Lanjut ke konten

Diplomat Success Challenge Tawarkan Hadiah Rp 1 Miliar

24/06/2014

Sektor kewirausahaan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, per Juni 2013, terdapat 55,2 juta Usaha Kecil Menengah (UKM).

Diplomat chalenge 2014

Jumlah tersebut  mampu menyerap 101,72 juta tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, sektor kewirausahaan juga mengontribusi 57,12% Produk Domestik Bruto.

Sementara itu, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini mencapai 1,56% dari total penduduk Indonesia, atau sekitar 3.707.205 juta orang. Untuk menggerakkan ekonomi dibutuhkan minimal 2% wirausaha dari jumlah total populasi.

Persentase jumlah wirausahawan  di Indonesia masih di bawah negara lain di wilayah Asia, seperti China 10% dari jumlah penduduk, Jepang 8%, Singapura 7,2%, dan Malaysia 4%.

Untuk terus mengembangkan sektor kewirausahaan di Indonesia sekaligus menjaring bibit-bibit baru wirausaha muda yang andal dan mandiri, Diplomat Success Challenge kembali digelar. Tahun ini merupakan tahun kelima diselenggarakannya kompetisi ide bisnis kreatif dan inovatif dengan total hadiah Rp 1 miliar sebagai modal usaha yang pertama kali digelar pada 2010.

Diplomat Success Challenge (DSC 2014) merupakan ajang pencarian calon pengusaha andal dengan ide bisnis paling inovatif. Dalam ajang ini, para wirausaha atau calon wirausaha, yang selanjutnya disebut Challenger, dapat mengirimkan proposal ide bisnis untuk kemudian disaring oleh tim seleksi. Para Challenger dan proposalnya yang lolos di penyeleksian akan diikutsertakan ke tahap berikutnya dan diuji dengan prinsip 3P: Paham (pengetahuan bisnis), Piawai (kemampuan menjalankan bisnis), dan Persona (karakter sebagai wirausaha) dalam menghadapai tantangan-tantangan yang diberikan oleh tim penguji.

“Kami memahami bahwa pengembangan wirausaha muda yang andal dan penuh inovasi merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mendorong pertumbuhan sektor kewirausahaan di Indonesia. Untuk itu, melalui penyelenggaraan Diplomat Success Challenge 2014, kami kembali menunjukkan komitmen dalam berperan serta secara aktif dalam mengembangkan bakat-bakat bisnis baru. Ditambahkan lagi, kompetisi ini merupakan program kepedulian perusahaan kami dalam bidang kewirausahaan dibawah payung ‘Wismilak Berbagi-Peduli Wirausaha’,” jelas Surjanto Yasaputera, manajemen PT Wismilak Inti Makmur Tbk yang juga merupakan salah satu dewan komisioner Diplomat Success Challenge dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (23/6).

Surjanto menambahkan, dalam DSC 2014 ini, tiap peserta akan ditantang untuk dapat menciptakan ide bisnis yang inovatif dan bernilai ekonomi tinggi. Para peserta yang terpilih juga akan dibekali dengan program yang menguji ketahanan mental dan juga materi yang dibutuhkan untuk dapat mengembangkan bisnis yang dijalani, dengan mendapatkan pendampingan dari Ganesha Entrepreneur Club (GEC) yang merupakan institusi entrepreneurship alumni Institut Teknologi Bandung.

“Total hadiah sebesar Rp 1 miliar yang kami berikan sebagai modal kerja, bertujuan untuk  dapat mengembangkan dan menjaga kesinambungan bisnis yang dijalankan,” ungkap Surjanto.

Surjanto Yasaputera, bersama dengan Helmy Yahya (Pebisnis dan Entertainer) dan Antarina S.F. Amir (Akademisi, Pendiri dan Managing Director HighScope Indonesia) akan bertindak sebagai  juri atau Dewan Komisioner DSC 2014 yang akan menguji pemahaman dan ketahanan mental para challenger. Di akhir masa kompetisi, 3 orang finalis  terpilih akan beradu kompetensi di babak Grand Final yang akan diadakan di Jakarta.

Tahun ini, Diplomat Success Challenge menantang para wirausaha/ calon wirausaha dengan karakter sukses untuk memperebutkan total hadiah Rp 1 miliar sebagai modal usaha. “ Kami yakin, untuk menjadi wirausahawan sukses, diperlukan karakter yang baik/ persona yang dapat mengantarkan mereka kepada kesuksesan bisnis. Akan banyak sekali tantangan yang nantinya muncul dalam perjalanan seorang wirausahawan. Pantang menyerah, inovatif, problem solving dan kerja keras merupakan modal yang diperlukan dalam menghadapi dunia bisnis. Untuk itu kami mengangkat ‘Karakter Sukses’ dalam DSC 2014 tahun ini”  lanjut Surjanto. Karakter para Challenger akan diuji dalam rangkaian Market Challenge di program Diplomat Success Challenge.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Komisioner DSC Helmy Yahya menyebutkan, DSC 2014 diharapkan mampu menyaring potensi-potensi wirausahawan yang ulung yang selama ini mengalami kendala permodalan. “Banyak wirausaha muda di Indonesia yang pada dasarnya kreatif dan inovatif namun terhambat masalah permodalan. Untuk itulah, Diplomat Success Challenge secara konsisten diselenggarakan sebagai peluang yang strategis agar dapat memfasilitasi para bibit unggul untuk dapat mengembangkan diri melalui proposal bisnis yang diikutsertakan dalam lomba”, tutur Helmy.

Program DSC 2010 hingga DSC 2014 telah menghasilkan berbagai wirausahawan muda dengan ide bisnis yang unik dan inovatif. Yuri Pratama, pemenang DSC 2010 merupakan pebisnis yang berhasil mengembangkan budidaya bulu babi untuk masakan restoran Jepang. Lailatus Sa’dah, pemenang DSC 2011membawa gagasan Krawu Burger dalam memperkaya kuliner Indonesia.

Andi Restu Wibowo berhasil membawa ide Asap Limbah Cair sebagai pemenang Diplomat Success Challenge 2012. Sedangkan, pemenang DSC 2013 yakni Machmud Lutfi Huzain mengusung ide bisnis Spirulina sebagai Suplemen Makanan.

Machmud Diplomat Chalenge

(Machmud Lufi Husain/HG)

Para calon wirausaha mulai dapat mendaftarkan ide bisnisnya mulai 23 Juni sampai 10 Agustus 2014. DSC 2014 terbuka untuk seluruh WNI, baik pria maupun wanita yang berusia 20 – 40 tahun. Calon peserta yang memenuhi persyaratan dapat mendaftarkan diri melalui website http://www.wismilak-diplomat.com. Episode DSC 2014 akan ditayangkan di TV One mulai dari 16 November sampai 21 Desember 2014.

Lebih lanjut Surjanto menjelaskan bahwa pertumbuhan wirausaha muda sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Maka dari itu, potensi tersebut harus disuport dari sisi modal juga pendampingan sehingga dapat berusaha secara efektif dan efisien.

Antarina S.F. Amir, salah satu Dewan Juri Diplomat Success Challenge 2014, mengatakan bahwa persentase usia produktif saat ini mencapai 25% dari total penduduk.

“Usia 20-40 tahun di masyarakat kita itu lebih besar dari China. Maka harus jadi produsen, bukan semata konsumen. Jadi kita butuh program pendidikan yang diakselerasi dengan program pengembangan SDM dan wirausaha,” kata Antarina di kesempatan yang sama.

Ada beberapa prinisp dasar dalam pengembangan kewirausahaan yang dibangun dalam program Diplomat Success Challenge, yakni paham pengetahuan bisnis, piawai menjalankan bisnis, dan punya persona (karakter) dalam menghadapi tantangan.

“Sejauh ini sudah 1.700 ide bisnis yang diajukan dalam program DSC 2014,” ungkap Surjanto.

Dari beragam proposal yang masuk tersebut, nantinya akan diseleksi menjadi 3 pemenang. Dikatakan Surjanto, ide yang dimenangkan adalah proposal yang bisa diaplikasikan. Dan agar berjalan, Wismilak menggandeng Ganesha Entrepreneur Corporation, istitusi entrepreneurship bentukan alumni Isntitut Teknologi Bandung dalam pendampingan pememang.

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: