Skip to content

Cara Jitu Kembalikan Kekuatan Cengkeraman Miss V

01/02/2018

Hidupgaya – Perempuan umumnya sangat memperhatikan penampilan, wajah khususnya, sehingga mereka menyiapkan waktu dan dana ekstra untuk merawatnya. Namun seiring pertambahan usia, bukan hanya wajah yang kasat mata yang perlu dirawat, organ bagian bawah juga.

Area organ intim – kita sebut Miss V (singkatan dari Vagina), seiring pertambahan umur, juga berkurang elastisitasnya. Bukan karena aging, berkurangnya elastisitas Miss V bisa terjadi akibat faktor bawaan dan intervensi bedah. Kondisi ini memicu vulvo-vaginal melemah karena terjadi perubahan serat kolagen dan elastin. Faktor tersebut berdampak hilangnya kekuatan dan fleksibilitas di dalam dinding vagina.

Vulvo-vaginal atau vulva merupakan bagian luar organ seksual wanita yang mengelilingi pembukkan uretra (lubang kencing) dan vagina. Jika kondisinya lemah, selain mengakibatkan hilangnya kekuatan dan fleksibilitas di dalam dinding Miss V, wanita akan mengalami kurangnya sensasi saat berhubungan seksual. Kondisi ini juga bisa memicu Stress Urinary Incontinence (SUI) atau kondisi keluarnya urin tanpa disengaja akibat peningkatan tekanan intra-abdomen, misalnya saat bersin, batuk atau mengangkat sesuatu.

Dinding vagina yang melemah  atau terjadinya inkontinensia urin (urine incontinence) pada wanita akan mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari terutama dalam berhubungan seksual dengan pasangan.

Perihal kehilangan kekuatan pada dinding vagina, hal ini diakui oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan Ni Komang Yeni Dhanasari. Soal berapa banyak wanita Indonesia mengeluhkan gangguan itu, Yeni tak memiliki data. Namun data di  Australia menyebut, sebanyak 58 persen perempuan Negeri Kanguru memiliki keluhan kehilangan kekuatan dan fleksibilitas dinding vagina

“Faktor utama penyebab melemahnya dinding vagina karena persalinan normal, proses penuaan alami, faktor gen bawaan, dan intervensi bedah,” ujar Yeni dalam acara ‘An Intimate Evening with Ultra Femme 360’, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Masalah pada dinding vagina ini bisa dicegah dengan asupan nutrisi dari makanan bergizi dan berolahraga. Sejatinya, vagina memiliki metode membersihkan organ sendiri. “Perlu nutrisi yang baik agar pembersihan maksimal. Hindari makanan cepat saji, rokok dan alkohol karena membuat vagina hilang kekuatan,” ujarnya.

Untuk memperkuat dinding vagina, Yeni juga menyarankan untuk berolahraga yang dapat memperkuat otot-otot panggul. Di antaranya, olahraga seperti senam Kegel, yoga yang konsentrasi pada daerah pinggul, dan angkat beban khususnya untuk perempuan yang memasuki masa menopause.

selain cara alami, cara mengembalikan kekuatan dinding vagina dapat dilakukan dengan teknologi non invasif (tak melibatkan bedah). Salah satu cara yang ditawarkan untuk mengembaikan kekuatan vagina dilakukan dengan menggunakan teknologi Ultra Femme 360 dari BTL Aesthetics.

Direktur Klinik BTL Aesthetics, Thomas Boleslavsky menyebut, Ultra Femme 360 merupakan alat dengan sistem frekuensi radio monopolar yang bakal memanaskan serat kolagen dan elastin agar terluka. Akibat pemanasan itu, bakal merangsang pertumbuhan kolagen dan elastin baru yang lebih banyak. Studi menyebut 94,7 persen pasien yang menggunakan teknologi ini sukses dan puas.

Ultra Femme 360 mirip seperti alat yang biasa digunakan untuk memeriksa kehamilan yakni USG. Bedanya, alat ini memancarkan suhu panas hingga 40 derajat Celcius. Walau panas, Thomas menyebut terapi ini tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien.

Dalam kesempatan yang sama dr Adelina Kautsar, konsultan BTL Aesthetic Indonesia,  menambahkan, panas yang dikeluarkan biasanya bertingkat, mulai dari suhu terendah, hingga suhu 40-43 derajat Celcius. “Hasilnya akan langsung terasa pada sekali terapi, namun hasilnya akan terlihat saat treatment ke 3 hingga 4,” jelas Adelina.

Terapi Ultra Femme 360 dilakukan beberapa kali tergantung besarnya keluhan pasien. Setiap terapi membutuhkan waktu delapan menit dengan jeda perawatan berjarak tujuh hingga 10 hari. Terapi ini bisa dilakukan bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual, juga wanita yang memasuki masa menopause.

Tak hanya membuat Miss V kembali elastis, prosedur ini juga diklaim mampu menyehatkan serta mengembalikan fungsi Miss V agar bekerja lebih maksimal.

namun demikian prosedur Ultra femme 360 tidak disarankan dilakukan pada saat menstruasi, luka, atau sedang mengalami keputihan  berlebih. “Tujuannnya, untuk menghindari risiko komplikasi,” kata Adelina. (HG/dokterdigital)

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: