Skip to content

Menepis Mitos Seputar Perhiasan Mutiara

20/11/2017

Hidupgaya – Mutiara menjadi perhiasan yang pamornya kurang mencorong dibandingkan berlian atau emas. Pertimbangan orang masih memandang sebelah mata terhadap perhiasan bentukan alam ini antara lain karena kurang likuid kalau dijual kembali. Singkat kata, mutiara hanya dipandang bernilai di mata penggemar mutiara.

Perhiasan mutiara koleksi Ina, pengusaha dan kurator mutiara asal Sumbawa, NTB (dok. Hidupgaya)

Selain itu, masih ada mitos yang mengatakan bahwa perhiasan mutiara pamali jika dipakai sebelum menikah. Malah ada yang mengatakan mutiara identik dengan kesedihan. “Banyak mitos melingkupi perhiasan mutiara, antara lain karena dianggap tidak cocok sebagai wahana investasi atau perhiasan ini identik dengan kesedihan,” kata Ratna Zhuhry, pengusaha dan juga curator mutiara dalam konferensi pers mengenai pameran WARISAN di Jakarta, baru-baru ini.

Padahal, mutiara merupakan perhiasan ‘ningrat’ yang dikenakan keluarga para raja. “Mutiara juga bisa diwariskan secara turun temurun dan bernilai tinggi,” kata Ratna yang kerap disapa Ina.

Ina bahkan menunjukkan mutiara bentuk baroque yang dikenakannya berharga Rp56 juta.

Mutiara, kata Ina, adalah perhiasan bentukan alam yang membutuhkan proses lama. “Untuk membentuk satu mutiara air laut dibutuhkan waktu hingga 4 tahun. Beda dengan mutiara air tawar yang dikembangkan untuk tujuan komersial dan hanya butuh hitungan bulan,” jelas Ina.

Indonesia, kata Ina, merupakan salah satu penghasil mutiara air laut yang termasyur di dunia dengan harga mahal per butirnya. “Mutiara asal Indonesia memiliki nilai tinggi dan 70 persen diekspor ke luar negeri, misalnya Jepang,” ujar pengusaha mutiara asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ina menunjukkan koleksi mutiara miliknya yang berasal dari air laut. “South Sea (Laut Selatan) menghasilkan mutiara yang bagus dan mahal harganya,” ujar Ina seraya menunjukkan untaian kalung mutiara warna emas dan hitam yang nilainya di atas Rp100 juta.

Perhiasan mutiara koleksi Ina, pengusaha dan kurator mutiara asal Sumbawa, NTB (dok. Hidupgaya)

Di pasaran saat ini beredar mutiara dengan kualitas beragam. Untuk menguji mutiara asli atau tidak, bagi awam bisa dilakukan dengan menggosokkan mutiara di gigi. “Bukan digigit, melainkan digosokkan ke gigi. Jika ada sensasi seperti pasir, berarti itu mutiara asli,” ujar Ina.

Mutiara membutuhkan perawatan yang baik untuk mempertahankan kilaunya. “Jangan kena parfum atau wewangian karena bisa merusak kilau mutiara. Kenakan mutiara paling akhir setelah dandan,” imbuh Ina. Setelah selesai dipakai, lap dengan kain lap dari beludru agar kotoran dan minyak tak menempel. Selanjutnya simpan mutiara di dalam box.

Soal ada anggapan mutiara ‘bisa beranak dalam penyimpanan’ Ina menampik anggapan ini. “Mutiara yang sudah jadi perhiasan itu benda mati, jadi tak mungkin ‘beranak’ dalam penyimpanan,” tandasnya.

Pameran WARISAN

Ina dan keempat kurator lain, yaitu Dudung Alie Syahbana, Komarudin Kudiya, Romi Okta Birawa (kurator batik) dan Koestriastuti (kurator tenun) akan hadir di Pameran WARISAN ‘Citra Bahtera Nusantara’ yang akan dihelat pada 23 – 26 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

WARISAN merupakan singkatan dari Wasiat Agung Negeri Nusantara, kegiatan pameran eksklusif yang tahun ini memasuki usia dua tahun.

Pameran WARISAN kali ini menampilkan 3 wasiat Indonesia, yaitu batik, tenun dan mutiara. Pameran ini bertujuan untuk menjaga seni dan budaya bangsa juga sebagai apresiasi kepada pembatik, penenun, pemerhati, perajin dan pengusaha batik, tenun dan mutiara.

Menampilkan 126 stand dengan produk batik, tenun & mutiara yang berkelas dan bergaransi serta dijamin keasliannya. Jika tidak asli, ada jaminan uang kembali dua kali lipat lho.

Batik yang akan ditampilkan hanyalah batik dari hasil penggunaan malam panas 100% dengan aplikasi batik tulis, batik cap atau batik kombinasi (tulis dan cap). Pameran ini juga menampilkan hasil karya tenun NTT, juga tenun songket yang mewah dari Palembang.

Tentu saja mutiara air laut Indonesia juga akan dihadirkan pada pameran ini yang asli dan tersertifikasi.

Produk yang dipamerkan di pameran ini telah melalui kurasi oleh lima kurator yang disebutkan di atas.

Harga tiket masuk pameran Rp100 ribu. Namun bisa gratis bagi pengunjung yang memakai busana batik, tenun atau mengenakan mutiara saat datang ke acara. (HG)

 

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: