Lanjut ke konten

Nuansa Keanggunan Gita Orlin

12/02/2017

Hidupgaya – Nama Gita Orlin mungkin belum terlalu akrab di telinga para pencinta mode ibukota. Namun di Surabaya, nama desainer yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur ini cukup berkibar.

Karya Gita Orlin di Indonesia Fashion week 2017 (dok. Gita Orlin)

Karya Gita Orlin di Indonesia Fashion week 2017 (dok. Gita Orlin)

Sarjana Hukum lulusan Universitas Airlangga ini memiliki passion yang kuat di dunia fesyen, menekuninya sejak SMP dan menjalankan bisnisnya sejak 6 tahun silam. Nama Gita Orlin berkibar kencang di Instagram, terutama di kalangan konsumen yang menyukai garis rancang ibu dua anak ini.

Perempuan yang mengenakan hijab sejak dua tahun silam ini memiliki ciri khas dengan nuansa klasik romantis di setiap rancangannya. “Saya menyukai busana feminin dan itu saya wujudkan dalam garis rancang. Alhamdulillah mendapat sambutan hangat dari konsumen,” ujar Gita dalam bincang-bincang dengan Hidupgaya.co di perhelatan Indonesia Fashion Week 2017 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, baru-baru ini.

Karya Gita Orlin di Indonesia Fashion week 2017 (dok. Gita Orlin)

Karya Gita Orlin di Indonesia Fashion week 2017 (dok. Gita Orlin)

Ini kali pertama Gita mengikuti pergelaran mode di IFW. “Diajak oleh pengurus APPMI Jawa Timur. Saya sanggupi saja, ini kesempatan baik untuk mengenalkan karya saya,” ujar desainer busana yang mengaku belajar otodidak ini.

Orlin terjun ke dunia fesyen bisa dibilang kebetulan. “Suami nggak ngebolehin kerja kantoran. Menikah dua tahun belum kunjung punya anak, jadilah saya mulai mengutak atik baju. Bikin contoh dan ternyata disukai. Banyak teman memesan,” kata desainer yang bergabung di APPMI Jawa Timur pada 2015.

Saat SMP, Orlin sudah tertarik merombak baju. “Tiap beli baju, ada saja yang saya rombak. Saya ubah ke bentuk yang lebih feminin, sesuai selera saya,” ujar ibu dua anak usia 8 dan 6 tahun ini.

Gita Orlin banyak mendesain busana untuk muslimah, dengan target perempuan usia 30-an. “Para mamah muda untuk keperluan arisan, kondangan atau bahkan untuk bekerja,” ujarnya.

Karya Gita Orlin di Indonesia Fashion week 2017 (dok. Gita Orlin)

Karya Gita Orlin di Indonesia Fashion week 2017 (dok. Gita Orlin)

Label Orlin digunakan desainer ini, dan memiliki penggemar loyal di Instagram @gitaorlin. “Saya membuat gaun-gaun semi party, kasual namun ke arah glamor dengan detil bordir, payet, juga menggunakan kristal swarovski untuk kesan mewah,” bebernya.

Pilihan warna busana Orlin lebih ke arah gelap, misalnya merah marun dan hitam atau pastel. “Saya menyukai garis rancang desainer Elie Saab, feminin romantis,” ujarnya.

Elie Saab adalah desainer fesyen kebangsaan Lebanon yang mendunia. Karyanya banyak dipakai selebritas terkemuka dunia. Perancang busana ini memiliki workshop utama di Lebanon, juga di Milan, Italia dan Paris, Prancis.

Gita Orlin (kanan) berpose bersama desainer APPMI Jeny Tjahjawati (dok. Gita Orlin)

Gita Orlin (kanan) berpose bersama desainer APPMI Jeny Tjahjawati (dok. Gita Orlin)

Di perhelatan IFW 2017, Orlin menampilkan busana ready to wear yang terinspirasi dari sisik ikan unik Coelacanth yang hidup di perairan Manado, tepatnya di Taman Laut Bunaken. “Koleksi ini diperkaya aksen bordir seperti sisik ikan dengan bunga-bunga. Idenya dating dari ikan coelacanth saat saya diving di Bunaken. Bahannya menggunakan suede yang dibordir seperti sisik ikan,” urai Orlin yang belakangan ini merancang busana muslim juga modest wear.

Khusus untuk pergelaran di IFW 2017, Orlin menyakikan 12 koleksi, di mana 6 busana kasual semi pesta dan 6 gaun. Harga busana dibanderol antara Rp1 juga hingga Rp6 juta. Sebanyak 8 busana sudah terjual saat wawancara dilakukan.

Jauh sebelum mengikuti ragam pergelaran busana, karya Gita Orlin lebih dulu dikenal luas konsumen melalui Instagram. Melalui IG @gitaorlin rata-rata setiap bulan terjual 100 busana.

“Saya memakai sistem sampel. Saya buat beberapa contoh baju, kemudian saya unggah di Instagram untuk buka pesanan. Ini cara lebih efektif sekaligus bisa mengukur selera pasar. Begitu ada pesanan, baru dibuatkan,” ujar penggemar perhiasan berlian ini sumringah.

Gita Orlin bersama busana rancangannya yang ditampilkan di IFW 2017 (dok. Gita Orlin)

Gita Orlin bersama busana rancangannya yang ditampilkan di IFW 2017 (dok. Gita Orlin)

Sistem pesanan ini dalam dua hingga tiga minggu sudah jadi, dengan harga rata-rata Rp1 juta per baju.

“Untuk menyiasati pasar yang berputar cepat, saya ganti gaya tiap dua bulan sekali. Memang dituntut kreatif agar konsumen tidak bosan,” ujarnya.

Tidak takut karyanya dicontek? “Saya percaya rezeki tak salah alamat. Kalua ada yang mau meniru silakan saja. Ini malah menuntut saya lebih kreatif berkarya,” kata Orlin yang mempekerjakan 15 karyawan untuk membantu bisnis busananya.

Pembeli karya Orlin tersebar di Jawa hingga Kalimantan dan Sulawesi. Selain menjual melalui IG, Orlin juga membuka butik yang menyatu dengan rumah tinggalnya.(HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: