Lanjut ke konten

Did You Know? Begini Aturan Main Pemakaian Tabir Surya yang Benar

10/09/2017

Hidupgaya – Hidup di daerah tropis mau tak mau kita akrab dengan sinar matahari. Meski memiliki beragam manfaat, namun sinar matahari juga bisa membuat kulit cenderung kusam, kering dan menggelap.

Selain memakai pelindung seperti payung atau topi, pemakaian tabir surya menjadi cara yang disarankan untuk meminimalkan dampak negatif sinar matahari, terutama UVA dan UVB pada kulit.

Bagaimana cara pemakaian tabir surya agar memberikan perlindungan optimal? Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Eddy Karta, tabir surya harus digunakan setiap hari baik di dalam maupun ruangan. Mengapa? Karena bahkan cahaya lampu dalam ruang juga bisa berdampak pada pigmentasi kulit.

Berapa banyak aplikasi tabir surya? Menurut Eddy, pemakaian tabir surya harus disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi masing-masing kulit. “Tabir surya tidak bisa diaplikasikan secara sembarangan karena identik dengan kandungan SPF yang berbeda-beda. Perlindungan SPF 20 cocok bagi mereka yang tidak berakvitas di luar ruangan alias tidak terus-menerus terpapar sinar matahari,” kata Eddy dalam temu media menandai peluncuran Optimals Even Out dari Oriflame Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Maraknya ojek online yang menjadi solusi masyarakat Jakarta saat ini juga disoroti Eddy. “Naik ojek 5-20 menit atau sekadar makan siang di luar cukup dengan menggunakan SPF 20. Namun jika harus berjam-jam berada di luar ruang maka gunakan tabir surya dengan SPF lebih tinggi,” saran Eddy.

Masih banyak orang yang salah dalam mengaplikasikan tabir surya sehingga hasilnya tidak maksimal. Yang benar adalah, tabir surya harus diaplikasikan berulang setiap empat jam sekali. “Sifat tabir surya ini mudah hilang sehingga sangat dianjurkan untuk sering menggunakannya,” ujar Eddy.

Saat mengaplikasikan ulang tabir surya, kulit harus dalam kondisi bersih. Artinya, pemakaian tabir surya yang baru tidak bisa ‘ditumpuk’ dengan pemakaian sebelumnya.

“Kalau mau pakai tabir surya di wajah dan wajahnya bermakeup, ya harus dihapus dulu makeupnya. Makanya, kalau wudhu sekalian saja dibersihkan makeupnya,” beber Eddy.

Mengaplikasikan tabir surya dalam keadaan bermakeup atau hanya dibersihkan dengan kertas minyak maka akan menimbulkan dampak buruk bagi wajah.

Dia menambahkan, pemilihan tabir surya juga harus disesuaikan dengan jenis kulit. Bagi kulit kering bisa menggunakan tabir surya yang melembabkan. Namun, bagi kulit berminyak hindari tabir surya dengan kandungan minyak. “Alasannya karena dapat menutupi pori-pori yang menimbulkan jerawat dan komedo,” urai Eddy.

Perbedaan UVA dan UVB

Sebagian orang masih rancu membedakan sinar UVA dan UVB. Eddy Karta menjelaskan, UVA terkait dengan aging, atau penuaan pada kulit sedangkan UVB lebih mengacu pada paparan sinar matahari yang bisa menyebabkan kulit terbakar.

Pemahaman yang lebih mudah untuk menjelaskan hal ini adalah semakin mendekati garis khatulistiwa, semakin tinggi pula paparan sinar UV sepanjang tahun. Indeks UV rata-rata di Indonesia berada pada level 9 sampai 11+ atau kekuatan matahari yang terbilang sangat kuat.

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan indeks UV tertinggi di dunia.

UVA menyumbang hingga 95 persen dari radiasi sinar UV yang mencapai permukaan Bumi dengan intensitas 30 sampai 50 kali lebih kuat dari UVB yang hadir sepanjang tahun.

UVA selalu hadir mulai dari matahari terbit sampai dengan terbenam. Sedangkan UVB intensitasnya memuncak pada pukul 10.00 sampai 16.00. Radiasi sinar UVA tidak dapat terhalang oleh objek seperti pakaian tipis, kaca jendela atau jendela mobil maupun awan, dan bahkan tetap ada di saat cuaca mendung ataupun hujan.

Sebaliknya, sinar UVB dapat terserap oleh awan dan tidak dapat menembus kaca. UVB dapat menyebabkan kulit memerah dan terbakar, namun paparannya hanya dapat menjangkau epidermis kulit (lapisan yang lebih dangkal), sedangkan UVA dapat memicu penuaan dini pada kulit dan noda hitam karena paparannya dapat menembus jauh ke dalam dermis atau lapisan kulit dalam, sehingga dapat merusak kolagen.

Radiasi sinar UVA secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama memiliki andil yang cukup besar terhadap photo-aging atau penuaan akibat paparan sinar matahari serta memicu proses karsinogenesis atau pembentukan sel-sel kanker dan  melemahkan sistem kekebalan pada kulit.

Karena alasan inilah pemakaian tabir surya yang memiliki perlindungan terhadap sinar UVA & UVB menjadi sangat penting. (HG/dokterdigital)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: