Lanjut ke konten

Kain Indonesia Mengundang Decak Kagum di Milan

02/01/2018

Hidupgaya – Indonesia Cultural Fashion Goes to Milan telah berlangsung di Base Milano, Milan, Italia, 19 Desember 2017. Base Milano merupakan salah satu wilayah distric fashion yang sangat terkenal di Milan, Italia.

Empat desainer Indonesia, yaitu Elemwe by Lily Mariasari, Tyramona by Decy Ramona, Territory by Terry Putri dan Alkhansas by Khansa unjuk karya di perhelatan yang mempromosikan kain-kain Nusantara.

Turut hadir dalam perhelatan tersebut Duta Besar Indonesia untuk Italia Esti Andayani dan perwakilan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan. “Kalau lihat karya-karyanya (desainer Indonesia) memang sudah pantas untuk ditampilkan,” kata Esti.

Indonesia Cultural Fashion pertama kali digelar di Amsterdam, Belanda. Tahun ini ada nuansa berbeda, berupa suguhan kolaborasi Guitar Meet Kendang oleh gitaris ternama Indonesia, Tohpati di awal acara.  Beberapa lagu yang dibawakan antara lain Janger, Es Lilin, Kampuang Nan Jauh di Mato, dan Ksatria.

Desainer yang tampil di ICF ini menampilkan sejumlah karya, yaitu:

Brand Territory by Terry Puteri

Tema yang akan disajikan adalah Territory of Borneo, yakni busana wanita modern, dengan sentuhan kain khas Banjarmasin yakni sasirangan. Material lain yang digunakan adalah sifon, cotton, dan silk.

“Ini adalah kali pertama Territory mengikuti fashion show di Italia, sebagai kota pusat mode dunia maka pencapaian ini akan menjadi sangat istimewa,” ujar Terry dalam temu media di Jakarta, beberapa hari sebelum perhelatan berlangsung.

Tyramona

Tema motif yang akan diperkenalakan adalah  dari Toraja Pak Tedong, dimana tedong bonga adalah paling berharga bagi masyarakat toraja dan memiliki harga yang terbilang paling mahal. Dengan memakai Motif Pak Tedong ini membuat kehidupan derajat yang tinggi dan di hormati. Material bahan yang digunakan biasanya bahan micro, shantung, dan balloteli.

Elemwe (Batik Betawi)

Kali ini, Elemwe akan mengangkat tema Pesona Jakarta, empat desain ini terdiri dari batik betawi dengan paduan bahan polos. Kain dengan motif seni budaya Betawi, Tanjidor yaitu salah satu kesenian Betawi tempo dulu.

Kain dibuat dengan warna sogan yang menggunakan tiga jenis bahan katun, doby dan sutra ini menggunakan metode pembuatan tradisional dengan cara dilukis langsung oleh penrajin (batik tulis) sehingga hasilnya sangat rapi dan jelas apa yang dilukiskan pada kain tersebut.

Agar busana menjadi  terlihat lebih elegan maka digunakanlah bahan-bahan polos campuran dengan tambahan aksen payet.

Alkhansas

Tema yang dibawakan terinspirasi dari keanekaragaman dan kekayaan Indonesia. Dalam koleksi ini, Alkhansas memadupadankan kain tradisional Indonesia dengan beberapa motif seperti batik dari Cirebon, hingga batik motif Kapal Pinisi dan huruf Lontara dari Bugis, Makassar.

Nilai-nilai yang menjadi ciri khas Indonesia pun diekspresikan dalam beberapa pakaian denga  warna merah menyala tanda keberanian.

Selain pemilihan warna dan motif kain seperti batik dan huruf lontara, nilai intrinsik yang menjunjung nilai  budaya Indonesiaan seperti keberagaman coba disuguhkan dalam satu koleksi singkat, serta variasi jenis material, siluet, dan color palette. (HG)

 

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: