Lanjut ke konten

Meleburkan Gaya dan Kenikmatan Dalam Secangkir Kopi

29/10/2016

Hidupgaya – Kopi dikenal sebagai minuman yang sangat khas baik dari aroma maupun rasa yang dihasilkan. Kenikmatannya saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus penghubung dalam berkomunikasi.

Kebanyakan orang mengandalkan secangkir kopi agar membuat mereka ‘melek’ dan waspada, serta menjadi penyemangat untuk memulai hari.

Menurut data, Indonesia menjadi negara dengan konsumsi kopi terbesar nomor 4 di dunia. Urutan pertama Amerika, 797.000 ton kopi/tahun lalu Brazil, 676.000 ton/tahun, Jerman, 375.400 ton/tahun, dan Indonesia, 250.000 ton/tahun.

Kenikmatan secangkir Top White Coffee untuk menyemangati hari.

Kenikmatan secangkir Top White Coffee untuk menyemangati hari.

Rasa dan aroma dalam secangkir kopi mampu mencairkan suasana sekaligus membuat komunikasi berjalan lebih lancar. Tidak heran bila seseorang mengajak rekannya untuk bertukar pikiran atau pun berbagi cerita, maka ia akan mengajaknya minum kopi di kedai kopi.

Tren yang juga telah berlaku di kota-kota besar, kedai kopi banyak dimanfaatkan sebagai tempat pelepas dahaga sekaligus mencairkan pikiran.

Kedai kopi bertebaran bak jamur di musim hujan sebagai penunjang gaya hidup kaum urban. Tidaklah mengherankan jika Top White Coffee produksi Wings Food merambah kehidupan kaum urban dengan menjadi sponsor kopi resmi di ajang Jakarta Fashion Week 2017 yang dihelat di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakan Marketing Manager Top White Coffee, Tan Yen Man, Top White Coffee memang dirancang hadir lebih kekinian dan menjawab kebutuhan pasar dengan gaya hidup yang praktis semakin modern. “Hadirnya Top White Coffee di JFW 2017 mempertegas posisi kopi sebagai atribut lifestyle dari kaum urban,” kata Yen Man dalam bincang-bincang bersama media.

Bukan hanya menjadi kopi resmi perhelatan fesyen yang banyak dinanti para fashionista ibukota, Wings Food juga merilis tumbler eksklusif untuk menemani aktivitas para desainer dan para model.

Konferensi media Top White Coffee di Jakarta Fashion Week 2017.

Konferensi media Top White Coffee di Jakarta Fashion Week 2017.

Di kesempatan yang sama juga hadir Abimana Aryasatya, aktor muda yang sedang baik daun yang didaulat menjadi Brand Ambassador Top White Coffee. Abi ditunjuk sebagai duta karena dinilai mewakili kepribadian Top White Coffee yang muda, bersemangat dan menginspirasi orang lain.

“Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup jaman sekarang. Terutama bagi para pekerja kreatif, sering sekali kopi jadi teman berpikir dan memunculkan ide-ide seru. Nyawa belum ‘ngumpul’ rasanya kalau belum ngopi,” kata Abimana.

Pilihan jatuh ke Top White Coffee karena selain praktis, kata Abimana, minum berkali-kali nggak bikin perut cranky.

Kopi Bukan Lagi Minuman Orang Tua

Kopi menjadi minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi orang Indonesia. Data dari LPEM UI tahun 2013, menunjukkan konsumsi kopi domestik mencapai 1 kg/kapita/tahun.

Sementara itu, data dari ICO (International Coffee Organization) menunjukkan, pertumbuhan peminum kopi di Indonesia berkembang pesat, bahkan lebih besar (>8%) daripada dunia (6%).

Menurut pakar kopi Adi Taroe Pratjeka, ini didasari oleh tren ngopi ke kedai kopi mahal dan menikmati kemudahan kopi di rumah tinggal.  Kini terjadi perubahan usia peminum kopi. “Dulu, kopi adalah minuman orang tua. Sekarang, anak muda dan remaja juga bisa menikmati kopi,” ujar Adi.

Konferensi media Top White Coffee di Jakarta Fashion Week 2017.

Konferensi media Top White Coffee di Jakarta Fashion Week 2017.

Kini kopi dipandang sebagai minuman yang fun, bukan minuman orang tua yang serius. Peminum kopi awal biasanya memilih kopi yang dicampur gula dan krimer, yang rasa kopinya lebih halus dan manis. “White coffee bisa menjadi pilihan untuk peminum seperti ini,” ujar Adi.

Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi di Indonesia semakin bergairah. Produksi kopi olahan pun makin berkembang, menawarkan kopi yang praktis tanpa kehilangan citarasa kopi asli. “Dan, kemudahan menyeduh kopi instan itu yang tidak terkalahkan,” ujar Adi.

Top White Coffee menampilkan citarasa khas white coffee yang sesungguhnya, dengan rasa kopi yang tetap tasteful. Nikmat diminum panas maupun dingin, tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut sehingga aman untuk diminum berkali-kali.

Kolaborasi Top White Coffee dengan Lotuz

Selain menjadi sponsor resmi ajang Jakarta Fashion Week 2017, Top White Coffee berkolaborasi dengan Lotuz. Tentu saja ada alasan khusus mengapa pilihan jatuh ke brand Lotuz besutan Kezya Moedjenan.

“Kami lihat rancangan dari Kezya Moedjenan sangat merepresentasi kaum urban dan para professional muda, seperti target audience Top White Coffee, dan warna-warnanya seperti warna coklat muda, putih, dan hitam cocok dengan Top White Coffee,” ujar Yen Man.

Kezya Moedjenan, direktur kreatif Lotuz dalam kolaborasinya dengan Top White Coffee menampilkan koleksi Spring Summer 2017 yang terinspirasi dari budaya Brasil yang festive dan bold. “Warna-warna rancangan saya ambil dari warna alam kota Bahia, Brasil. Itulah yang saya tampilkan pada peragaan busana di Jakarta Fashion Week kali ini,” ujar Kezya.

Kolaborasi Lotus dan Top White Coffee di Jakarta Fashion Week 2017.

Kolaborasi Lotuz dan Top White Coffee di Jakarta Fashion Week 2017.

Kezya percaya, tiap orang memiliki personal style yang otentik. Keotentikan inilah yang dikembangkannya menjadi karya yang menginspirasi. Gaya rancangan Kezya menampilkan sosok wanita yang modern, dinamis, berjiwa muda dan berani tampil beda.

Pada JFW 2017, Kezya juga membuat mahakarya terbarunya, yang akan diperagakan oleh Abimana Aryasatya saat fashion show. “Ini pertama kalinya saya merancang baju untuk laki-laki,” ucap Kezya.

Kezya bahkan mengungkapkan Top White Coffee menginspirasinya untuk berani melangkah, mencoba hal baru dan keluar dari zona nyamannya, di mana selama ini Kezya hanya merancang baju untuk perempuan.

Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup Kezya sehari-hari dan membuatnya lebih bersemangat. “Me time dengan Top White Coffee membantu saya mendapatkan inspirasi,” bebernya.

Dia menambahkan, inspirasi yang berasal dari sesuatu yang otentik akan memberikan karakter kuat pada apa yang diciptakan. “Jangan pernah takut untuk bereksperimen. Beranilah mengolaborasikan sentuhan etnik dengan tren. Inilah yang akan memberikan keontentikan tersendiri untuk personal style kita,” pungkasnya. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: