia setiap tahun atau sama seperti mengosongkan truk berisi sampah plastik ke laut setiap menit.

Menurut data penelitian Divers Clean Action, perkiraan pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya telah mencapai 93.2 juta batang atau jika dibentangkan jaraknya sama seperti 5x perjalanan pulang pergi Jakarta – Papua.

CEO The Body Shop Indonesia Aryo Widhiwardhono mengatakan kampanye ini memiliki tujuan riil untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai bahaya ancaman sedotan plastik. Kampanye ini merupakan upaya lanjutan dan berkesinambungan The Body Shop Indonesia atas isu sampah plastik sejak tahun 2013. “Dengan kampanye ini, kami mengedukasi masyarakat untuk segera mengganti pemakaian sedotan plastik ke beberapa alternatif sedotan yang lain, seperti sedotan kertas, bambu, dan sedotan stainless,” ujar Aryo.

Tolak Sedotan Plastik merupakan sebuah aksi untuk mengedukasi masyarakat akan bahayanya penggunaan sedotan plastik bagi lingkungan.  GM Corporate Affairs and Sustainability The Body Shop Indonesia Rika Anggraini menambahkan, tingginya angka pemakaian sedotan plastik sangat memungkinkan terjadinya kerusakan pada lingkungan, karena sukarnya penguraian material berbahan dasar plastik.

“Bahan plastik sangat sulit untuk diurai, maka dari itu butuh waktu hingga lebih dari 500 – 1000 tahun agar sedotan plastik mencapai kondisi terurai. Diharapkan masyarakat untuk mengurangi atau bahkan tidak lagi menggunakan sedotan plastik,” kata Rika.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Asosiasi Bank Sampah Indonesia Wilda Yanti mengatakan, pengelolaan sampah dan pemilahan melalui pendekatan edukasi sangat penting. Sektor sarana dan prasarana pengelolaan sampah juga harus mendukung.

Sampah sedotan plastik yang terkumpul akan di serahkan ke Bank Sampah induk Benteng Kreasi di Rawasari Jakarta Pusat. “Kurangi pemakaian sedotan plastik. Komitmen bersama sangat penting. Pemerintah, masyarakat dan juga pelaku bisnis harus bahu membahu untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan lestari,” ujar Wilda.

Pecinta lingkungan Nadine Chandrawinata, yang menggagas Sea Soldier, mengaku sangat peduli dengan permasalahan atau isu terkait lingkungan, terutama mengenai masalah sampah yang ada di lautan. “Saat menyelam di laut, saya menemukan banyak sampah plastik yang sulit terurai. Ketika lingkungan tidak dapat kita selamatkan, maka lingkungan itu sendiri juga tidak dapat menyelamatkan kita. Kondisi pemakaian sedotan plastik saat ini semakin mengkhawatirkan, jadi sudah seharusnya kita tidak lagi memakai sedotan plastik,” ujarnya. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: