Lanjut ke konten

Inilah Alasan Klasik Anak Melewatkan Sarapan

12/04/2017

Hidupgaya – Sarapan merupakan hal yang seharusnya dijalankan, khususnya untuk anak-anak, sebagai ‘bahan bakar’ mereka untuk menyerap pelajaran di sekolah hingga jam makan siang tiba.

Biasakan anak sarapan sehat sebelum berangkat sekolah.

Sayangnya, kebiasaan sarapan masih kerap ditinggalkan anak-anak. Ada beragam alasan mengapa anak-anak ini tidak sarapan, antara lain tidak ada waktu karena telat bangun, tidak tersedia makanan hingga anak masih kenyang karena makan malam yang terlalu banyak sebelum tidur.

Hal ini tentu amat disayangkan karena sarapan sehat memiliki manfaat membuat tubuh kuat, sehat, cerdas, dan bersemangat di pagi hari, demikian disampaikan Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Hardinsyah.

Menurut Hardinsyah, 59 persen anak sulit bangun di pagi hari sehingga melewatkan sarapan. “Bisa jadi karena dibiarkan nonton hingga larut sehingga telat tidur,” ujar Hardinsyah saat konferensi pers peluncuran program Pendidikan Sarapan Sehat yang diselenggarakan Pergizi Pangan dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk di Jakarta, Senin (10/4).

“Karena sulit bangun dan telat, membuat anak terburu-buru sehingga melewatkan sarapan. Makanya penting bagi orangtua untuk mengatur agar anak cepat tidur dan cepat bangun,” ujarnya.

Alasan lain yang membuat anak malas sarapan adalah karena dia masih merasa kenyang. “Anak sulit sarapan 19 persen disebabkan karena terlalu banyak makan ketika malam,” urai Hardinsyah.

Hal ini masuk akal, karena ketika anak begadang hingga larut biasanya ia banyak mengonsumsi makanan sehingga di pagi hari merasa kenyang.

Tidak tersedianya makanan di pagi hari juga menjadi alasan anak-anak tidak sarapan. Hal ini bisa disiasati dengan menyediakan makanan di malam hari, jika orangtua ternyata bekerja dan tidak sempat memasak di pagi hari.

Untuk meminimalkan kemungkinan anak melewatkan sarapan akibat telat bangun, Hardinsyah menyarankan agar orangtua membiasakan anak tidur sebelum jam 21.00. “Biasakan anak makan malam sebelum jam 19.30 atau tidak segera tidur setelah makan. Di pagi harinya, biasakan untuk bangun satu jam sebelum berangkat sekolah, jadi masih ada waktu untuk sarapan,” imbuhnya.

Bila tidak sempat sarapan, siapkan bekal sehat untuk anak. Apabila tidak sempat juga menyiapkan bekal sehat, bisa memberikan uang saku kepada anak dengan pesan untuk membeli jajanan aman di sekolah.

“Orangtua juga sebaiknya tahu jajanan aman apa saja yang ada di sekolah sehingga bisa memberikan pesan spesifik di mana anak sebaiknya jajan,” ujar Hardinsyah.

Dia menekankan, orangtua juga harus bisa menjadi contoh bangun pagi dan sarapan. “Kebiasaan orangtua yang tidak pernah sarapan bisa jadi teladan buruk bagi anak,” tandasnya.

Sarapan tak hanya membantu anak fokus belajar, namun juga memiliki manfaat sosial. Menurut lebih dari 100 penelitian sarapan di Harvard, sarapan bisa melatih anak disiplin makan, bangun, dan tidur. Bahkan untuk keluarga besar, sarapan bisa membangun kebersamaan dalam keluarga.

Pentingnya Pendidikan Sarapan Sehat

Untuk menggaungkan pentingnya sarapan, maka diperlukan pendidikan agar orangtua dan anak-anak memahami pentingnya sarapan yang sehat. Untuk itu, perlu keterlibatan pihak swasta dan lembaga pendidikan.

Kegiatan bertajuk Pendidikan Sarapan Sehat ini, kata Hardinsyah, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak dan guru sekolah serta orangtua mengenai pentingnya sarapan sehat.

Terkait hal ini, Pergizi Pangan menggelar acara antara April dan Mei tahun ini, yang melibatkan 26.500 orang yang tersebar di 11 kota, antara lain Tangerang, Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, dan Wonogiri.

Tahap pertama kegiatan dilangsungkan di Tangerang selama 3 hari yang melibatkan relawan dari perguruan tinggi dan sekolah. Hardinsyah mengatakan, di perguruan tinggi dosen dan mahasiswa ikut terlibat. Sedangkan di sekolah melibatkan siswa dan guru.

Kegiatan ini mencakup pelatihan fasilitator dan koki, pelatihan sarapan sehat bagi guru, edukasi sarapan sehat, dan lomba foto dan video. “Agar pesan sarapan sehat mudah dipahami dan diterapkan, kami menggunakan media pendidikan yang menarik, seperti komik Ayo Sarapan Sehat dan Cakram Alternatif Sarapan Sehat,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Stefanus Indrayana mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan Pendidikan Sarapan Sehat. “Indofood ingin memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan gizi bangsa,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan gizi seimbang, kata Indrayana, edukasi gizi yang terus menerus perlu dilengkapi dengan contoh penerapannya dalam menu sehari-hari.  Dukungan Indofood ini sudah berlangsung sejak 2015. (HG/dokterdigital)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: