Lanjut ke konten

Saatnya Peduli, Mari Berbagi

07/07/2015

Masalah anak di Indonesia maish menjadi pekerjaan rumah bersama untuk dituntaskan. Kerja sama antar stakeholders (pemangku kepentingan) baik sektor pemerintah, swasta maupun masyarakat madani makin diperlukan untuk membantu memecahkan permasalahan sosial termasuk masalah anak di Indonesia.

SarHud Coin a chance

Permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak Indonesia saat ini termasuk masalah yang mendasar seperti bagaimana memperbaiki status gizi mereka, mendukung pendidikan mereka serta memberi akses yang merata terhadap informasi edukatif melalui penyediaan bacaan-bacaan yang relevan dan bermanfaat bagi mereka.

“Salah satu aset sosial yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah tradisi gotong royong dan saling tolong menolong antar komponen masyarakat. Sayangnya jika tradisi ini tidak dijaga bisa melemahkan pranata dan sinergi sosial di masyarakat,” kata Profesor Imam Prasodjo, Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia dalam diskusi media yang diselenggarakan Sarihusada di Jakarta, baru-baru ini.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja dalam pembangunan masyarakat, karena sinergi antar pemangku kepentingan akan lebih efektif dalam mencapai tujuan pembangunan manusia dan masyarakat,” tambah Imam.

Kecukupan dan kualitas asupan gizi dibutuhkan bagi pertumbuhan fisik serta pengembangan signifikan kemampuan kognitif, tulang, imunitas, sistem pencernaan, dan organ-organ metabolisme. Namun, tumbuh kembang anak yang optimal juga membutuhkan dukungan rangsangan pengembangan intelektual.

Menanggapi hal ini,  Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada mengatakan, Sarihusada sangat percaya akan pentingnya kerjasama dalam melakukan kegiatan sosial. “Kami senantiasa bermitra dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan ibu dan anak khususnya dalam upaya peningkatan gizi di awal kehidupan,” kata dia.

Sarihusada misalnya, berkolaborasi dengan Yayasan 1001buku dan gerakan Coin A Chance.

“Kepedulian kami terhadap tumbuh kembang anak Indonesia ditunjukkan melalui inisiatif penyediaan sumber bacaan berkualitas bagi anak-anak dan pembinaan taman-taman baca yang dikelola mandiri oleh masyarakat,” kata Dwi Andayani, Ketua Yayasan 1001buku. Pihaknya percaya, banyak membaca bacaan berkualitas merupakan salah satu cara efektif memberikan asupan bagi pengembangan intelektual anak-anak.

Akan halnya Coin A Chance, menurut sang pendiri Nia Sadjarwo, “Kami bergerak dengan cara yang sederhana, yakni dengan mengumpulkan koin ‘recehan’ yang dapat ditukarkan dengan ‘sebuah kesempatan’ bagi adik-adik dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolah.”

Selain itu, fokus utama gerakan Coin A Chance adalah pada pendampingan anak-anak, membantu mengembangkan wawasan serta kecakapan sosial seperti berbicara di depan publik, berperilaku, dan kemampuan berjejaring.

“Kami percaya hal tersebut berpean penting dalam mengasah kecerdasan emosional, sekaligus sebagai modal awal pembentukan karakter yang memungkinkan mereka menjadi seorang pemimpin di masa depan,” tandas Nia.

 

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: