Lanjut ke konten

Begini Cara Pintar Cegah Korslet Listrik saat Rumah Ditinggal Pergi Lama

12/07/2016

Hidupgaya – Saat meninggalkan rumah dalam waktu lama dan tak ada yang menjaga dan mengawasi, salah satu hal yang menjadi kecemasan adalah potensi terjadinya insiden kebakaran akibat arus pendek listrik.

Faktanya, menurut data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, tahun lalu sebanyak 52 kasus kebakaran terjadi di DKI Jakarta saat musim mudik Lebaran (9-17 Juli 2015), dan penyebabnya didominasi oleh hubungan pendek arus listrik.

saklar listrik2

Terkait upaya pencegahan kebakaran akibat arus pendek listrik, Mateus Bernath selaku Vice President Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia mengatakan Schneider Electric memiliki solusi lengkap untuk membantu masyarakat melindungi diri dari berbagai bahaya listrik.

“Misalnya, agar terlindung dari bahaya arus pendek yang berujung pada potensi kebakaran, kita harus menggunakan MCB yang akan bekerja atau trip ketika terjadi arus pendek atau saat daya listrik yang kita gunakan melebihi arus nominal yang tertera pada MCB,” kata Mateus.

Namun perlu diingat, MCB tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri dan keluarga kita dari bahaya sengatan listrik karena ia tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi arus bocor.

Saat tersengat listrik, arus listrik akan mengalir melalui tubuh kita menuju ke tanah. Dengan tahanan rata-rata tubuh manusia (1000 Ohm), ketika kita tersengat listrik dengan tegangan 220V maka tubuh kita akan dialiri arus sekitar 220 mA. Arus sebesar itu, jika mengaliri tubuh kita bahkan selama 0,2 detik saja sudah membahayakan nyawa kita.

MCB ukuran terkecil yang umum dipakai adalah 2 A, dan ukurannya akan semakin besar mengikuti daya listrik di rumah kita. Sehingga jika terjadi kebocoran arus yang melewati tubuh kita sebesar 220 mA secara teori tidak akan membuat MCB bekerja atau trip karena arus tersebut dianggap sebagai beban (load), dan bukan sebagai gangguan.

saklar listrik

Untuk mengantisipasi hal ini, dibutuhkan solusi tambahan di dalam box MCB kita, yaitu ELCB yang dapat melindungi aset dari kebakaran (300mA) dan melindungi manusia dari bahaya sengatan listrik (30mA). ELCB dapat mendeteksi perbedaan arus dan secara cepat akan memutuskan rangkaian listrik tersebut sehingga tidak menyebabkan kecelakaan fatal.

Namun, pemakaian ELCB tidak menjamin bahwa kita tidak akan tersengat listrik, ELCB hanya akan memutuskan listrik secara cepat sehingga tidak sampai menyebabkan kematian.

Kini, seiring dengan berkembangnya teknologi dan juga kebutuhan masyarakat akan kepraktisan, Schneider Electric menghadirkan solusi terbaru yaitu RCBO yang menggabungkan kedua fungsi MCB dan ELCB.

“Jadi, selain berfungsi untuk memutus arus listrik secara otomatis apabila terjadi hubungan arus pendek karena beban arus berlebih, RCBO juga berfungsi untuk memutus arus listrik saat terdeteksi adanya kebocoran arus listrik ke tanah,” imbuh Frankco Nasarino selaku Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia.

Selain lebih praktis, harga RCBO juga terhitung lebih murah dibandingkan dengan harga MCB ditambah ELCB. “Bentuknya juga lebih tipis daripada ELCB sehingga dapat menghemat ruang di dalam boks MCB,” imbuh Frankco.

Mengingat area lembab cenderung lebih rentan terhadap ancaman arus bocor, maka idealnya RCBO (dipasang berdampingan dengan MCB di dalam box) selalu tersedia di tempat-tempat tersebut, seperti kamar mandi, dapur, taman, atau kolam renang. Selain itu, RCBO juga wajib dipasang di sirkuit listrik yang berada dalam jangkauan anak-anak.

Mengenai kualitas produk, Mateus menekankan bahwa sebagai jaminan kualitas dan keselamatan, seluruh produk MCB, ELCB dan RCBO dari Schneider Electric memiliki label SNI. Bagi perusahaan, SNI hadir untuk memproteksi konsumen dengan jaminan kualitas, sekaligus memproteksi produk lokal dari ancaman produk luar negeri.

Oleh karena itu, Schneider Electric Indonesia selalu menjalankan SNI secara konsisten, baik itu dalam hal proses produksi maupun di dalam kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Selain dari sisi keamanan, aspek lain yang tak kalah penting untuk dipastikan saat meninggalkan rumah dalam waktu yang lama adalah power supply yang konstan untuk alat-alat listrik yang harus standby menyala. Hal ini menjadi penting di tengah potensi lonjakan listrik yang mungkin saja terjadi.

Memiliki power supply yang konstan dan handal sangatlah penting, dan Schneider Electric berkomitmen untuk menyediakan solusi power yang terintegrasi untuk melindungi perangkat listrik penting di rumah, termasuk perangkat yang bekerja dalam jaringan, seperti CCTV rumah.

“Pada akhirnya, jangan abaikan hal-hal yang terkesan sepele seperti tersedianya perangkat perlindungan dan pengaman arus listrik yang berkualitas di rumah – terutama ketika meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, seperti saat mudik. Meskipun kelihatannya sederhana, jelas pengaruhnya sangat besar pada keselamatan rumah dan seluruh isinya,” pungkas Mateus.***

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: