Hidupgaya.co – Rin Culinary Art, sebuah culinary art studio yang digawangi duo Chef Yohhei Sasaki dan General Manager Ken Kuwako, siap menyambut babak baru dalam dunia fine dining di Jakarta.

Memadukan sentuhan Bintang Michelin dengan presisi Jepang, craftsmanship Italia, dan karakter khas bahan-bahan lokal Indonesia dalam sebuah pengalaman bersantap yang artistik dan intimate,  setiap detail presentasi dikurasi dengan standar internasional dapat dinikmati pelanggan di resto ini.

Chef Yohhei Sasaki, artisan asal Jepang membawa pengalaman kuliner internasional di sejumlah restoran Bintang Michelin di Italia, Arnolfo dan Da Vittorio, serta beberapa restoran Michelin-Selected di Singapura seperti Il Cielo dan La D’Oro.

Dia mengakui Indonesia punya potensi kuliner yang luar biasa. Bahan-bahan di sini memiliki karakter yang kuat, kedalaman rasa, dan cerita yang sangat menarik.

“Melalui Rin Culinary Art, saya ingin menghadirkan bahan Indonesia dalam ekspresi yang lebih refined secara global tanpa kehilangan rasa hormat terhadap asal-usulnya,” ungkap pendiri sekaligus Head Chef Rin Culinary Art.

Chef Yohhei Sasaki dan Ken Kuwako, duo yang menggawangi Rin Culinary Art

Kehadiran Rin Culinary Art adalah terjemahan seluruh pengalaman internasional tersebut ke dalam pendekatan Itameshi, yaitu perpaduan harmonis antara presisi Jepang, teknik Italia, dan soul Indonesia.

Hal inilah yang menjadikan Rin Culinary Art berbeda dengan restoran yang ada di Jakarta.

Berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rin Culinary Art dirancang sebagai destinasi pengalaman rasa yang menggabungkan kuliner dan emosi dalam satu perjalanan multisensori yang mendalam. 

Singkat kata, Rin ingin mendefinisikan ulang fine dining di Jakarta agar menjadi sesuatu yang lebih humanis, imersif, dan relevan. etiap detail, mulai dari interaksi gaya omakase, artistic plating, pendekatan hospitality, hingga atmosfer interior, dirancang untuk membuat pengalaman kelas dunia terasa lebih dekat dan dapat dinikmati dengan lebih luas.

Di tengah berkembangnya posisi Indonesia dalam peta kuliner global, Rin Culinary Art hadir untuk mengangkat bahan lokal Indonesia ke dalam lanskap gastronomi dunia.

Menu hidangan Rin Culinary Art memadukan kuliner lokal berstandar internasional (dok. ist)

Rin Culinary Art berambisi menjadi benchmark baru untuk pengalaman bersantap kontemporer di Jakarta dengan memadukan keahlian kuliner dunia dan jiwa Indonesia dalam satu pengalaman autentik.

Inspirasi estetika Jepang

Rin terinspirasi dari filosofi estetika Jepang yang sarat makna. Dalam bahasa Jepang, Rin dapat ditulis dengan beberapa kanji yang merepresentasikan nilai-nilai berbeda, salah satunya melambangkan keanggunan, martabat, ketenangan, dan karakter yang refined.

Filosofi tersebut menjadi fondasi Rin Culinary Art dalam menghadirkan pengalaman bersantap yang elegan, presisi, dan berkelas.

Makna lain dari ‘Rin’ juga merefleksikan kemurnian, keindahan, serta hubungan harmonis dengan alam, nilai yang tercermin dalam komitmen Rin untuk mengangkat kekayaan bahan-bahan Indonesia melalui pendekatan kuliner Jepang dan Italia yang modern.

Adapun eksistensi Ken Kuwako selaku General Manager Rin, dengan latar belakang membangun beragam pengalaman bersantap premium, termasuk ESORA Singapore, semakin memperkuat posisi Rin dalam menghadirkan pengalaman serupa.

Keahliannya berperan penting dalam menciptakan perjalanan hospitality yang intim, personal, dan berkelas bagi setiap tamu.

Pilihan hasil laut lokal, rempah aromatik, sayuran musiman, hingga seluruh elemen menu utama di Rin berasal dari Indonesia, seperti jantung pisang, ubi manis, breadfruit, sereh, dan kluwek.

Semua bahan itu dikurasi dengan pendekatan yang mendetail untuk menghadirkan hidangan yang elegan, ekspresif, dan dipastikan akan meninggalkan kesan emosional.

Chef Yohhei Sasaki menyiapkan hidangan untuk pelanggan Rin Culinary Art (dok. Ist)

Ken Kuwako menyampaikan Rin dibangun bukan hanya untuk menyajikan makanan yang exceptional, tetapi untuk menciptakan koneksi emosional melalui pengalaman yang menyeluruh.

“Kami ingin menghadirkan fine dining yang eksklusif dan refined, namun tetap terasa hangat, welcoming, dan relevan bagi lebih banyak orang,” ujarnya.

Tea pairing pelengkap hidangan

Satu hal lagi yang membedakan Rin, menurut Ken adalah tea pairing yang ditawarkan untuk menemani hidangan yang disajikan oleh Chef Sasaki.

Tea pairing di Rin bukan sekadar teh biasa, melainkan special blend yang dirancang khusus untuk memperkaya rasa dan menciptakan pengalaman bersantap yang lebih imersif dalam setiap sajian.

“Ini pengalaman tersendiri, di mana teh pilihan terbaik kami akan semakin memperkuat cita rasa hidangan tersebut serta pengalaman bersantap di Rin,” tandas Ken.

Para pengunjung dapat menikmati pengalaman Rin Culinary Art yang berlokasi di Jl. Wijaya II No.69, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk informasi mengenai Rin Culinary Art, ikuti Instagram @Rin.culinaryart. (HG)