Skip to content

Memelihara Kucing Punya Dampak Positif bagi Keluarga Lho

30/04/2016

Hidupgaya – Kucing, hewan berkaki empat dengan tampang menggemaskan ini kerap menjadi hewan peliharaan pilihan keluarga. Namun tak sedikit juga yang enggan memelihara kucing karena mitos yang belum terbukti kebenarannya, misalnya kucing menyebarkan penyakit toksoplasma yang membuat perempuan sulit hamil, atau menyebabkan keguguran.

Memelihara kucing memiliki beragam dampak positif.

Memelihara kucing memiliki beragam dampak positif.

Nyatanya, banyak pemilik kucing yang kehamilannya baik-baik saja.

Banyak alasan orang memelihara kucing, mungkin awalnya berniat menolong karena banyak kucing yang dibuang pemiliknya. Apapaun itu, memelihara kucing ternyata memberikan manfaat yang selama ini belum banyak diketahui khalayak lho.

Menurut psikolog keluarga dan anak, Sani B. Hermawan, memelihara kucing dapat membangkitkan ikatan kuat dalam keluarga. Dalam hubungan dengan anggota keluarga, keberadaan kucing dapat meningkatkan ikatan emosional antara orangtua dan anak.

Kucing bisa memperbaiki rasa percaya diri anak.

Kucing bisa memperbaiki rasa percaya diri anak.

Bahkan, kucing sudah dianggap sebagai bagian anggota keluarga yang dapat membangun afeksi sehingga memunculkan sikap peduli, empati dan ikatan kuat dalam membagi peranan antara anggota keluarga.

Dalam keluarga yang memelihara kucing, maka anak yang tumbuh dan dibesarkan di keluarga itu akan memiliki rasa percaya diri lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak memelihara kucing. “Ini karena anak merasa bertanggung jawab akan peliharaannya. Anak juga jadi lebih ekspresif dan merasakan kebahagiaan,” kata Sani mengutip penelitian yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology yang berjudul Creature Comforts: An Exploration of Pet Owners and Their Experiences of Wellbeing Gained Through Their Relationship with Their Companions Animal.

Lebih lanjut Sani menambahkan, saat anak seorang anak menyentuh bulu halus kucing, maka dalam proses ini akan ditransfer banyak emosi positif. “Dalam proses ini bisa membangun kedekatan, rasa peduli dengan sesama makhluk dan meningkatkan ketenangan jiwa,” ujar Sani di acara diskusi “Kucing Serba Bisa: Apa Saja yang Ia Bisa Lakukan untuk Anda” dalam Friskies Catventure yang diselenggarakan Nestle Purina PetCare di Tangerang beberapa waktu lalu.

Kucing dan pemiliknya yang datang di acara Friskies Catventure. Foto: Hidupgaya.

Kucing dan pemiliknya yang datang di acara Friskies Catventure. Foto: Hidupgaya.

Bukan itu saja, memelihara kucing juga memiliki dampak positif dalam hubungan dengan anggota keluarga. “Bahkan dapat meningkatkan ikatan emosional antara orangtua dan anak,” lanjut psikolog berhijab ini.

Lantas, apa saja manfaat memelihara kucing? Berikut ini daftarnya:

1. Mengasah aspek sosial

Kucing dapat meningkatkan sikap bersosialisasi anak.

Kucing dapat meningkatkan sikap bersosialisasi anak.

Hewan peliharaan seperti kucing menurutnya dapat membangun sikap bersosialisasi yang baik pada anak. “Kucing yang dianggap sebagai bagian dari anggota keluarga dapat membangun afeksi. Sehingga memunculkan sikap peduli, empati dan ikatan kuat dalam membagi peranan antara anggota keluarga. Dalam membagi peran perlu disesuaikan dengan usia anak,” ujar Sani.

2. Meningkatkan rasa percaya diri dan menumbuhkan emosi positif

Memiliki hewan peliharaan akan meningkatkan rasa tanggung jawab anak terhadap satwa peliharaannya, sehingga ia tumbuh menjadi manusia yang lebih ekspresif dan bahagia.

Ketika menunjukan kasih sayangnya terhadap kucing dengan cara mengusap kucing diyakini dapat mentransfer banyak emosi positif. Hal ini jug akan membangun kedekatan, rasa peduli dengan sesama makhluk, dan meningkatkan ketenangan jiwa,” kata Sani.

Kucing dapat meningkatkan emosi positif anak.

Kucing dapat meningkatkan emosi positif anak.

3. Menurunkan risiko sakit jantung

Sama seperti dengan memelihara anjing, ternyata memiliki kucing di rumah juga dapat menurunkan level stres. Sebuah penelitian menemukan kalau ini punya efek merontokkan risiko penyakit kardiovaskular.

Sebuah studi lain menemukan efek penurusan risiko kematian dari serangan jantung, termasuk stroke bagi orang-orang yang memelihara kucing.

4. Dapat menolong anak-anak yang mengalami gejala autisme

Sebuah penelitian dari University of Missouri menemukan bahwa interaksi sosial antara anak-anak yang menderita atau memiliki gejala autisme secara dramatis meningkat ketika mereka berada di sekitar hewan peliharaan, misalnya kucing.

Dalam studi itu, setengah keluarga yang berpartisipasi di dalamnya memiliki hewan peliharaan kucing. Dengan para orangtua melaporkan adanya interaksi kuat yang ditampilkan antara mereka dengan anak-anaknya.

Aktris Citra Kirana menggendong kucingnya dan drh Nyomie.

Aktris Citra Kirana menggendong kucingnya dan drh Nyomie.

5. Dengkuran kucing membantu menyembuhkan tulang, tendon dan otot

Dengkuran kucing tidak hanya selalu menunjukkan bahwa mereka sedang bahagia. Suara dengkuran itu sudah lama diasosiasikan dengan kemampuan dalam penyembuhan therapeutic pada tulang-tulang dan otot manusia.

Hal itu bekerja pada frekuensi getaran suara 20-140 HZ. Sedang studi di atas tadi berlaku pada frekuensi 18-35 HZ yang mana merupakan jarak dimana terjadinya efek positif pada mobilitas sendi usai terjadinya cedera. Para ilmuwan juga telah mulai membicarakan tentang bagaimana suara dengkuran kucing dapat menolong manusia.

6. Menolong tuanya menemukan pasangan

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti hewan Dr June Nicolls, menemukan hasil jika wanita akan lebih tertarik kepada seorang pria yang memiliki hewan peliharaan. Sebanyak 90 persen dari perempuan lajang disurvei, menilai pria yang memelihara kucing punya sifat lebih baik, lebih menyenangkan.

Bagaimana Jika Anak Takut Kucing?

Kucing merupakan hewan karnivora (pemakan daging) sejati.

Kucing merupakan hewan karnivora (pemakan daging) sejati.

Tidak semua orang menyukai keberadaan satwa peliharaan seperti kucing. Hal ini muncul dengan beragam alasan, salah satu penyebabnya adalah takut atau trauma dengan kucing karena di masa lalu mungkin pernah digigit atau dicakar kucing.

Sebelum mulai mengatasi rasa takut terhadap kucing, perlu diketahui dari mana rasa takut itu muncul. Menonton sebuah tayangan yang menakutkan mengenai kucing, pernah melihat atau mendengar pengalaman orang lain, atau pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan dengan kucing di masa lalu.

Rasa takut dengan kucing ini dapat disembuhkan dengan desensitization therapy, yang berguna untuk menetralkan rasa takut atau tidak nyaman terhadap kucing. “Terapi ini bisa dilakukan melalui melihat atau membuat gambar kucing, menonton video lucu tentang kucing. Baru setelah itu melihat kucing secara langsung dari kejauhan. Ketika sudah merasa aman dan nyaman, perlahan mendekat dan mulai menyentuh,” jelas Sani.

Aktris Ini Jadikan Kucing sebagai Sahabat

Citra Kirana dan Andrew Soendjojo, Head of Groceries Channel Nestlé Purina PetCare Indonesia

Citra Kirana dan Andrew Soendjojo, Head of Groceries Channel Nestlé Purina PetCare Indonesia

Aktris Citra Kirana meski belum punya pacar namun dia tak kesepian. Pasalnya si cantik pemeran Rumana di sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini memiliki sahabat setia. Siapakah sahabat setianya yang tak pernah rewel itu? Kucing.

Yup, Citra memang gemar memelihara kucing sejak ia kecil. Hewan lucu berkaki empat itu bukan sekadar peliharaan buat gadis berkulit bersih ini, namun sudah diaggapnya sebagai sahabat.

Di sela kesibukannya menjalani syuting, Ciki – sapaan Citra Kirana – selalu menyempatkan diri bermain dengan kucing kesayangannya. Saat ini Ciki mengurus satu kucing yang dia beri nama Shiney yang menemaninya di Jakarta.

“Kalau lagi Jakarta dan  enggak ada teman, mainnya sama kucing. Jadi kucing sudah jadi teman aku,” ungkap Citra saat ditemui di Bintaro Exchange di sebuah festival kucing Friskies Catventure di Bintaro Exchange Tangerang. Ciki memang kerap bolak-balik Jakarta Bandung. Nah, di Bandung banyak kucing yang dipelihara orangtuanya.

Bagi wanita kelahiran Bogor, 23 April 1994 ini kucing seolah sudah menjadi bagian hidupnya yang tak terpisahkan. Hidup bersama kucing bukanlah ha lasing buat pesinetron ini.

Citra Kirana memiliki hobi memelihara kucing sejak usianya masih lima tahun. Menurutnya kucing bisa jadi pengobat lelah saat dirinya libur dari aktivitas syuting. “Kadang kucingku suka mijet-mijet aku kalau aku pulang syuting,” ujarnya sembari tertawa dan menggendong kucing Shiney sebagai teman mainnya.

Nah, karena memiliki minat besar terhadap kucing, Ciki juga berharap memiliki kekasih yang juga menyukai kucing. “Kalau dapat pasangan misalnya hobinya bisa sama itu bonus banget sih,” ujarnya.***

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: