Lanjut ke konten

Selamat, Inilah Pemenang IndoHCF Innovation Award 2017

26/05/2017

Hidupgaya – Ajang IndoHCF Innovation Award 2017 berhasil menjaring inovator alat kesehatan lokal terbaik. Inovator alat kesehatan yang sukses masuk 10 besar akan didorong untuk masuk pasar global mengingat  harga yang terjangkau dan efektif dalam penggunaanya.

Executive VP & Senior Managing Director PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED) Rufi Susanto (kanan) dan Ketua Umum IndoHCF, DR. dr. Supriyantoro, SpP, MARS (kiri)

Menurut Executive VP & Senior Managing Director PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED) Rufi Susanto, partisipan dalam ajang IndoHCF Award ini sangat berkualitas sehingga mereka bersaing makin ketat. Rufi mengakui bakat dan talenta inovator Indonesia saat ini cukup mengesankan. “Kita bisa bawa inovasi kita ke luar negeri sehingga ke depannya kita bisa bersaing di pasar global,” kata Rufi di sela-sela malam penghargaan ajang IndoHCF Innovation Award 2017 yang berlangsung di Hotel Raffles Jakarta, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu Rufi menjelaskan, idsMED saat ini telah berada di 8 negara, sehingga ketika karya terbaik anak negeri yang layak untuk masuk pasar industri kesehatan global, langsung bisa dipasarkan. “Apalagi harganya kompetitif. Kita harus percaya diri. Jangan hanya manfaakan produk luar negeri (impor) kemudian pasang di sini. Ini merendahkan inovasi atau karya anak bangsa,” imbuhnya.

IndoHCF Award ini merupakan program CSR dari idsMED, distributor alat kesehatan berskala besar seperti perlengkapan kamar operasi, dll.

Pemenang IndoHCF Innovation Award 2017

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum IndoHCF, DR. dr. Supriyantoro, SpP, MARS, mengajak para pelaku industri kesehatan untuk memanfaatkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara tajam.  “Manfaatkan celah kegiatan yang belum terbiayai pemerintah baik di pusat mapun di daerah,” ujarnya.

Supriyantoro mencontohkan ajang indoHCF, yang ternyata mendapatkan animo besar dari berbagai daerah  untuk menunjukkan kreativitasnya. “IndoHCF Award pertama ini banyak peminatnya. Yang daftar hingga 194 karya dari 25 provinsi. Kami yakin masih bayak yang belum terungkap. Mutiara yang terpendam itu harus kita gosok terus,” imbuhnya.

Sudah banyak alat kesehatan yang diciptakan oleh produsen lokal dengan harga murah namun kualitasnya bagus. “Ini yang perlu kita angkat ke permukaan hingga pasar global,” ujar Supriyantoro.

Pemenang IndoHCF Innovation Award 2017

Daftar Pemenang IndoHCF Innovation Award 2017

Terkait dengan ajang IndoHCF Innovation Award 2017, terdapat lima kategori penghargaan yang ditampilkan, yaitu Inovasi SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) Pra-RS, Inovasi Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Inovasi Alat Kesehatan, Inovasi E-Health, dan Inovasi Seni Kreasi Promosi Kesehatan.

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, terpilih para juara di masing-masing kategori, yaitu:

Pemenang IndoHCF Innovation Award 2017

1. Inovasi SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) Pra-RS

Juara 1: PSC Kabupaten Tulungagung

Juara 2: Si Pena Emas Melalui Brigade Siaga Bencana (BSB) Kaupaten Bantaeng

Juara 3: Si Cepat Ambulan Hebat Kota Semarang

Masing-masing mendapatkan  trofi dan hadiah berupa alat kesehatan

2. Inovasi Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)

Juara 1: Bergandengan Tangan Menyelamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir Di Kabupaten Tangerang

Juara 2:  Rindu KIA dari Kabupaten Kulon Progo

Juara3: Gerakan Peduli Keluarga (Garpu) dari Kabupaten Kediri

Masing-masing pemenang mendapatkan trofi dan alat kesehatan

3. Inovasi alat kesehatan

Juara 1:  Inovasi Videolaryngoscope Kualitas Mercy Seharga Panci: BLACK BOX VL-SCOPE karya dr. Soni Sunarso Sulistiawan, SpAn, FIPM – Dept. Anestesiologi Dan Reanimasi FK Unair.

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp50 juta

Juara 2: POSTWEC ( Power Standing Electric Wheel Chairs) karya Thasya Tamara Putri, Siswa SMA Muhammadiah Sidoarjo.

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp30 juta

Juara 3: NIVA: Sistem Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskular Untuk Pencegahan Penyakit Jantung dan Stroke karya dr. HASBALLAH ZAKARIA, S.T., M.Sc.

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp20 juta

Pemenang IndoHCF Innovation Award 2017

4. Inovasi E-Health

Juara 1: LACAK MALARIA, Aplikasi Pelaporan Cepat Penderita Malaria Melalui Hp, karya Firmansyah dari Halmahera Selatan.

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp50 juta

Juara 2:  Merealisasikan Pemrosesan Data Kesehatan Keluarga (KESGA) Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) dari 0% menjadi 100% karya dr. Ajeng Sekartiwi .

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp30 juta

Juara 3: Emergency Medical Information System karya dr. med. Agung Budi Sutiono, SpBS(K), PhD, Sci.

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp20 juta

5. Inovasi Seni Kreasi Promosi Kesehatan

Juara: Promosi 10 Pedoman Gizi Seimbang untuk Anak Sekolah  karya PKGK FKM UI

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp20 juta

Juara 2: 1000 Jamban Untuk Roro Jomplang karya Manis Manjha

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp15 juta

Juara3: Edan-Edanan Nginceng Wong Meteng karya MProject.

Mendapatkan trofi dan uang tunai Rp10 juta

Inovasi Unik dan Kreatif

Terkait dengan inovasi alat kesehatan, Inovasi Videolaryngoscope Kualitas Mercy seharga Panci: Black Box VL-Scope. Inovasi yang diklaim murah ini terdiri dari bilah laryngoscope biasa serta berbagai bentuk modifikasinya dan sebuah kamera endoskopi.

“Harganya sesuai permintaan. Bisa mulai dari Rp200 ribua hingga Rp1 jutaan. Kelebihan alat ini merekam audiovisual yang terjadi selama proses laringoskopi dan hasilnya dapat disimpan berupa softcopy di dalam komputer/smartphone. Kalau yang produk impor harganya bisa puluhan juta dan hanya merekam visual saja,” kata dr. Soni Sunarso Sulistiawan, SpAn, FIPM, pemimpin proyek Black Box VL-Scope.

Soni menguraikan, Pembuatan Videolaryngoscope ini dipadukan dengan sebuah perangkat lunak dan layar komputer jinjing. Proses laringoskopi dapat terlihat dari layar yang dapat dihubungkan ke layar komputer maupun smartphone.

Temuan alat kesehatan yang juga menarik adalah peserta dari SMA Muhammadiah Sidoarjo juga yang menciptakan Kursi Roda listrik bagi pasien disabilitas dan lansia yang membantu untuk berdiri otomatis dengan kontrol joystick. “Kursi ini kita jual 10 juta saja. Kalau yang dari luar tentu lebih mahal,” kata Tasya, perwakilan inovator kursi roda listrik tersebut.

Kategori Inovasi KIA, yaitu Rindu KIA karya drg. Hunik Rimawati M.Kes, adalah suatu sistem pemantauan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi/anak dengan menggunakan komunikasi lancar, cepat dan tepat dari berbagai pihak di tingkat kecamatan dan kabupaten dan stake holder lain melalui Whatsapp Goup atau telepon. “Sehingga semua ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi/anak yang memerlukan rujukan karena kegawatdaruratan dapat segera dirujuk dan dilayani dengan cepat dan tepat,” ujar Hunik.

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: