Hidupgaya.co – Pameran kerajinan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), kembali hadir bulan ini. Edisi kelima INACRAFT October mengusung tema istimewa, Techno Craft.

Diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event, pameran ini digelar lima hari, yakni 7-11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

INACRAFT October 2026 digadang menyedot 80.000 pengunjung, 120 pembeli potensial internasional, serta transaksi ritel senilai Rp100 miliar, dengan kontrak dagang mencapai US$2,7 juta.

Total peserta keseluruhan 829 stan, pameran kerajinan ini menempati lima hall JICC. Berdasarkan kategori kepesertaan, total peserta Individu/Anggota ASEPHI sebanyak 713 peserta, sementara untuk peserta Dinas 85 stan, Kementerian/BUMN 15 stan, dan peserta luar negeri menempati area lobi utama.

Ada 18 island yang diisi oleh BUMN dan lainnya. Selain itu, pameran melibatkan peserta individu bukan anggota sebanyak 69 dan Talam 59 peserta.

Pembeli potensial itu diharapkan tidak hanya melirik produk eksportir anggota ASEPHI, tetapi juga karya 19 Youthpreneurs yang berpartisipasi.

Ketua Umum BPP ASEPHI, Hatman, menilai kekuatan INACRAFT tidak hanya berada pada besarnya skala pameran, tetapi juga pada ekosistem yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun.

“Kreativitas dan inovasi yang dilakukan produsen kita betul-betul diakui. Ini menjadi salah satu alasan kita tetap menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, Selasa (6/10).

Peserta kerajinan rotan yang tampil di Inacraft tahun sebelummya (dok. Hidupgaya)

Hatman menambahkan, konsistensi tersebut juga tercermin dari proses kurasi peserta. ASEPHI memiliki jaringan anggota sekitar 2.000 pelaku usaha dan melakukan penyaringan terhadap produk yang akan tampil di INACRAFT.

Terkait tema besar Techno Craft, Project Officer INACRAFT October 2026, Syamsul Huda, mengungkap penerapan teknologi dapat membantu proses pengerjaan tanpa menghilangkan sentuhan handmade.

“Teknologi dan craft terlihat berseberangan. Namun yang kami maksud di sini adalah teknologi yang membantu percepatan, membantu inovasi, dan membantu riset untuk mengaplikasikan handcraft tanpa meninggalkan kearifan lokal dan proses handmade itu sendiri,” tuturnya.

Melalui Techno Craft, INACRAFT October Vol. 5 2026 hadirkan gagasan mengenai pertemuan antara kekayaan tradisi kerajinan Indonesia dengan perkembangan teknologi dan inovasi.

Dalam hal ini, teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti keterampilan tangan dan kearifan lokal, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat nilai, kualitas, fungsi, serta daya tarik produk kerajinan Indonesia.

Melalui pendekatan ini, kerajinan tradisional Indonesia dapat terus berkembang dan beradaptasi tanpa kehilangan identitas serta karakter budayanya.

Perpaduan antara kearifan lokal, keterampilan artisan, desain, teknologi, dan inovasi diharapkan melahirkan karya-karya yang relevan dengan kebutuhan masa kini sekaligus mampu menembus dan bersaing di pasar global.

Dengan kata lain, seperti diungkap Syamsul Huda, kehadiran Techno Craft menjadi ruang yang memperlihatkan bahwa tradisi dan teknologi bukanlah dua hal yang berseberangan, melainkan dua kekuatan yang dapat bersinergi untuk membawa kerajinan Indonesia menuju masa depan.

Youthpreneurs menjaga keberlanjutan industri kriya

Sejalan dengan visi besar ‘From Smart Village to Global Market” serta komitmen ASEPHI dalam menggerakkan regenerasi industri kerajinan Indonesia, konsep utama Youthpreneurs kembali dihadirkan sebagai bagian dari INACRAFT October.

“Konsep ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi Indonesia, sekaligus mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan industri kriya,” kata Umi Noor Wijiati, Direktur Mediatama Event.

Temu media jelang Inacraft October 2026 (dok. Hidupgaya)

ASEPHI juga berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (PPPA) dalam memperkenalkan kembali permainan tradisional anak Indonesia di INACRAFT dan dengan Kementerian Hukum melalui DJKI & AHU media untuk mensosialisasikan pentingnya merek dan perlindungan Indikasi Geografis kepada para pegiat seni dan budaya Indonesia.

Di ajang ini, ASEPHI juga mengagendakan Penandantangan MOU dengan sejumlah pihak dalam mengembangkan sektor kreatif kerajinan siap menghadapi tantangan global yang lebih profesional dengan BRIN, GNIK, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia.

Bank Mandiri mendukung INACRAFT October Vol. 5 2026 – Youthpreneurs sebagai sponsor utama untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan industri kreatif di era digital. Melalui Livin’ Merchant, pelaku usaha dapat menerima pembayaran, mencatat penjualan, memantau stok, serta mengelola hasil penjualan untuk kebutuhan operasional.

Peserta pameran juga dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat, Kredit Usaha Mikro, serta Kredit SME dengan limit hingga Rp50 miliar. “Semangat ‘Tumbuh Bersama Majukan Indonesia’ kami wujudkan melalui kemudahan transaksi dan akses pembiayaan yang membantu perajin serta wirausaha muda mengembangkan usaha,” ujar Regional CEO Bank Mandiri Wilayah IV/Jakarta 2 Nila Mayta Dwi Rihandjani.

Hadirkan pengalaman pameran yang lebih informatif dan interaktif, INACRAFT bekerja sama dengan Official Digital Partner yaitu GoDigi serta memperkenalkan dan merilis INACRAFT WAYFINDER, sebuah platform digital berbasis web yang dirancang untuk membantu pengunjung menemukan, menavigasi, dan mengeksplorasi berbagai elemen dalam area pameran.

Kehadiran M.A.G.A sebagai Official Fragrance Partners turut menciptakan sensasi aroma yang khas untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Alibaba.com yang turut mendukung pameran sebagai mitra kanal ekspor.

Pameran INACRAFT October Vol. 5 2026 dibuka untuk umum dari pukul 10:00 hingga. 21:00 WIB dengan tiket masuk Rp35.000. Pengunjung dapat membeli tiket dengan melakukan praregisrasi pada website resmi INACRAFT, yakni inacraft.co.id, atau membeli tiket secara langsung pada ticket box yang berlokasi di pameran. (HG)