Lanjut ke konten

Sepenggal Kisah 4 Perempuan Inspiratif Oriflame Indonesia

04/02/2017

Hidupgaya – Jadi perempuan masa kini tak ada waktu untuk berkeluh kesah karena beragam tanggung jawab siap disandang. Menjadi ibu, istri juga makhluk  sosial membutuhkan ketahanan yang membuat perempuan harus tegar tangguh tahan banting.

Mengembangkan diri, mengejar mimpi dan berani keluar dari zona nyaman adalah hal yang layak dilakukan untuk kemajuan diri, keluarga dan bahkan mendedikasikan karya untuk sesama.

oriflame-charity

CSR Oriflame Indonesia untuk pemberdayaan PAUD (dok. Hidupgaya)

Sebagai perusahaan kosmetik yang kebanyakan ‘karyawannya’ adalah perempuan, Oriflame yang berbasis penjualan langsung ini merilis kampanye khusus perempuan bertajuk Celebrating Inspiring Women. Kampanye ini dirilis bersamaan dengan perayaan Bulan Perempuan Internasional yang diperingati setiap Februari.

Terkait dengan kampanye ini, perusahaan kosmetik dan perawatan kulit yang berbasis di Swedia ini menghadirkan empat perempuan tangguh dan inspiratif dalam katalog terbarunya. Keempat perempuan ini adalah Ferry Yuliana, pemilik Brand Gendhis Bag; Ayla Dimitri, Beauty dan Fashion Blogger; Cynthia Venika Lioe, Top Leader Oriflame Indonesia; Andrina Kustiwulan, Direktur Keuangan Oriflame Indonesia.

Ferry Yuliana yang berprofesi sebagai dokter gigi ini bahkan pernah menerima penghargaan Upakarti dari pemerintah pada 2012 berkat kegigihannya mendorong dan menggerakan perempuan di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan berbagai bahan lokal alami untuk dijadikan produk tas yang bernilai tinggi.

Ferry Yuliana, pengusaha Gendhis Bag (dok. Hidupgaya)

Ferry Yuliana, pengusaha Gendhis Bag (dok. Hidupgaya)

Perjalanan hidup ibu beranak tiga ini tak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah mengalami masa-masa kelam dan pahit ketika harus mengambil alih tanggung jawab menafkahi keluarga karena sang suami terpuruk.

Berkat kegigihan dan kerja keras serta doa yang dilantunkan sang ibunda, Ferry berhasil bangkit dan tegar merintis bisnis Gendhis Bag, yang mengambil bahan lokal yang dianggap tidak berharga menjadi karya bernilai tinggi.

Ferry membina warga di sekitar tempat tinggalnya dengan sistem plasma dan memberdayakan mereka untuk menciptakan produk bernilai yang memiliki nilai jual tinggi. Atas kegigihan ini, bisnis tasnya mulai menggeliat dan Gendhis Bag berhasil menembus pasar ekspor.

Ferry menuturkan, keberhasilan menjalani bisnis adalah rasa senang. “Kalau kita senang, Insya Allah akan ringan hati menjalaninya. Saya bersyukur mendapat dukungan luar biasa dari ibu, sosok inspirasi saya,” ujar Ferry saat peluncuran kampanye Celebrating Inspiring Women di Mal Kota Kasablanka Jakarta, baru-baru ini.

Ferry mengaku jatuh cinta dengan bahan-bahan natural asli Indonesia yang sekilas tak berharga. Pada tahun 2012, ia diganjar Upakarti karena dinilai berhasil mengangkat bahan rotan di Kalimantan Selatan bersama warga sekitar menjadi tas bernilai jual tinggi yang dibuat dengan tangan. Tas ini sukses menembus pasar Amerika dan Jepang, dijual di pusat belanja bergengsi.

Bukan hanya mengembangkan tas dari rotan, produk Gendhis Bag juga dibuat dari eceng gondok, tanaman yang dianggap sebagai gulma (tanaman pengganggu) yang lazim ditemukan di perairan, misalnya di Rawa Pening, Jawa Tengah. Bisnis Gendhis Bag melaju, dan kini sudah punya cabang di Texas, Amerika Serikat.

Upaya Ferry untuk terus berkreasi dalam menciptakan karya dari bahan natural Indonesia tak pernah berhenti. Tekadnya kuat untuk mengeksplorasi berbagai wilayah di Tanah Air guna meningkatkan kapasitas warga, khususnya perempuan agar bisa mandiri dan berkontribusi, minimal di wilayah sendiri.

Tercatat sudah ribuan perempuan yang dibinanya di banyak daerah di Indonesia. “Saya senang banyak perempuan berdaya,” ujarnya.

Sosok lain yang diangkat sebagai perempuan inspiratif Oriflame adalah Andriana, yang kerap disapa Tiwuk. Ibu dua anak ini menikah muda dan mengaku pernah ‘mengorbankan’ masa mudanya untuk mengurus anak-anak.

Andriana, Direktur Keuangan Oriflame Indonesia (dok. Hidupgaya)

Andriana, Direktur Keuangan Oriflame Indonesia (dok. Hidupgaya)

“Saya harus melupakan mimpi untuk mengejar master di luar negeri karena mempertimbangkan keluarga,” ujar perempuan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini.

“Cita-cita saya dulu arsitek, namun banting stir ke ekonomi akuntansi karena ketika itu ibu saya bilang arsitek lebih banyak tugas di lapangan, saya nggak bisa tampil cantik,” imbuh Tiwuk sembari tertawa ringan.

Perempuan yang menjabat sebagai direktur keuangan di Oriflame ini mengaku terinspirasi dari para perempuan hebat yang menjadi ‘konsultan’ – sebutan untuk tenaga penjualan di Oriflame. “Mereka perempuan hebat,” kata Tiwuk yang juga terlibat dalam membantu organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan pembangunan daerah terpencil.

Akan halnya Cynthia, perempuan ini boleh dibilang mengalami transformasi dari sosok pemalu, tidak punya banyak teman dan sulit berkomunikasi menjadi perempuan ‘berbeda’ yang memetik kesuksesan dari berbisnis sebagai ‘konsultan’ di Oriflame.

Cynthia, Top Leader Oriflame Indonesia (dok. Hidupgaya)

Cynthia, Top Leader Oriflame Indonesia (dok. Hidupgaya)

Awalnya Cici – sapaan Cynthia, menolak bergabung dengan Oriflame karena kurang percaya diri. Namun setelah tahu banyak perempuan berhasil berkat bisnis penjualan langsung ini, perempuan yang terlahir dari keluarga besar ini – 12 bersaudara, memantapkan diri bergabung di Oriflame sebagai konsultan penjualan independen.

Cici sudah bergabung di Oriflame selama 20 tahun dan merasakan memetik banyak pelajaran berharga, termasuk perjalanan gratis ke luar negeri berkat pencapaian bisnisnya. Hasil kerja kerasnya berhasil membawanya menjadi Top Leader di Oriflame Indonesia.

Ayla Dimitri, Beauty & Fashion Blogger (dok. Hidupgaya)

Ayla Dimitri, Beauty & Fashion Blogger (dok. Hidupgaya)

Perempuan terakhir yang menjadi sosok inspiratif Oriflame adalah Ayla Dimitri. Perempuan yang rela meninggalkan pekerjaan lamanya di media untuk menjadi fashion and beauty blogger dalam menggapai mimpinya, yaitu berkiprah di bidang yang kini ditekuninya.

“Saya ingin mengajak perempuan untuk berani mengejar mimpinya. Perempuan punya banyak keunggulan, harus berani meningkatkan kemampuan dan kelebihan diri,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Marketing Indonesia Mona Meer mengatakan semua orang berhak mendapat kesempatan yang sama. “Oriflame selalu mendukung para perempuan yang berani menerobos hambatan dan memerluas wawasan mereka untuk mencapai cita-cita mereka dan menjadi inspirasi bagi orang lain,” tandas Mona. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: