Hidupgaya.co – Menggandeng empat jenama lokal, Lakon Store melantai di panggung JF3 Fashion Festival 2026 mengusung tema Plesir. Empat merek lokal, BLEE, Byroam, Komang Tri Jewelry, dan Malina Alba, menyajikan koleksi yang selaras dengan tema, mengeksplorasi makna wisata.

Keempat merek tersebut bertemu dalam satu panggung melalui cerita dan pendekatan yang berbeda, membentuk sebuah narasi tentang transformasi, keberagaman, dan identitas.

Sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang mengangkat budaya Indonesia melalui pendekatan modern, Lakon Store menghadirkan Plesir sebagai perayaan atas ide, proses, dan karya yang lahir dari berbagai perspektif, menurut Arsya Prasetiawan, merchandiser sekaligus stylist Lakon Store.

Koleksi PRISM BLEE di JF3 Fashion Festival 2026 (dok. JF3)

Melalui pendekatan recrafted, setiap karya menerjemahkan pengalaman, budaya, dan memori ke dalam bentuk yang relevan bagi masa kini.

“Bagi Lakon Store, proses kreatif lahir dari perjumpaan dengan berbagai pengalaman dan perspektif yang terus berkembang,” ujarnya dalam temu media jelang pergelaran Plesir disajikan di Fashion Tent La Piazza Summarecon Mall Kelapa Gading Jakarta, Sabtu (25/7).

BLEE – PRISM

Melalui koleksi PRISM, BLEE, merek streetwear asal Jakarta, mengangkat perjalanan transformasi batu permata sebagai metafora pertumbuhan dan perubahan. ‘Inspirasinya dari Maxixe Beryl, Kyanite, dan Tsavorite Green, koleksi ini merayakan keindahan yang lahir melalui proses,” kata Farizki, perwakilan BLEE.

Mengusung tema utama summer streetwear, koleksi ini memadukan desain kontemporer dengan filosofi tentang proses, pertumbuhan, dan transformasi yang terinspirasi dari perjalanan terbentuknya sebuah batu permata.

Koleksi PRISM BLEE di JF3 Fashion Festival 2026 (dok. JF3)

PRISM lahir dari pemahaman bahwa keindahan sejati tidak tercipta secara instan. Layaknya batu permata yang melalui perjalanan panjang berawal dari material yang sederhana, kemudian mengalami tekanan, perubahan, hingga akhirnya menampilkan kilau yang bernilai tinggi setiap individu juga memiliki proses yang membentuk karakter, kualitas, dan jati dirinya.

Melalui koleksi ini, BLEE mengajak setiap orang untuk melihat bahwa keindahan terbesar sering kali tersembunyi di balik setiap proses yang dijalani.

Mengusung siluet summer streetwear yang modern, koleksi PRISM menghadirkan berbagai pilihan seperti denim set, shirt, vest, dan berbagai statement pieces dengan detail yang terinspirasi dari karakter serta tekstur batu permata.

Seluruh koleksi dikembangkan menggunakan material premium, di antaranya Japanese cotton, premium denim, corduroy, washed canvas, taslan, thermochromic fabric, knit, serta berbagai jenis katun berkualitas yang memberikan keseimbangan antara kenyamanan, fungsi, dan estetika.

Byroam – Lautan

Terinspirasi dari kekayaan laut Indonesia, Dewi Kemalasari, sosok kreatif di balik label Byroam mengatakan tema Lautan dimaksudkan untuk merayakan keindahan kehidupan laut yang diterjemahkan melalui siluet yang lembut dan detail bordir yang rumit.

Koleksi Byroam di JF3 Fashion Festival 2026 (dok. JF3)

“Koleksi ini menghadirkan reinterpretasi kebaya kasual yang dirancang untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejak awal Byroam hadir memang memilih kebaya kasual yang lebih mudah dipakai sehari-hari,” ujarnya.

Untuk koleksi yang disajikan di JF3, jenama asal Surabaya ini mengambil inspirasi keindahan laut Indonesia. Inspirasinya ternyata datang dari buku cerita yang ia bacakan untuk anaknya.

“Di buku cerita itu dikisahkan laut mulai rusak. Anak saya bertanya mengapa ada lumba- lumba kena plastik. Dari situ saya kepikiran, desainer bisa pakai karya untuk bercerita,” ujar Dewi.

Terinspirasi dari kekayaan dunia bawah laut Indonesia, koleksi ini menghadirkan berbagai motif biota laut ke dalam bordir yang lembut dan artistik, kemudian dituangkan ke dalam siluet kebaya yang klasik, nyaman, dan relevan untuk dikenakan setiap hari.

Tantangan dalam mendesain tentang laut menurutnya lebih kepada apakah konsumen bisa menerima manakala daplikasikan pada kebaya. Untuk menyiasatinya, desain biota laut itu dipadukan dengan warna yang ‘nyambung’ dengan tone kebaya. “Saya cari garis tengah yang cocok dengan brand tapi tetap mencerminkan lautan,” bebernya.

Melalui siluet modern dan detail yang dirancang dengan penuh perhatian, Byroam ingin menghidupkan kembali kebiasaan mengenakan kebaya sebagai bagian dari gaya hidup masa kini. “Perempuan di segala usia bisa pakai kebaya dengan percaya diri,” tandasnya.

Koleksi Byroam di JF3 Fashion Festival 2026 (dok. JF3)

Dewi juga menempatkan keberlanjutan sebagai pakem dalam berkarya. Melalui teknik patchwork, ia mengubah material yang tersisa menjadi karya baru yang bernilai, memberikan kehidupan kedua bagi setiap potongan kain sekaligus membantu mengurangi limbah tekstil. “Ternyata laku keras. Kebaya ini banyak disukai dan peminatnya tinggi sekali,” tuturnya.

Dewi berharap, lebih banyak orang mengenal, mengapresiasi, dan turut menjaga kelestarian laut Indonesia melalui kebaya kasual yang dapat dikenakan dalam keseharian. “Wear the sea, protect it,” ujarnya.

Komang Tri Jewelry – Tropicana Indonesia

Presentasi Lakon Store diperkuat dengan koleksi Tropicana Indonesia yang mengeksplorasi kekayaan budaya dan seni pahat Indonesia melalui karya-karya perhiasan yang merefleksikan warisan tradisi dalam pendekatan yang lebih modern.

Komang Tri, sosok kreatif di balik jenama Komang Tri Jewelry, hadirkan Tropicana Indonesia ke dalam wearable art, mengangkat keragaman flora dan fauna yang tumbuh di setiap penjuru Nusantara.

Koleksi Komang Tri Jewelry Tropicana Indonesia di JF3 Fashion Festival 2026 (dok. JF3)

Melalui koleksi ini, Komang Tri Jewelry mengeksplorasi bentuk-bentuk organik yang ditemukan di alam mulai dari kelopak bunga tropis, dedaunan, hingga siluet fauna khas Indonesia yang kemudian diterjemahkan menjadi desain perhiasan kontemporer dengan sentuhan artistik yang khas.

Setiap karya dirancang untuk tidak hanya memperindah penampilan, tetapi juga membawa cerita tentang alam, budaya, dan identitas Indonesia.

“Melalui koleksi ini, kami ingin menerjemahkan kekayaan tersebut ke dalam desain perhiasan kontemporer yang tetap menghormati nilai-nilai tradisional dan craftsmanship Indonesia,” ujar Komang Tri, pendiri sekaligus direktur kreatif Komang Tri Jewelry.

Komang Tri mengenakan koleksi Tropicana Indonesia (dok. Hidupgaya)

Seluruh koleksi dikerjakan secara handmade menggunakan teknik pengerjaan tradisional yang dipadukan dengan pendekatan desain kontemporer. “Diproduksi handmade and one of the kind, dikerjakan 1 piece saja,” ujarnya. “Koleksi Komang Tri diproduksi di Nusa Dua Bali yang dekat dengan pantai. Jadi vibesnya langsung dapat.”

“Aksesoris bukan sebatas aksesori, namun bisa berikan cerita yang menguatkan pesan yang telah disiapkan desainer,” imbuh Komang.

Giwang Komang Tri Jewelry dibuat dari limbah botol kaca (dok. Hidupgaya)

Sebagai sosok kreatif, Komang selalu menyelipkan pesan keberlanjutan. Dia telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengubah limbah botol bekas sake menjadi perhiasan yang sangat mirip dengan batu berharga.

Ada juga limbah botol air mineral disulap menjad liontin dan giwang warna emerald dengan desain versatile.

Melalui koleksi ini, Komang Tri Jewelry mengajak publik melihat perhiasan sebagai medium ekspresi yang mampu menghubungkan seni, budaya, dan alam dalam satu kesatuan karya yang relevan dengan perkembangan fashion masa kini.

Malina Alba – Sienna

Malina Alba menampilkan warna sebagai respons terhadap dunia yang semakin monokrom. Koleksi ini memadukan tekstur, siluet oversized yang nyaman, serta detail 3D floral appliqué berbentuk bunga lily, yang menjadi representasi modern dari keberagaman dan keindahan alam.

Koleksi Malina Alba – Sienna di JF3 Fashion Festival 2026 (dok. JF3)

Jenama fashion wanita kontemporer yang dibesut pada 2023 fokus pada koleksi semi-tailored yang unik, versatile, dan timeless.

Koleksi Sienna terinspirasi dari keindahan alam, lahir dari keyakinan bahwa di tengah dunia yang semakin dipenuhi warna-warna monokrom, alam selalu mengingatkan kita akan keindahan dalam setiap warna.

Koleksi Malina Alba – Sienna di JF3 Fashion Festival 2026 (dok. JF3)

Melalui koleksi ini, Malina Alba mengajak perempuan untuk lebih berani berekspresi  diri sekaligus menghargai keindahan yang telah lama hadir di sekitar kita.

Palet warna earthy dengan sentuhan floral menjadi benang merah koleksi ini. Beragam material seperti tweed, twill, dan katun dipilih untuk menghadirkan tekstur yang merefleksikan keragaman alam.

Siluet oversized memberikan kesan nyaman dan effortless yang menjadi ciri khas Malina Alba, sementara aplikasi bunga lily tiga dimensi dan renda rumbai menjadi detail dalam koleksi. (HG)