Lanjut ke konten

Miarosa Mantap Berhijrah

29/01/2017

Hidupgaya – Di usia menapaki 17 tahun, Miarosa, sebuah sanggar rias dan busana yang populer di kalangan calon pengantin memutuskan ‘hijrah’.

Jika dulu dikenal sebagai sanggar rias dan busana pengantin tradisional Nusantara, kini Miarosa memutuskan hijrah dan memantapkan diri sebagai Sanggar Rias dan Busana khusus Hijab.

Samia nahdi (tengah) bersama model yang memeragakan koleksi Miarosa.

Samia nahdi (tengah) bersama model yang memeragakan koleksi Miarosa.

Hijrahnya Miarosa ini diumumkan dalam sebuah acara “Reborn 17 Tahun Miarosa” yang berlangsung di Glasshouse Suasana Restaurant, Aston Kuningan Suite, Jakarta Selatan, pertengahan Januari lalu.

Miarosa sejatinya merupakan bisnis keluarga. Nama Miarosan sendiri berasal dari Mia= Samia, Ro= Romzi, Sa= Said. Samia Nahdi, salah satu pendiri Miarosa mengisahkan, usaha ini dimulai di paviliun sebuah rumah di Perumahan Utama, Pondok Bambu, Jakarta Timur pada 2000.

Memasuki tahun keempat, Miarosa pindah ke garasi rumah kediaman pemilik Miarosa, di Jl. Miana Pondok  Bambu. Bisnis keluarga ini berjalan di sini pada 2004 hingga 2009.

Kegigihan Samia dalam mengenalkan Miarosa mulai terlihat hasilnya. Garasi rumah yang disulap menjadi gerai sanggar rias dan busana tidak cukup dan dirasa kurang nyaman untuk para calon pengantin.

Koleksi busana pengantin Miarosa.

Koleksi busana pengantin Miarosa.

Maka dicarilah sebuah rumah yang cukup nyaman untuk menampung para calon pengantin yang dilengkapi area parkirnya. Tak lama kemudian butik Miarosa pindah ke Jl. Bambu Duri, masih di daerah Pondok Bambu.

Samia mengenang, perjalanan di Bambu Duri, penuh warna. Selama di Bambu Duri inilah, Miarosa semakin mengokohkan diri dan kemantapannya sebagai sebuah sanggar rias dan busana.

Di Bambu Duri bertahan selama 3 tahun, tepatnya 2009 – 2011. “Alhamdulillah bertepatan dengan kelahiran anak ketiga, Miarosa sudah menempati sanggar rias dan busana milik sendiri,” kata Samia  di sela-sela acara “Reborn 17 Tahun Miarosa” di Jakarta, baru-baru ini.

Sejak 2011, Miarosa menjalankan bisnisnya di Jl. Bambu Asri Raya No. 6 Pondok Bambu, Jakarta Timur. “Terlalu banyak kisah yang harus dituangkan yang mewarnai perjalanan selama 17 tahun, baik suka maupun duka,” ujar Samia.

Koleksi busana pengantin Miarosa.

Koleksi busana pengantin Miarosa.

Usaha yang dijalankan berdasar keridhoan Allah SWT ini mulai menunjukkan jalan terang. Samia mengungkapkan, tapak kaki yang dimulai dari kaki kanan akan menapak terus untuk menaungi kepiawaian karyawan Miarosa dan kebutuhan calon pengantin yang selalu menanti hari bahagianya.

Soal keputusan Miarosa hijrah, menurut Samia bukanlah tanpa alasan. Keputusan hijrah ini sudah melalui pertimbangan matang. “Jauh sebelumnya, dari tahun 2013, hampir 80 persen pengantin-pengantin Miarosa mengenakan hijab. Seiring perjalanan waktu, permintaan busana pengantin hijab semakin meningkat. Bahkan di tahun 2015 hampir 90 persen pengantin-pengantin Miarosa mengenakan hijab,” beber Samia.

Bukan itu saja, berdasar penelusuran dan sejumlah testimoni pelanggan, mereka puas atas layanan yang diberikan sanggar rias dan busana pengantin itu. “Berdasarkan pengalaman para pengantin yang dipegang oleh Miarosa, mereka mengatakan bahwa make up, hair do, dan gaya hijab yang kami lakukan selalu up to date,” ujar Samia sumringah.

Pada peluncuran Miarosa Reborn tersebut, juga dilakukan bincang-bincang dengan pembicara, penasihat Indonesia Fashion Chamber (IFC) yang juga salah satu desainer terkemuka Tanah Air, Taruna K. Kusumayadi, serta Soraya Larasati, pesohor yang menggunakan jasa Miarosa saat menjadi pengantin.

Busana pengantin koleksi Miarosa.

Busana pengantin koleksi Miarosa.

Taruna memberikan masukan untuk busana pengantin hijab yang ingin menampilkan unsur tradisionalnya dapat juga dikembangkan dari daerah asalnya. “Busana pengantin hijab sekarang lebih cenderung dengan bridal ala barat, akan lebih bagus tetap mengedepankan sisi tradisional seperti penggunaan kain Indonesia,” saran Taruna.

“Kita dapat memasukkan ornamen tradisionalnya, misalnya saja busana tradisional Palembang yang kita wakilkan dengan songketnya atau motif tradisional berupa embroidery (bordir). Embroidery dapat diletakkan di busana pengantin sebagai aplikasi. Begitupun dengan songket, yang bisa dijadikan aplikasi di bagian manset dari busana pengantin pria,” imbuhnya.

Soraya Larasati yang kini tampil berhijab mengakui bahwa hadirnya Miarosa sangat membantu para calon pengantin yang berhijab. “Saya puas dengan Miarosa. Mereka sangat membantu, karena umumnya calon pasien kan banyak maunya. Butuh diskusi berbulan-bulan antara saya dan Miarosa. Namun itu terbayarkan saat hari H,” ujar Soraya.

Koleksi busana pengantin Miarosa.

Koleksi busana pengantin Miarosa.

Tak Meninggalkan Ciri Khas

Ciri khas desain besutan Samia untuk Miarosa adalah kerah shanghai, semacam kerah dengan desain tinggi yang menutupi leher. “Ini merupakan salah satu ciri khas desain Miarosa, sehingga saya memutuskan untuk hijrah. Kami juga mengeksplorasi lagi para make up artist dan gaya hijab di Miarosa sehingga selalu menghadirkan gaya baru untuk  pengantin yang berhijab,” jelas Samia.

Di perhelatan yang sama juga dilakukan pergelaran busana yang menampilkan lima gaya busana pengantin Nusantara, mencakup adat Sunda, Minang, Makassar, Palembang, Betawi, dan tiga gaya pengantin hijab nasional.

Semoga makin sukses ke depannya, Miarosa. Berdakwah sembari berbisnis, mengapa tidak? (HG)

 

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: