Hidupgaya.co – Sejumlah musisi terkemuka dijadwalkan tampil di konser amal pengalangan dana Simfoni Selalu Ada Harapan untuk pejuang kanker yang digelar Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Perempuan Laju Perkasa (PALAPA), pertengahan November mendatang. Konser amal ini hadirkan antara lain Vina Panduwinata, Krisdayanti, ADA Band, Shelomita, Ronni Waluya dan Sarah Hadju, serta Yongky Vincent & Friends.

Indra Sinaga (Naga), vokalis ADA Band mengungkap keterlibatan di konser ini seperti menemukan jalannya. “Kita di ADA Band tuh dari tahun lalu selalu bicara bahwa di antara kesibukan kita berkarya, masing-masing kita punya harapan bahwa setiap hal yang kita lakukan ada satu sisi yang juga mempunyai manfaat untuk orang lain, untuk banyak orang. Kita berpikir apa ya? Apakah untuk mungkin hutan atau untuk kegiatan sosial yang lain? Sampai momennya kurang lebih satu bulan yang lalu, pihak PALAPA menghubungi kami, ADA Band diminta untuk terlibat di konser amal yang akan digunakan untuk Yayasan Kanker Indonesia, untuk para pejuang kanker. Kita langsung menyambut,” terangnya di acara temu media di Yayasan Kanker Indonesia Jakarta, Rabu (21/10).

“Sepertinya memang apa yang kita harapkan, apa yang kita doakan dikabulkan. Kita menemukan rekan untuk berkolaborasi, berkegiatan sosial yang bisa bermanfaat. Dari situ awalnya dan kita pikir ini adalah sebuah momentum yang baik,” imbuh Naga.

Dia menambahkan, inisiatif ini juga terinspirasi oleh pengalaman seorang sahabat ADA Band pada Maret 2025 yang awalnya mengira menderita sakit perut biasa atau asam lambung (GERD), namun ternyata didiagnosis mengidap kanker usus stadium 4 dan berpulang 3 bulan kemudian. Hal ini menyadarkan bahwa kanker sering kali tidak bergejala awal yang jelas, sementara sekitar 70% kasus kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut.

“Kalau kanker, kadang-kadang kita tidak tahu gitu, di mana dia hadirnya, padahal masing-masing kita semua ini punya kemungkinan untuk untuk terkena kanker. Jadi kita pikir ini momentum yang baik bahwa ADA Band bisa ikut terlibat di sebuah kegiatan yang tidak hanya mungkin bisa mengumpulkan dana untuk kegiatan amal para pejuang kanker, tapi juga bisa ikut membantu menyebarkan awareness, deteksi dini, serta action di seluruh masyarakat Indonesia,” Naga menambahkan.

Menurutnya, musik punya cara yang unik, santai, dan menyentuh hati untuk menyampaikan pesan kepedulian, semangat hidup, serta informasi penting mengenai kesehatan tanpa terkesan menggurui.

“Mungkin lewat lagu, lewat sebuah pertunjukan, kita mempunyai kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan tentang awareness, tentang deteksi dan action dengan lebih santai, lebih smooth dan rileks sehingga bisa tersampaikan, lebih mudah diingat, dibandingkan mungkin kalau kita lewat seminar atau kita ngomong langsung,” tandas Naga.

Kiri ke kanan: Indra Sinaga, DR. Sonar Panigoro dan Hetty Andika Perkasa (dok. ist)

Hetty Andika Perkasa, Ketua Umum PALAPA mengungkap alasan terlibat dalam kolaborasi konser amal penggalangan dana untuk pejuang kanker. “Kenapa kita berkolaborasi? Karena saya merasa itu sangat penting, karena kita tidak akan mungkin bekerja sendirian, di mana kita dapat melakukannya bersama-sama tentu hasilnya akan lebih besar dan lebih luas. Ini kesempatan yang sangat bagus, dan kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan YKI dalam mengadakan acara konser amal ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Konser amal musik ini kan banyak pendengarnya. Dengan adanya konser ini, saya berharap banyak yang mendengar, kemudian banyak yang menerima pesan yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat luas bahwa kita harus bersama-sama berjuang melawan kanker.”

“PALAPA ingin memastikan bahwa pejuang kanker itu tidak sendirian, tapi ada kita di sini, kita sama-sama berjuang melawan kanker,” tandasnya.

Kanker bukan hanya tanggung jawab pasien dan keluarga

Kesempatan sama, Ketua Umum YKI, Prof. Aru Wisaksono Sudoyo, menegaskan bahwa perjuangan menghadapi kanker tidak hanya menjadi tanggung jawab pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat luas.

“Kanker bukan hanya persoalan pasien dan keluarganya. Ini adalah persoalan kita bersama. Kita membutuhkan kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga dukungan bagi mereka yang menjalani perjuangan melawan kanker,” kata Prof. Aru.

Dia menekankan, keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian penting dalam memperkuat upaya penanggulangan kanker secara berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, YKI berharap pesan mengenai pentingnya kesadaran kanker dan dukungan bagi para penyintas serta pasien dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Konser amal Simfoni Selalu Ada Harapan pbakal berlangsung 14 November 2026, di The Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta. Menghadirkan kolaborasi musisi, penyanyi, dan tokoh masyarakat, pergelaran ini mengajak publik menjadikan musik sebagai sarana untuk memperluas kepedulian dan mendukung upaya penanggulangan kanker di Indonesia.

Ketua Panitia Simfoni Selalu Ada Harapan, DR. dr. Sonar Panigoro, mengatakan bahwa konser ini dirancang untuk mempertemukan kekuatan seni dengan tujuan kemanusiaan. “Kami ingin menghadirkan sebuah pergelaran musikal yang meninggalkan makna lebih panjang daripada pertunjukannya,” tuturnya.

“Musik dapat menyatukan banyak orang, tetapi ketika kebersamaan itu diarahkan untuk membantu sesama, musik juga dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan perubahan. Itulah semangat konser ini.”

Lebih dari sekadar pergelaran musik, Simfoni Selalu Ada Harapan membawa pesan bahwa penanggulangan kanker membutuhkan keterlibatan bersama.

“Nama Ada juga merepresentasikan semangat Awareness, Deteksi Dini, dan Aksi, tiga elemen penting dalam membangun kesadaran, mendorong deteksi dini, dan menggerakkan kepedulian menjadi tindakan nyata,” pungkas DR. Sonar. (HG)