Lanjut ke konten

Elegansi dan Kemewahan Kental Warnai Koleksi “Belle Epoque”

25/09/2017

Hidupgaya – Desainer Yenty Tan menampilkan 24 koleksi gaun pengantin dan gaun malam (cocktail) di Hotel Westin Jakarta, Sabtu malam (23/9) yang kental dengan gaya Victorian.

Desainer lulusan sekolah seni rupa dan desain ISWI ini memamerkan koleksi bertajuk “Belle Epoque” sebagai bagian dari pameran pernikahan ‘The New Beginning Westin Wedding’ yang berlangsung 23-24 September 2017.

Karya Yenty Tan dalam Belle Epoque (dok. tim muara bagdja)

Yenty menuangkan koleksi terbarunya dengan desain yang serba mewah dan megah sesuai dengan citra masa kejayaan ‘Belle Epoque’ kala itu.  Di era itu, semua terlihat makmur, bahkan bagi rakyat jelata.

Untuk koleksi kali ini, Yenty memilih bahan delicate (halus) seperti satin duchess, lace, dan tulle. Bahan ini menggambarkan karakter perempuan yang datang dari kalangan atas.

Gaun dengan rok bustle yang identik degan mode masa lalu diubah menjadi terusan sleeveless berpotongan flare, rok lurus melebar di bawah menjadi bagian koleksi “Belle Epoque” yang berarti “Era Cantik” dipadu dengan warna lembut, seperti abu-abu, putih, dan perak.

Karya Yenty Tan dalam Belle Epoque (dok. tim muara bagdja)

Rentang waktu 1895 hingga 1914 yang menjadi zaman keemasan bangsa Barat merupakan sumber inspirasi Yenty.

Desainer yang pernah mengenyam pendidikan singkat di London College of Fashion itu juga membubuhkan mutiara besar dan kecil yang diuntai menjadi mini cape dipadankan dengan terusan berpotongan ketat di atas dan lebar di bawah.

Teknik lipit dan tekuk pun disematkan oleh sang perancang di bagian torso, punggung, dada, dan pinggang. Tampilan busana terlihat elegan sekaligus mewah.

Karya Yenty Tan dalam Belle Epoque (dok. tim muara bagdja)

Meski mengambil mode masa lalu, Yenty paham dengan kekinian, yang diwujudkan dalam gaun-gaun panjang tembus pandang yang tengah menjadi arus mode masa kini dalam warna biru muda, nude, dan moka.

Dan tentu saja kerah tinggi zaman Victorian yang telah menjadi ciri khasnya ini disematkan sebagai faktor pembeda dari desain lainnya.

“Karya ini memiliki pesan bahwa mode tidak hanya bisa dikenakan di kalangan borju Perancis, tetapi kaum kelas bawah pun bisa mengenakan pakaian yang indah,” kata Yenty yang selalu tampil di Jakarta Fashion Week sejak 2014.

Karya Yenty Tan dalam Belle Epoque (dok. tim muara bagdja)

Teknik yang dibuat dengan memanfaatkan ketrampilan tangan semata ini membutuhkan ketelitian tinggi dalam menanganinya. Hasilnya, semerbak aroma masa kini serta merta merebak pada eksotisme busana era Belle Époque.

Menutup peragaannya, Yenty menghadirkan gaun pengantin dengan jubah panjang berwarna putih yang dibubuhkan mutiara dan kristal Swarovski yang menampilkan kesan megah yang menonjolkan sisi keanggunan dan kemapanan pemakainya. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: