Skip to content

Wanita Jadi Motor Penggerak Utama Bisnis Penjualan Langsung

15/01/2018

Hidupgaya – Dulu, penjualan langsung alias diret selling masih dipandang sebelah mata. “Kurang gengsi, karena nggak kerja kantoran…” Demikian alasan yang dilontarkan mengapa orang malas terlibat dalam bisnis ini. Padahal, bisnis penjualan langsung – khususnya di zaman cari kerja susah – menjanjikan pendapatan yang tidak sedikit.

Tahu nggak, data menunjukkan penjualan langsung adalah salah satu metode penjualan yang mengalami pertumbuhan beberapa tahun terakhir. World Federation of Direct Selling (WFDSA) merilis data penjualan langsung global per Juni 2017. Data menunjukkan penjualan ritel melalui metode langsung pada 2016 yang menunjukkan nilai transaksi penjualan global mencapai US$182,6 miliar atau meningkat 1,9% tahun 2015.

Di Indonesia, nilai transaksi penjualan langsung pada 2016 mencapai US$1,18 juta atau setara Rp15,75 triliun. Jumlah tersebut meningkat 10% ketimbang capaian tahun 2015 sebesar Rp 14,31 triliun dan naik 24% ketimbang catatan 2014 sebesar Rp12,68 triliun.

Pertumbuhan global tersebut didorong oleh peningkatan di Asia Pasifik sebesar 46%, Amerika 33%, Eropa 20% dan Timur Tengah dan Afrika 1%.

Chairman of WFDSA sekaligus CEO dan President of Oriflame Holdings Magnus Brannstrom mengungkapkan, saat ini dunia tengah mengalami transformasi, dimana transformasi digital akan turut mendorong penjualan langsung.

Disadari atau tidak, bisnis penjualan langsung membantu menggerakkan roda perekonomian negara dan memiliki kontribusi yang signifikan dalam menciptakan micro-entrepreurs.

Ketua Umum  Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Djoko Hartanto Komara menambahkan, penjualan langsung domestik masih berpotensi mengalami pertumbuhan. Hal ini karena pasar Indonesia terus mengalami perkembangan didukung oleh SDM yang besar.

“Yang menarik, banyak perusahaan penjualan langsung baik lokal maupun asing untuk memperluas pasarnya di Indonesia. Selain memberikan pendapatan tambahan bagi para direct seller, penjualan langsung juga menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Djoko dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Djoko menambahkan, pertumbuhan penjualan langsung Indonesia saat ini nomor dua di dunia setelah China dengan angka 10,3%. China pertumbuhannya 12%.

Dengan pertumbuhan rata-rata 10% per tahun, Djoko optimistis nilai penjualan langsung di Indonesia mencapai sekitar Rp25 triliun pada 2021. “Angka ini dipicu oleh bonus demografi di Indonesia yang cukup tinggi. Lalu, perkembangan media sosial yang sangat pesat di Indonesia juga menjadi motor pertumbuhan penjualan langsung,” imbuhnya.

Magnus Branstorm setuju dengan Djoko. “Indonesia negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dunia saat ini. Dengan munculnya ecommerce selama ini meningkatkan pertumbuhannya. Industri direct selling mendukung pertumbuhan ekonomi negara, seperti Amerika saja 5 persen populasinya terkoneksi dengan direct selling,” ujarnya.

Hal yang menarik dari penjualan langsung yang disoroti Magnus adalah, sebanyak 74% penjual langsung dilakoni oleh perempuan.

Tumbuh pesatnya Internet akan berkontribusi pada bisnis penjualan langsung. Magnus mencontohkan, jika dulu para penjual langsung harus ‘ketok pintu’ dalam memperkenalkan produk, dengan media sosial mereka bisa merekomdasikan produk yang dijualnya lebih luas lagi. “Produk lebih dipercaya untuk dibeli jika direkomendasikan,” ujarnya.

Tak pelak lagi, kepercayaan menjadi kunci bisnis ini, tapi juga menjadi tantangan di bisnis ini. “Kami dari asosiasi tahun ini mendorong agar pelaku di bisnis ini lebih bangga, meningkatkan komunikasi dan edukasi serta menegaskan dijalankannya etika para direct seller dalam menjalankan bisnisnya,” pungkas Magnus. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: