Lanjut ke konten

Ini Lo, Manfaat Buah dan Sayur untuk Anak

22/06/2015

Para orangtua kerap mengeluhkan sulitnya membujuk anak untuk makan sayur. Bukan lagi rahasia, sejumlah anak memang tidak begitu menyukai sayur, apalagi jika saat hamil ibu tak mengenalkannya melalui makanan yang diasupnya.

anak makan sayur

Nah, agar anak doyan sayur, juga buah, kuncinya adalah kenalkan jenis makanan ini sedini mungkin, saat anak mulai mengenal makanan selain Air Susu Ibu (ASI).

Anak tak begitu menyukai sayuran, ternyata merupakan hal yang lumrah. Karenanya, agar hal ini tak berlanjut hingga anaka beranjak besar, mengenalkan sayur dan buah sejak dini menjadi hal yang tak bisa ditawar lagi.

Dokter Spesialis Anak dari RSCM, Prof. Dr. Agus Firmansyah, mengatakan, para ibu bisa mulai mengenalkan sayur saat anak mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) di usia enam bulan. “Lakukan secara bertahap. Ini dilakukan untuk melatih indera perasa anak pada buah dan sayur,” kata Prof. Agus dalam diskusi media Nutritalk yang diselenggarakan Sarihusada di Jakarta, baru-baru ini.

Cara paling gampang mengenalkan rasa sayur dan buah di usia enam bulan adalah dengan menggunakan bentuk jus, yang dibuat sendiri. Tujuanya, agar anak terbiasa memakannya saat ia berusia satu tahun. “Tapi jangan langsung yang berasa asam untuk mencegah penolakan,” kata Agus.

Selain kaya serat dan melancarkan fungsi saluran cerna, fungsi sayur dan buah juga vital, yakni meningkatkan daya serap terhadap nutrisi dan fungsi kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

“Pengenalan sayuran dan buah-buahan sejak dini, terutama di usia enam bulan juga berperan mencegah anak takut mencoba makanan baru,” imbuh Agus.

Orangtua, khususnya ibu, mesti memperhatikan pola makan sayur dan buah ini.  Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mencatat, sebanyak 93,5 persen anak-anak Indonesia jarang mengonsumsi sayur dan buah, sampai akhirnya mereka kurang serat dan pencernaan tidak sehat.

Seperti kita tahu, 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan periode emas yang  berperan besar untuk kesehatan di masa yang akan datang. Pembentukan pola makan sehat sejak dini akan membangun pola makan yang sehat di masa datang.

Anak yang sudah terbiasa mengkonsumsi MPASI  berupa sayur dan buah sejak usia 6 bulan berpengaruh pada perilaku konsumsi sayur dan buah hingga usia dewasa.

Pemberian paparan rasa dari makanan bergizi tinggi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan pada anak pada saat dimulainya pemberian MPASI akan mendukung penerimaan rasa sayur-sayuran dan buah-buahan sehingga dapat mendukung konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran di masa yang akan datang.

Berdasarkan penelitian oleh Dovey TM, et al dalam Food Neophobia and Picky/ Fussy Eating in Children pada 2008, Neophobia atau ketakutan untuk mencoba makanan baru dapat terjadi sejak usia 18 bulan, yang dapat menyebabkan anak menjadi pemilih makanan.

“Memperkenalkan MPASI buah dan sayur secara bertahap dan teratur, tidak saja akan menyediakan serat yang dibutuhkan bagi kesehatan pencernaan, tapi juga akan membentuk preferensi terhadap buah dan sayur yang akan mereka bawa sampai usia dewasa,” imbuh Prof. Agus.

Konsumsi buah dan sayur akan membantu pemenuhan serat, vitamin dan mineral yang lebih tinggi pada anak untuk kesehatan saluran cerna dan imunitas yang lebih baik sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal.  “Kecukupan serat sejak dini juga menurunkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti peradangan, alergi, diare, jantung, kanker, dan darah tinggi pada usia dewasa,” tandas Prof. Agus.

Pengenalan buah dan sayur ini perlu dilakukan secara bertahap. Pisang, pepaya, bayam dan wortel merupakan buah dan sayur yang sering diberikan di Indonesia. (www.dokterdigital.com)

Iklan

From → Diet & Nutrition

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: