Skip to content

Intip 3 Hidangan Tongseng Legendaris yang Menggugah Selera

08/09/2016

Hidupgaya – Hidangan kambing lekat dengan hari raya Idul Adha. Selain sate, hidangan kambing yang cukup disukai adalah gulai, juga tongseng.

Bango secara khusus menghadirkan rahasia kelezatan hidangan tongseng kambing dari tiga penjaja kuliner legendaris yang berasal dari berbagai wilayah Pulau Jawa.

Tongseng Pondok Sate Kambing Muda Pejompongan, Jakarta

Tongseng Pondok Sate Kambing Muda Pejompongan, Jakarta

Legenda kuliner pertama adalah Tongseng Pondok Sate Kambing Muda Pejompongan, Jakarta. Usaha kuliner yang dibangun oleh Pak Sukatni tahun 1994 ini merupakan salah satu pondok sate paling legendaris di Jakarta. Bahkan, saking tersohornya, Pondok Sate Kambing Muda Pejompongan dinobatkan sebagai salah satu Duta Bango di pelaksanaan Festival Jajanan Bango 2009.

Selain sate, tongseng merupakan menu yang paling difavoritkan pengunjung karena citarasa daging kambingnya yang sangat empuk dan berbumbu. Salah satu rahasianya adalah penggunaan nanas yang diblender saat menumis daging kambing, sehingga daging terasa lebih empuk.

Tongseng Petir Pak Nano

Tongseng Petir Pak Nano

Legenda selanjutnya adalah Tongseng Petir Pak Nano yang terletak di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Mencerminkan nama warung yang sudah berdiri sejak tahun 1984 ini, tongseng kambing yang juga menjadi favorit di warung ini memiliki rasa pedas yang ‘menggelegar’ dari penggunaan cabe rawit yang sangat royal, selain bumbu-bumbu lainnya yang juga sangat terasa.

Uniknya, pengunjung bisa memesan tingkat kepedasannya, dari mulai level PAUD (Pendidikan Anak Usai Dini), play group, hingga yang paling pedas: level profesor.

Tongseng Kicik Pak Jede, Yogyakarta.

Tongseng Kicik Pak Jede, Yogyakarta.

Tongseng lainnya dipersembahkan oleh Tongseng Kicik Pak Jede, Yogyakarta. Cara membuat Tongseng Kicik-nya yang ternama sangat mirip dengan pembuatan tongseng pada umumnya, tapi jika tongseng biasanya berkuah encer dan banyak, Tongseng Kicik dimasak sedemikian rupa sehingga tampilannya sekilas mirip dengan “baceman”.

Kuah yang diresapkan sepenuhnya hanya meninggalkan sedikit kuah yang sebih mirip saus, kental dan berbumbu.

 

Iklan

From → Food Lover

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: