Lanjut ke konten

Hubungan Seks yang Pas saat Hamil

30/01/2014

Perempuan yang sedang hamil, apalagi baru hamil anak pertama, umumnya masih bingung dan agak takut untuk melakukan hubungan intim. Berbagai macam hal dicemaskan, misalnya apakah hubungan seks saat hamil berbahaya bagi janin, ataukah hal itu tidak menyebabkan perdarahan yang memicu keguguran?

pregnancy6

Menurut dr. Gita Pratama  SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang biasa disapa Tommy, hubungan intim saat hamil boleh dilakukan sepanjang kehamilan tidak berisiko tinggi. Kehamilan berisiko tinggi misalnya ibu mengalami hipertensi kehamilan, kontraksi, perdarahan atau pernah mengalami riwayat keguguran.

Hubungan intim juga tidak akan mencederai janin di dalam kandungan karena bayi terlindungi oleh cairan amnion. “Jadi mitos kalau hubungan seks bisa mencelakai bayi,” ujar Tommy.

Umumnya, pasangan siap melakukan hubungan intim setelah melewati trimester pertama kehamilan atau memasuki usia empat bulan kehamilan.

Pada trimester pertama kehamilan, umumnya tubuh masih menyesuaikan diri dengan kehamilan. Gangguan mual muntah atau morning sickness lazim dialami pada kehamilan trimester pertama ini. “Begitu memasuki kehamilan trimester kedua umumnya mual muntah sudah menghilang. Ibu sudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya sehingga melakukan hubungan intim pada trimester kedua bisa dilakukan,” kata Tommy di acara diskusi mengenai kehamilan menandai peluncuran website “9mums.com” yang digagas Anmum Materna di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun demikian Tommy mengingatkan, hubungan intim sebaiknya tidak dipaksakan jika ibu hamil tidak siap. “Suami harus memahami hal ini. Ibu hamil biasanya mengalami perubahan suasana hati. Jadi tunggu saja kesiapan untuk melakukan hubungan intim. Tidak usah buru-buru. Lakukan jika fisik dan mental siap,” imbuhnya.

Untuk kehamilan kembar, kata Tommy, ibu hamil mesti berkonsultasi kepada dokter sebelum melakukan hubungan intim. Pasalnya pada kehamilan kembar rentan terjadi kontraksi, khususnya memasuki usia kehamilan trimester kedua dan ketiga.

Yang tak kalah penting diingat adalah posisi dalam hubungan intim saat hamil. Posisi yang dinilai aman adalah perempuan di atas sehingga bisa mengatur kedalaman penetrasi, atau menyamping. Hindari posisi misionaris atau perempuan di bawah pada hubungan intim saat hamil.

From → Travel & Leisure

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: