Lanjut ke konten

Tentang Diet Keto yang Perlu Kita Tahu

04/10/2017

Hidupgaya – Diet keto alias ketogenik belakangan tengah menjadi buah bibir dan banyak orang melakukannya karena dianggap efektif menurunkan berat badan tanpa menyiksa.

Sejatinya ketogenik adalah istilah untuk diet rendah karbohidrat (seperti diet Atkins). Ide diet ketogenik adalah mendapatkan lebih banyak kalori dari protein dan lemak dan meminimalkan karbohidrat. Pelaku diet keto mesti mengurangi sebagian besar karbohidrat yang mudah dicerna, seperti gula, soda, kue kering, dan roti putih.

Menu diet ketogenik

Bila kita mengonsumsi kurang dari 50 gram karbohidrat sehari, tubuh akhirnya kehabisan bahan bakar (gula darah) yang bisa digunakan dengan cepat. Ini biasanya memakan waktu 3 sampai 4 hari. Imbasnya adalah, tubuh mulai memecah protein dan lemak untuk energi. Hal inilah yang memicu penurunan berat badan. Ini disebut ketosis.

Menurut Dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, pendiri lightHOUSE Indonesia, diet keto cocok dijalani seseorang yang memiliki riwayat kesehatan normal dan punya hasil medical check up yang bagus, terutama gula darah serta kolesterol terjaga.

Juga, diet keto hanya cocok dilakukan bagi mereka yang berada di rentang usia 25-45 tahun. Grace tak menyarankan diet ini dilakukan dalam jangka panjang tanpa jeda. Lakukan diet keto dalam rentang 3 minggu hingga 2 bulan. “Setelah itu kembali mengonsumsi karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, roti gandum, buah, dan sayur,” kata Grace dalam temu media di Jakarta, Selasa (3/10).

Sejauh ini orang menjalankan diet keto untuk menurunkan berat badan, namun sebenarnya diet ini dapat membantu memperbaiki kondisi medis tertentu, seperti epilepsi, penyakit jantung, penyakit otak, juga jerawat. Bagi yang ingin menjalankan diet keto, diskusikan dulu dengan dokter, terutama bagi penyandang diabetes tipe 1.

Mengapa Diet Keto Disukai?

Menu diet ketogenik

Diet ketogenik dapat membantu menurunkan berat badan lebih banyak dalam 3 sampai 6 bulan pertama dibandingkan diet lainnya. Laman Webmd.com melaporkan, alasan hal ini terjadi karena dibutuhkan lebih banyak kalori untuk mengubah lemak menjadi energi daripada mengubah karbohidrat menjadi energi. Mungkin juga diet tinggi lemak dan protein tinggi lebih mengenyangkan, sehingga pelaku diet makan lebih sedikit. Namun teori yang terakhir ini belum terbukti.

Insulin adalah hormon yang memungkinkan tubuh menggunakan atau menyimpan gula sebagai bahan bakar. Diet ketogenik membuat tubuh membakar bahan bakar ini dengan cepat, jadi tidak perlu disimpan. Ini berarti kebutuhan tubuh  akan insulin berkurang. Produksi insulin yang rendah dipercaya dapat membantu melindungi kita dari beberapa jenis kanker atau bahkan memperlambat pertumbuhan sel kanker. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hal ini.

Tampaknya aneh bahwa diet yang membutuhkan lebih banyak lemak dapat meningkatkan kolesterol “baik” dan menurunkan kolesterol “jahat”, namun diet ketogenik terkait dengan hal itu. Hal ini diduga terkait dengan tingkat insulin yang lebih rendah yang dihasilkan dari diet ini dapat menghentikan tubuh membuat lebih banyak kolesterol. Itu berarti pelaku diet keto cenderung tidak memiliki tekanan darah tinggi, pengerasan arteri, gagal jantung dan kondisi gangguan jantung lainnya.

Manfaat Diet Keto

Menu diet ketogenik

1. Mengatasi jerawat

Diet keto diyakini juga dapat mengatasi msalah jerawat. Karbohidrat telah dikaitkan sebagai pemicu munculnya jerawat. Nah, mengurangi asupan karbo diyakini dapat mengurangi munculnya jerawat. Penurunan insulin, di sisi lain, sebagai imbas diet ketogenik dapat memicu juga membantu menghentikan jerawat berjerawat (insulin dapat menyebabkan tubuh membuat hormon lain yang memicu munculnya jerawat).

2. Menjaga kadar gula darah

Diet rendah karbohidrat tampaknya membantu menjaga gula darah tetap rendah dan lebih mudah diprediksi daripada diet lainnya. Saat tubuh membakar lemak untuk energi, proses ini menghasilkan keton. Bagi penderita diabetes, terutama tipe 1, terlalu banyak keton dalam darah bisa menjadi masalah. Karena alasan inilah, penting berkonsultasi bagi penyandang diabetes tipe 1 untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani diet keto. Grace mengatakan, untuk penyandang diabetes dengan kadar gula darah terkontrol bisa saja menjalani diet keto. “Tapi harus sepengetahuan dokter,” ujarnya.

3. Mengendalikan epilepsi

Diet ketogenik telah membantu mengendalikan kejang yang disebabkan oleh kondisi ini sejak tahun 1920an. Namun bagi penyandang epilepsi disarankan konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan melakukan diet keto.

4. Mengatasi gangguan system saraf

Selain membantu mengendalikan epilepsi, diet keto juga diyakini dapat bermanfaat untuk pasien penyakit Alzheimer, Parkinson, dan gangguan tidur. Para ilmuwan tidak yakin mengapa, tapi mungkin keton yang dihasilkan tubuh saat menguraikan lemak untuk energi membantu melindungi sel otak dari kerusakan.

5. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Sindroma ovarium polikistik merujuk pada kondisi ovarium wanita menjadi lebih besar dari seharusnya dan kantung berisi cairan kecil terbentuk di sekitar telur. Tingkat insulin yang tinggi dapat menyebabkan kondisi ini. Nah, diet ketogenik, yang menurunkan jumlah insulin yang diproduksi ubuh, dapat membantu mengobati PCOS, bersamaan dengan perubahan gaya hidup lainnya, seperti olahraga dan penurunan berat badan.

Waspadai Efek Samping Diet Ketogenik

Menu diet ketogenik

Meski memiliki beragam manfaat positif, namun diet keto juga memiliki efek samping, misalnya sembelit (sulit buang air besar), gula darah rendah dalam skala ringan, atau gangguan pencernaan. Untuk kasus yang lebih jarang, diet rendah karbohidrat bisa menyebabkan batu ginjal atau kadar asam tinggi di tubuh, lazim disebut asidosis.

Dokter Grace mengatakan, pelaku diet keto biasanya mengalami dehidrasi ringan. Banyaknya elektrolit (natrium, kalium, dan kalsium) yang keluar dari tubuh akan menyebabkan lemas. Seseorang juga menjadi susah berkonsentrasi. “Dampak lainnya adalah mulut kering dan berbau, disertai bibir pecah-pecah,” ujar Grace.

Sedangkan efek samping jangka panjang adalah hipoglikemia (kadar gula darah di bawah normal), dehidrasi berat, penyakit batu ginjal, naiknya risiko penyakit kardiovaskular, serta terganggunya sistem saraf dan otot akibat ketidakseimbangan elektrolit tubuh.

Grace tak menyarankan diet keto dilakukan dalam jangka panjang, misalnya melebihi 3 bulan karena jika terus-menerus berada dalam kondisi asam, tubuh akan mengambil tabungan kalsium dari tulang dan membuat tulang rapuh.

Kapan Harus Hentikan Diet Keto

Jika mengalami sembelit jangka panjang hingga berdarah dan kena wasir, sebaiknya hentikan diet keto.

Tanda lain yang harus diwaspadai adalah naiknya LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat, serta asam urat. Pusing dan mual berkepanjangnya juga termasuk isyarat untuk menghentikan diet ini karena jika dilanjutkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Napas berbau aseton, atau pembersih cat kuku, merupakan tanda bahwa sistem metabolisme sudah tidak sehat. Pada kondisi ini, maka diet atau pola makan harus segera dikembalikan seperti semula.

Selain itu, jangan abaikan juga gangguan pada siklus menstruasi dan infeksi akibat terbentuknya batu di saluran kemih. Keduanya adalah tanda-tanda bahwa diet yang dilakukan sudah berlebihan alias ekstrem. (HG/dokterdigital)

Iklan

From → Diet & Nutrition

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: