Skip to content

Kulit Putih Lebih Cantik dan Menginspirasi, Mitos atau Fakta?

17/08/2017

Hidupgaya – Adanya stereotiping wanita cantik harus berkulit putih menjadi semacam mantra yang mengakar kuat, khususnya di benak gadis remaja. Tak mengherankan jika para perempuan berkulit gelap cenderung kurang percaya diri dan mencoba beragam cara mendapatkan kulit lebih cerah, antara lain dengan menggunakan krim pemutih atau malah melakukan ‘suntik putih’ guna mendapatkan kulit cerah secara instan.

Peluncuran kampanye #banggadenganwarnakulitmu

Beauty vlogger Abel Cantika misalnya, pernah merasa tidak percaya diri dengan kulitnya yang kuning langsat. Saat menginjak usia remaja Abel sempat mencetuskan ingin melakukan ‘suntik putih’ agar kulitnya lebih cerah. “Mama melarang dan memotivasiku agar percaya diri dengan kulit kuning langsat ini,” ujar Abel dalam temu media di acara peluncuran kampanye #BanggaDenganWarnaKulitmu yang diselenggarakan Clean & Clear di Jakarta, baru-baru ini.

Vlogger dengan lebih dari 359.000 pengikut di Instagram dan 221.000k pelanggan di channel YouTube ini mengatakan, filter dan manipulasi foto di sejumlah situs media sosial menciptakan generasi remaja yang mudah tepedaya.

“Banyak gadis remaja Indonesia berpikir bahwa mereka akan tampil lebih menarik jika memiliki kulit yang lebih putih. Lingkup luas media sosial semakin menghakimi dalam hal daya tarik. Harga diri seseorang dirusak hanya dikarenakan oleh banyaknya jumlah suka (likes) – atau kurangnya respons terhadap swafoto (selfie) mereka,” kata Abel.

Abel mengaku risau melihat banyak gadis remaja seusia saya yang memiliki warna kulit lebih gelap, terjebak dalam mitos sosial yang mengatakan bahwa hanya anak perempuan dengan kulit putih yang akan lebih sukses. Hal ini menyebabkan rasa kurang percaya diri dalam hidup mereka karena mereka akan merasa tidak cukup cantik.

“Kuncinya adalah memiliki kepercayaan diri. Semua gadis remaja itu cantik terlepas dari warna kulit mereka,” urai Abel.

Menurut psikolog remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, penampilan fisik memang dianggap penting oleh remaja. Sejak pubertas perempuan mulai memperhatikan penampilan secara umum, termasuk warna kulitnya.

Berbeda dengan cara berpakaian dan warna rambut, kulit adalah sesuatu yang sudah terberi dan sulit diubah. Usaha mendapatkan kulit lebih putih mengandung risiko. “Seringkali berefek negatif dan membuat kita lupa dengan hal penting lain,” kata Vera.

Alih-alih sibuk memusingkan warna kulit, Vera mengajak remaja untuk menerima dan bangga dengan warna kulitnya. “Setiap remaja bisa memiliki sikap positif untuk mencari hal positif yang dimiliki saat ini. Dengan begitu tak perlu repot mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengubah wara kulit menjadi putih agar terlihat cantik. Masih banyak potensi diri yang bisa dikembangkan,” bebernya.

Ketimbang sibuk memikirkan warna kulit, fokuskan ke hal lain yang lebih penting, misalnya melakukan hobi yang bermanfaat juga bisa menorehkan prestasi, misalnya memasak, menari atau hal lain.

Mengapa Kulit Putih Dianggap Cantik?

Survei yang dilakukan Clean & Clear terhadap 15 remaja perempuan yang diminta mengurutkan foto perempuan dengan kulit bervariasi yang dirasa paling cantik, dan menginspirasi.

Tidak harus berkulit putih untuk bisa disebut cantik

Hasilnya cukup mengejutkan. Sebagian besar remaja putri mengurutkan foto perempuan dengan kulit putih paling atas, baru disusul perempuan berkulit sawo matang atau gelap di urutan belakang.

“Banyak masyarakat beranggapan, perempuan berkulit putih lebih sukses dalam karier dan percintaan dibandingkan mereka yang berkulit gelap,” kata Brand Manager Clean & Clear Yuni Sulistyo.

Menurut Vera Itabiliana, anggapan yang kadung berkembang ini jelas hanya sebuah mitos. Namun tak bisa dimungkiri, mitos ini telanjur mendarah-daging dan mempengaruhi tingkat percaya diri para remaja, khususnya yang memiliki kulit cenderung gelap.

Vera mengakui, untuk mengubah persepsi ini memang tidak bisa instan. “Kita bisa membantu remaja melihat potensi lain dalam dirinya, sehingga dia nggak hanya memikirkan penampilan fisik, tapi membuat dia lebih positif dalam memandang dirinya sendiri,” ujarnya.

Ketika remaja perempuan nyaman dengan dirinya sendiri, maka dia akan lebih tampil percaya diri dan terlihat cantik. Penting juga menekankan kepada remaja bahwa cantik tak terbatas pada penampilan fisik, tapi juga pengetahuan yang dimiliki perempuan.

“Cantik itu luas. Tidak hanya fisik. Justru kita harus yakinkan bahwa otak kamu berisi itu lebih kelihatan cantik, tidak hanya sekadar ‘cover’nya saja yang cantik,” ujarnya.

Melalui kampanye #BanggaDenganWarnaKulitmu, Clean & Clear mendorong remaja putri di Indonesia untuk bangga dengan warna kulit yang dimiliki.

“Remaja Indonesia punya kesempatan sama untuk sukses, apapun warna kulit yang mereka miliki. Tidak minder kalau punya warna kulit gelap, dan percaya diri dengan kemampuanya, karena semua remaja punya kesempatan yang sama untuk sukses tidak peduli apa warna kulitnya,” pungkas Yuni. (HG)

 

Iklan

From → Beauty & Health

One Comment
  1. Tak semua kulit putih itu cantik cantik itu menurut pandangan seseorang bagi dia cantik bagi orang lain belum.terkadang cantik itu terpancar dari hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: