Lanjut ke konten

Pasar Mobile Commerce Tanah Air Menjanjikan

30/05/2014

Perkembangan teknologi ponsel pintar (smartphone) yang cepat tak urung mengubah perilaku masyarakat dalam mengakses internet.

mobile commerce3

Saat ini telah terjadi pergeseran akses internet menggunakan ponsel pintar. Orang tak lagi bergantung pada PC/komputer pribadi untuk berselancar di dunia maya.

Semakin terjangkaunya harga telepon pintar membuat gairah e-commerce, khususnya mobile commerce, juga menggeliat.

Pendiri dan CEO Lojai.com Agus Tjandra optimistis gairah mobile commerce di Tanah Air akan berkembang ke arah positif.

e-commerce didefinisikan secara luas sebagai segala transaksi yang terjadi di Internet secara global baik melalui PC, laptop, tablet atau smartphone. Sedangkan mobile commerce merupakan bagian dari e-commerce yang memiliki arti lebih spesifik, yaitu aktivitas atau transaksi yang terjadi/diakses melalui telepon pintar atau tablet yang sifatnya lebih praktis dan mobile (kapan dan di mana saja realtime).

Agus praktisi yang terus mengamati perkembangan e-commerce di Tanah Air mengatakan, tren mobile commerce dimulai sejak Steve Jobs, pendiri Apple, merilis iPad pada 2010. “Dirilisnya iPad ketika itu menjadi sebuah fenomena di seluruh dunia, yang kemudian diteruskan dengan tablet dan smartphone yang saat ini membanjiri pasar dengan harga terjangkau,” urai Agus dalam keterangan tulisnya, baru-baru ini.

Masih menurut Agus, ukuran smartphone layar lebih besar yang dikeluarkan sejumlah produsen seperti Samsung, LG dan Sony misalnya, turut mendukung pertumbuhan mobile commerce di dunia, termasuk Indonesia.

“Tren mobile commerce mulai terasa di Tanah Air sejak awal 2013, dan sangat terasa di kuartal pertama 2014. Transaksi melalui mobile commerce ini bahkan mencapai 20 persen dari total transaksi, hal ini sudah terjadi di sejumlah e-commerce termasuk Lojai.com,” cetus Agus.

Tak berlebihan jika sejak 2013 Lojai.com merilis Mobile Apps di Android dan Blackberry untuk menangkap peluang meningkatnya animo masyarakat bertransaksi melalui ponsel pintar atau tablet.

International Data Corporation (IDC) melaporkan, selama kuartal pertama 2014, sebanyak 281.500 ponsel pintar dikirimkan oleh vendor ke seluruh dunia. Ini merupakan kenaikan 28,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya untuk pengiriman ponsel pintar sebanyak 218.800.000 unit.

Hal ini juga menunjukkan bahwa tren ponsel yang sebenarnya lebih kuat dari apa yang diantisipasi IDC sebelumnya. Smartphone tak pelak lagi,penetrasinya akan makin besar di pasar, demikian pula dengan popularitasnya di skala global.

Agus menampik anggapan bahwa mobile commerce belum akan cepat perkembangannya, khususnya terkait belanja online karena sejumlah keterbatasan, seperti ukuran layar smartphone yang kecil yang membuat konsumen enggan melakukan transaksi.

Myungjo Choi, Managing Director Facebook Southeast Asia dalam sebuah publikasi di media massa mengakui bahwa 50 persen pendapatan jejaring sosial itu berasal dari ponsel. Para pengguna dari Thailand,Vietnam, Indonesia dan Filipina disebut sangat aktif menggunakan ponsel di Asia Tenggara. Pendek kata ponsel bukan lagi sekadar tren, namun itulah yang tengah terjadi di masyarakat saat ini.

Faktanya, ponsel pintar sekarang ini mengalami penetrasi yang lebih tinggi di populasi global ketimbang tablet, namun penggunaan tablet mengalami pertumbuhan yang lebih cepat.

Aplikasi ritel ponsel lebih popular pada smartphone, sedangkan akses melalui tablet lebih lazim.

Tablet merupakan perangkat yang lebih cocok untuk melakukan pembelian/transaksi daripada ponsel. Smartphone, di sisi lain, lebih praktis dan cepat untuk melakukan transaksi.

“Telah terjadi kecenderungan konsumen beralih dari tablet ke smartphone karena belakangan produsen merilis ponsel pintar dengan layar yang lebih lebar untuk memudahkan konsumen melihat produk dan memudahkan pengetikan. Smartphone kini juga bisa dibeli dengan harga terjangkau,” urai Agus.

Agus bahkan optimistis, ke depannya semua akan menuju ke satu titik, yaitu menggunakan ponsel pintar untuk berbagai kebutuhan. “Banyak orang saat ini sudah malas membawa lebih dari satu ponsel. Mereka lebih pilih memakai satu ponsel yang bisa mengerjakan apa saja, di mana saja dan kapan saja, termasuk urusan belanja online,” tandas Agus.

Agus mencontohkan, dirinya kini mengandalkan sebuah ponsel pintar untuk hampir semua hal, mulai dari pengecekan email, transaksi, komunikasi dengan timnya, baik melalui audio maupun teks.

Lantas, apa yang mesti disikapi pebisnis untuk menjangkau lebih banyak konsumen dengan bertambahnya pengguna telepon pintar? Mau tak mau agar tak ketinggalan momentum, sebut Agus, pebisnis dari sisi platform misalnya, harus menuju ke mobile platform.

Terkait dengan ini, Agus mencontohkan baru-baru ini Facebook rela merogoh kocek hingga US$ 84 juta memasuki layanan mobile dengan mengakuisisi Parce yang memang piawai di mobile platform.

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: