Lanjut ke konten

Pengetahuan Guru tentang Gizi Kini Lebih Baik

10/02/2018

Hidupgaya – Frisian Flag Indonesia baru-baru ini menyampaikan hasil survei atas pelaksanaan program Gerakan Nusantara 2017 sebagai upaya meningkatkan perilaku gizi positif dan mendorong keaktifan melakukan aktivitas gerak luar ruang pada anak-anak.

Gerakan yang berlangsung sejak 2013 didukung oleh ajakan menerapkan ‘Drink.Move.BeStrong’ yang menekankan pentingnya perilaku asupan gizi yang positif dan minum susu rutin serta bergerak aktif pada anak-anak untuk membentuk generasi kuat dan sehat.

Dalam pelaksanaan program Gerakan Nusantara, Frisian Flag Indonesia berkolaborasi dengan Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia serta Dinas Pendidikan setempat.

Gerakan Nusantara dibuat untuk mendukung pencapaian status kesehatan dan gizi anak Indonesia yang lebih baik, dan diarahkan pada efisiensi dan kemandirian program pendidikan gizi di sekolah dasar. Pada 2017, Frisian Flag Indonesia menambahkan kegiatan Traning of Trainer (TOT) untuk para guru. Sebanyak 2,134 guru yang terbagi dalam tiga kelompok yakni kepala sekolah, guru kelas IV dan guru kelas V telah mendapatkan pelatihan dalam program Training of Trainer (TOT) yang berlangsung di 740 sekolah di delapan provinsi.

Gerakan Nusantara juga berhasil menjangkau 520.815 siswa yang mengikuti edukasi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku gizi positif.

Program Gerakan Nusantara 2017 menunjukkan hasil positif. Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD mengungkapkan, keterlibatan guru dalam kegiatan edukasi gizi kepada anak-anak memberikan hasil yang positif. “Jika tahun-tahun sebelumnya edukasi hanya ditujukan kepada anak-anak disekolah, tahun lalu kami mengubah pendekatan itu,” ujar Syafiq dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Guru-orang tua-siswa dilibatkan agar menciptakan sebuah ekosistem belajar yang lebih kondusif dan berkelanjutan. Guru memiliki pengetahuan gizi yang lebih baik dan dapat menginspirasi anak-anak untuk menerapkan perilaku gizi yang lebih baik. “Orang tua pun mendapatkan edukasi gizi melalui seminar yang disampaikan oleh guru-guru yang telah diberikan pembekalan melalui program Training of Trainer (TOT) dan menjadi pendukung yang penting dalam menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga di rumah,” imbuhnya.

Tahun lalu Gerakan Nusantara mengunjungi 24 kota di delapan propinsi di Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan kesehatan termasuk di dalamnya penjelasan mengenai Pedoman Gizi Seimbang (PGS) sederhana, konsumsi susu, sarapan sehat, aktivitas gerak luar ruang, dan jajanan sehat.

Untuk mengukur keberhasilan program Gerakan Nusantara 2017, Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia melaksanakan survei indikator pengetahuan, sikap dan perilaku guru serta siswa yang mengikuti program pelatihan dan edukasi gizi Gerakan Nusantara 2017 di tiga kota, yaitu Pekanbaru, Padang dan Jambi. Hasil survei menunjukkan:

1.Komponen pengetahuan dari guru dan siswa mengenai gizi positif meningkat 11,1% dengan pesan tentang Pedoman Gizi Seimbang menunjukkan peningkatan pemahaman terbesar.

2. Komponen sikap terhadap perilaku gizi positif dan aktif bergerak di luar ruang, baik sebelum dan sesudah tes, juga meningkat meskipun secara umum sikap gizi ini sudah dipahami oleh para guru dan siswa.

3. Perilaku gizi menunjukkan peningkatan, perilaku siswa dan guru dalam mengonsumsi makanan yang bergizi meningkat secara signifikan sebesar 9,7%.

Perubahan-perubahan ini merupakan temuan positif bagi Frisian Flag Indonesia untuk terus menyebarkan pesan tentang kebaikan gizi dan mendorong agar anak aktif bergerak di luar ruang.

Menurut Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro, guru sebagai sosok pengganti orang tua di sekolah yang lebih sering bertemu dengan anak-anak merupakan komponen dalam ekosistem pendidikan yang penting untuk menjaga penyebaran pesan yang berkelanjutan kepada generasi selanjutnya. “Kami semakin bersemangat untuk terus mengedukasi perilaku gizi positif kepada anak, guru dan orang tua di Indonesia, melalui ekosistem belajar yang sangat kondusif di sekolah,” tandasnya. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: