Lanjut ke konten

Transformasi Total Dian Pelangi

30/05/2017

Hidupgaya – Kiprah Dian Pelangi sebagai desainer fashion muslim selama delapan tahun membuatnya dikenal dunia. Dalam karyanya, desainer lulusan ESMOD ini dikenal kental dengan teknik jumputan (tie-dye).

Dian Pelangi dalam peluncuran re-branding merek Dian Pelangi

Selama 8 tahun meneruskan merek keluarga yang dirintis orangtuanya, Dian merasa sekarang saat yang tepat untuk melakukan re-branding total, mulai dari logo, visual merchandising, packaging, konten, serta desain visual website Dian Pelangi.

“Tidak mudah meyakinkan orangtua saya untuk melakukan ini. Mereka sudah terbiasa dengan merek lama selama puluhan tahun,” kata Dian di sela-sela temu media pergelaran busana bertajuk ‘Titik Temu’ menandai peluncuran re-branding Dian Pelangi di The Hermitage Hotel Jakarta, baru-baru ini.

Waktu delapan tahun juga dijadikan, desainer kelahiran 1991 itu proses negosiasi dan komunikasi meyakinkan orangtuanya bahwa brand Dian Pelangi harus berubah. Untuk melakukan perubahan ini, Dian sengaja memanggil semua pihak terkait, termasuk konsultan, desainer, dan keluarga.

Dian Pelangi dalam peluncuran re-branding merek Dian Pelangi

Dian menyadari, untuk bisa beradaptasi dengan industri fashion dengan persaingan ketat, berani berubah merupakan jawaban untuk bisa tetap eksis. Melejitnya modest fashion (busana santun) dalam beberapa tahun terakhir dan meningkatnya kompetisi merek fashion secara internasional membuat pelaku fashion harus dapat menarik serta memenuhi selera pasar secara global.

“Ini juga yang menjadi landasan kami menjadikan Dian Pelangi membentuk citra yang lebih berkarakter dan modern tanpa meninggalkan ciri khasnya, berpakem pada kain tradisional,” beber Dian.

Dian mengatakan, hasil diskusi dengan tim terkait memutuskan untuk merampingkan tujuh label menjadi empat saja, yaitu Prive, Krama, Nom, dan Men.

Koleksi Label Prive by Dian Pelangi

Desainer kelahiran Palembang ini menjelaskan, Dian Pelangi Prive merupakan label yang mengedepankan couture fashion dan sangat eksklusif karena dibuat hanya untuk acara tertentu seperti saat pergelaran busana.

Sedangkan label Krama hadir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang ingin tampil berkelas  dan elegan. Namanya diambil dari bahasa Jawa yang artinya ‘halus’. Desain Krama mengedepankan kebudayaan Indonesia, khususnya Jawa. Label ini menyasar perempuan dewasa dan matang.

Label Nom, sesuai namanya yang dalam bahasa Jawa berarti ‘muda’ditargetkan bagi kalangan muda. Desain tampil lebih segar, dengan warna-warna berani serta lebih leluasa dalam permainan detail dan motif. Koleksinya ready to wear dan diproduksi dalam skala besar, karena memang untuk busana sehari-hari.

Koleksi Label Krama by Dian Pelangi

Label Men merupakan koleksi busana santun untuk pria. Tim desain Dian Pelangi memilih tetap bermain dengan kain tradisional untuk lini busana ini. “Kami mendesain Dian Pelangi Men dengan menonjolkan nuansa tradisional namun terap modern sehingga bisa dipakai di segala kesempatan,” kata Dian.

Dalam peluncuran re-branding tersebut, Dia juga menggelar fashion show yang menampilkan seluruh labelnya. Label Dian Pelangi Prive bermain dengan kain tradisional handmade, seperti songket dan batik tulis untuk menunjukkan kesan eksklusifnya.

Koleksi Label Nom by Dian Pelangi

Desain Krama di sisi lain, lebih kental dengan budaya, bahkan beberapa busananya terlihat seperti Dodotan Jawa. Ini tak lepas dari upaya Dian menonjolkan sisi budaya dalam label ini. Koleksi Krama banyak menggunakan bahan velvet, sifon, dan sutra.

Nom yang lebih berjiwa muda lebih banyak bermain di katun dan sifon. Cenderung menggunakan bahan ringan, karena untuk sehari-hari. Namun, motif tie-dye tetap ditonjolkan untuk label ini.

Koleksi Label Men by Dian Pelangi

Sedangkan, Men lebih mengedepankan tekstil dan teksturnya lewat bahan rayon, viscose, dan katun. Untuk koleksi Men, Dian mengakui memang tidak banyak motif namun menonjolkan tekstur.

Terkait harga, Prive dibandrol di atas Rp5 juta, Krama berkisar Rp1-5 juta, Men mulai Rp700 ribu-Rp 1,5 juta, dan  Nom, berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta, dan kerudungnya Rp200 ribuan. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: