Skip to content

Genjot Penjualan, MatahariMall Rilis Fitur Loyalty O2O

17/11/2017

Hidupgaya – Menapaki tahun ketiga, MatahariMall.com meluncurkan program yang diharapkan meningkatkan loyalitas konsumen, sekaligus meluaskan jangkauan bisnis e-commerce.

E-commerce yang bernaung di bawah bendera Grup Lippo ini meluncurkan fitur Loyalty O2O (Online-to-Offline). Fitur Loyalty O2O ini bisa langsung digunakan di berbagai merchants dan antar platform.

CEO MatahariMall.com Hadi Wenas mengatakan fitur itu diluncurkan untuk mengapresiasi konsumen wanita yang ternyata tertarik dengan value lebih yang didapatkan saat belanja online. “Dengan meluncurkan Loyalty O2O, kami ingin memberikan keuntungan lebih dalam berbelanja untuk wanita Indonesia,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Fitur Loyalty O2O (Online-to-Offline) adalah sebuah fitur di mana konsumen memperoleh poin untuk setiap transaksi, dan poin itu bisa ditukarkan bukan hanya di transaksi Online berikutnya namun juga di lebih dari 2000 outlet Offline di seluruh Indonesia.

Konsumen bahkan bisa menukarkan poin untuk pembelanjaan di outlet Offline dengan kategori yang beragam, mulai dari makanan, minuman, hiburan, finansial, bahkan hunian.

MatahariMall menemukan adanya perubahan pola belanja online konsumen. Ternyata mayoritas konsumen MatahariMall didominasi oleh wanita.

“Bagi kami, yang terpenting adalah mengenal betul siapa konsumen kami dan tahu apa yang mereka butuhkan. Berdasarkan data yang kami terima, kami menyimpulkan bahwa secara umum wanita itu smart shopper. Saat belanja online, pertimbangannya cukup beragam dan tidak hanya terpaku pada satu faktor saja,” beber Hadi.

Melihat hal tersebut, MatahariMall memberikan perhatian khusus untuk memahami kebutuhan belanja wanita dengan mengadakan survei terhadap responden wanita di 6 kota besar di Indonesia. Survei ini dilakukan di Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya, Makassar dan Yogyakarta dengan melibatkan lebih dari 1000 responden wanita.

Dari hasil survei, ternyata lebih dari 83,6 persen  wanita lebih mementingkan nilai tambah (value) dalam berbelanja dibandingkan tempat berbelanjanya itu sendiri. Dari survei yang sama hanya sekitar 16,4 persen wanita yang setia berbelanja di salah satu platform saja baik online maupun offline.

Selain itu,survei juga mendapati hasil menarik, yaitu hampir setengah responden wanita lebih mementingkan value terbaik yang ditawarkan dari sebuah situs belanja online, seperti diskon, pengiriman gratis, voucher tambahan, hingga points dan reward.

“Sebanyak 79,7 persen responden bahkan menyatakan bahwa mereka tertarik dengan adanya points dan reward yang bisa ditukarkan di banyak tempat, baik online maupun offline,” ungkap Hadi.

Apakah dengan dirilisnya fitur Loyalty O2O mengindikasikan konsumen di Indonesia belum bisa dipisahkan sepenuhnya dari aktivitas belanja offline, Hadi tak menampik kondisi itu. “Bahkan di Amerika yang sudah 20 tahun menjalankan bisnis online, tetap tak bisa dipisahkan dari offline. Keduanya harus jalan bareng dan saling melengkapi,” ujar Hadi menjawab pertanyaan Hidupgaya.co.

Menurut Hadi, offline store akan menjadi point of experience bagi konsumen sebelum memutuskan berbelanja. “Agar tidak tutup, toko offline harus memberikan experience bagi konsumen. Toko mainan misalnya, harus menyediakan tempat bermain agar anak-anak merasakan pengalaman, misalnya ada kolam bola atau bangunan lego,” ujarnya.

Sedangkan online store merupakan tujuan konsumen berbelanja setelah merasakan pengalaman di toko offline. “Tren ke depan fitur Loyalty O2O ini akan menjadi channel yang disukai konsumen, berkaca dari pengalaman di negara maju,” tandas Hadi.

Dia mengakui, sejatinya fitur Loyalty O2O merupakan hal yang sudah dipikirkan MatahariMall.com sedari awal. “Dari awal strateginya adalah merilis O2O namun tidak launching di tahun pertama karena butuh waktu,” beber Hadi.

Diharapkan dengan dirilisnya fitur Loyalty O2O konsumen akan melakukan pembelian berulang (repeat purchase) menggunakan poin yang diperolehnya. “Belanja lebih sering karena mendapat lebih banyak poin. Nggak bisa sebut pertumbuhan penjualan, tapi kami mengincar double digit,” pungkas Hadi Wenas. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: