Hidupgaya.co – Perubahan nyata sedang terjadi dalam cara bintang pria papan atas Korea melakukan comeback kembali berkarya di industri hiburan setelah menyelesaikan wajib militer. Belakangan ini platform streaming global, alih-alih jaringan televisi besar, menjadi pilihan utama mereka untuk kembali tampil.

Hal ini menandai perubahan drastis dari pola lama yang sebelumnya menentukan bagaimana seorang bintang membangun kembali eksistensinya di mata publik setelah vakum.

Sebutlah aktor Song Kang, yang meraih popularitas global lewat serial hit Netflix “Sweet Home” menjadi pelopor tren ini. Ia menandai kembalinya ke dunia akting melalui serial tvN mendatang berjudul “Four Hands, Two Sonatas,” yang akan tayang perdana pada 29 Agustus dan disiarkan secara global di Netflix.

Itu adalah proyek akting pertamanya sejak menyelesaikan wajib militer pada Oktober 2025, setelah vakum selama hampir dua tahun.

Ironisnya, “Four Hands, Two Sonatas” justru menjadi proyek terakhir sebelum wajib militer bagi Lee Jun-young, lawan mainnya dalam serial tersebut, yang telah memulai masa tugasnya pada 21 Juli.

Song Kang dan Lee Jun Young

Lee Do-hyun, yang tetap populer selama menjalani wajib militer berkat perannya yang memenangkan penghargaan dalam film hit tahun 2024 “Exhuma” juga kembali melalui Netflix.

Ia akan membintangi serial fantasi “Grand Galaxy Hotel,” sebuah spin-off yang berlatar di semesta yang sama dengan serial hit tahun 2019, “Hotel Del Luna.” Serial ini dijadwalkan rilis pada akhir tahun ini.

Adapun Nam Joo-hyuk, yang dikenal luas lewat “Weightlifting Fairy Kim Bok Ju” dan “Twenty Five Twenty One” juga mengikuti tren ini. Alih-alih kembali lewat proyek televisi besar, Nam hadir kembali melalui “The East Palace” yang baru saja tayang perdana di Netflix dan mencatat sukses.

Tren ini mencerminkan perubahan mendasar dalam strategi karier pasca-wajib militer. Satu generasi yang lalu, proyek pertama seorang bintang yang baru kembali hampir selalu berupa miniseri yang tayang dua kali seminggu di jaringan televisi besar. Jalur tersebut dianggap sebagai cara yang aman dan andal untuk kembali terhubung dengan basis penonton domestik yang sudah ada.

Rumus tersebut kini telah berubah total. Berkat anggaran besar, distribusi global yang instan, dan jangkauan penonton internasional yang masif, platform streaming menawarkan cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan jaringan lokal mana pun.

Agensi pun kini menyusun strategi kembalinya artis mereka dengan menyesuaikan diri pada perubahan tersebut.

Strategi serupa juga diterapkan di industri K-pop, di mana momen comeback memiliki tingkat kepentingan yang sama besarnya. Baik di dunia televisi maupun musik, wajib militer kini bukan lagi jeda karier yang mengharuskan artis untuk memulihkan posisi mereka sebelum membangun kembali basis penggemar domestik.

Di era streaming, bintang yang kembali dapat memanfaatkan masa jeda tersebut sebagai batu loncatan untuk langsung melangkah ke panggung internasional.

Contoh gamblang adalah BTS. Supergrup K-pop yang seluruh anggotanya telah menyelesaikan wajib militer pada Juni 2025, juga memilih layanan streaming raksasa untuk momen comeback mereka sebagai grup lengkap.

Alih-alih menggelar acara pertunjukan di televisi lokal seperti biasanya, grup ini meluncurkan penampilan live untuk album baru “ARIRANG” di Alun-alun Gwanghwamun Korea pada Maret silam dan menyiarkannya secara global melalui Netflix.

“Kami meyakini bahwa Netflix adalah mitra yang paling tepat untuk proyek ini, karena kami ingin menciptakan momen ikonis bersama para penggemar global di lokasi yang sarat makna seperti Seoul,” ujar Yu Dong-ju, kepala HYBE APAC, dalam konferensi pers pada tanggal 20 Maret, sehari sebelum acara berlangsung, dikutip media Korea.

Keputusan untuk menyiarkan penampilan langsung grup tersebut secara global, alih-alih mengadakan pertunjukan televisi konvensional, menyoroti perubahan dinamika pasar sekaligus membuktikan bahwa platform streaming global telah menjadi panggung utama untuk memulai sebuah comeback berskala besar. (HG)