Lanjut ke konten

4 Desainer Anggota IWAPI Unjuk Diri di New York Fashion Week 2017

20/09/2017

Hidupgaya – Pergelaran busana yang menjadi salah satu kiblat dunia, New York Fashion Week (NYFW) 2017 baru saja usai. Pada pergelaran busana yang berlangsung 7 – 13 September silam di New York, sejumlah desainer Indonesia unjuk diri, termasuk desainer busana anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( IWAPI) Jakarta Selatan.

Desainer anggota IWAPI yang memamerkan karyanya di panggung bergengsi NYFW 2017 adalah Julie S Laiskodat, Adinda Moeda, Emylia Maisa, dan Yurita Puji. Mereka  tampil di Couture New York Fashion Week dan di panggung Nolcha, bahkan di keduanya.

Keempat desainer ini tampil dengan tema Colors of Indonesia, yang menampilkan koleksi  dari keindahan alam dan keunikan dan keragaman  budaya Indonesia.

“Dari 150 anggota IWAPI Jakarta Selatan, bisa ada 4 perwakilan yang ikut di ajang Couture New York Fashion Week 2017,” kata Julie S Laiskodat, salah satu desainer yang menampilkan karya di NYFW 2017. Julie juga menjabat Ketua IWAPI Jakarta Selatan.

House of Shiloh mengusung koleksi tenun NTT dengan desain motif yang unik dan trendy ikut berperan dalam menyiapkan bahan baku yang diolah oleh Yurita Puji untuk tampil di panggung Nolcha, Jumat (8/9).

Menurut Yurita, dalam koleksi yang ditampilkan di panggung Nolcha, dia menggunakan beberapa kain tenun dari House of Shiloh.

Adinda Moeda, desainer House of Shiloh, mengaku optimistis dengan menciptakan karya-karya yang kreatif dan inovatif dapat bersaing dengan industri fashion nasional maupun internasional.

Penampilan busana keempat desainer anggta IWAPI ini ditunjang kreasi aksesoris koleksi Miss Mysa. “Bahan-bahan yang digunakan khusus untuk panggung Nolcha baik mutiara maupun lempengan lapis emas berasal dari Indonesia, hasil karya juga dibantu oleh asisten dan perajin lokal,”  kata Emylia Maisa, Desainer dan Crafter Miss Mysa menjelaskan koleksi aksesorisnya.

Sedangkan di panggung Couture (Sulam Karawo) menggabungkan material lokal dan internasional. Tujuanya untuk membedakan aksesoris di panggung Couture dengan dengan Nolcha, namun tetap memberikan ciri khas Indonesia.

Selamat untuk keempat desainer. Semoga dapat membawa harum nama Indonesia di kancah dunia melalui karya busana yang unik dan memikat mata. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: