Hidupgaya.co – Semangat Kartini dirasakan dan diterapkan sejumlah perempuan Indonesia, menepis ketakutan, menyingkirkan langit-langit kaca untuk mencapai tujuan. Mereka berani berjuang mewujudkan mimpi sembari menjalani peran sebagai ibu, istri sekaligus perempuan bekerja yang memiliki tanggung jawab besar di perusahaan.
Rezky Yulyanti Isa (36) misalnya, melihat semangat Kartini sebagai inspirasi yang mendorongnya untuk berani bermimpi. Sejak awal ia memiliki mimpi bekerja di perusahaan multinasional. Awal bekerja di perusahan FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) di bidang penjualan, Rezky harus terjun ke pasar menawarkan produk kepada calon pelanggan, mengangkat barang, bahkan tak jarang ia menumpang mobil truk bersama sopir dan sales helper.
Sempat dirumorkan hanya bertahan lima bulan saja di perusahaan yang identik dengan dunia laki-laki, nyatanya Rezky berhasil membuktikan mantap menapaki jenjang karir.
Perjuangannya berbuah manis, kini Rezky menjabat sebagai Head of Region di PT Heinz ABC Indonesia (Kraft Heinz Indonesia), sebagai pemilik merek ABC untuk produk kecap, sambal, sirup, sarden, dan minuman dalam kemasan.
Sejak Rezky bergabung pada Januari 2025, menjadi bagian dari 25% karyawan perempuan di bagian penjualan.

Rezky memimpin tim di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, serta bertanggung jawab menyusun strategi penjualan untuk mencapai target. Hal itu dia jalankan sembari mengasuh anak pertama yang belum berusia satu tahun.
Menjadi perempuan bukanlah penghalang, justru menjadi kelebihan di dunia kerja. Sebagai seorang perempuan, Rezky merasa memiliki kelebihan yang membantunya lebih sukses dalam bekerja di bidang ini. Ia lebih terbuka terhadap tim dan tidak segan menunjukkan kelemahannya.
Rezky juga bisa lebih berempati dan bersedia lebih banyak mendengar, sehingga semakin terbuka ruang diskusi untuk mencari solusi. Selain itu, perempuan juga lebih terbiasa melakukan beberapa tugas secara bersamaan.
Sementara itu, Fariatun (52), seorang Line Leader di fasilitas manufaktur Kraft Heinz Indonesia yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Bergabung di tahun 1996, ia beberapa kali pindah bagian, termasuk assembling, packing, dan cleaning.
Suatu ketika, ia ditugaskan di bagian penimbangan produk dan mendapatkan tanggung jawab lebih untuk melakukan supervisi terhadap tim dan jadwal produksi. Di sinilah awal pengalaman Fariatun dalam kepemimpinan.
Awalnya, ia merasa gugup, terutama karena timnya didominasi laki-laki dan terkadang sulit menerima arahan baru darinya. Kini, sebagai Line Leader, Fariatun bertanggung jawab memastikan target produksi berjalan lancar sesuai jadwal, dengan fokus pada pengaturan orang, jadwal, dan pasokan produksi.
Baginya, semangat Kartini merupakan motivasi bahwa perjuangan Kartini bukan hanya tentang kesetaraan gender, tetapi juga tentang kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam masyarakat, termasuk di dunia kerja.
Rezky dan Fariatun berada di antara 32% karyawan perempuan dari total lebih dari 1.300 karyawan tetap di Kraft Heinz Indonesia.
Dina Sitopu, People and Performance Director Kraft Heinz Indonesia, mengatakan perusahaan FMCG itu secara konsisten berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berbasis meritokrasi. “Kami yakin setiap individu, termasuk perempuan, memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi. Komitmen ini tidak hanya bersifat prinsip, tetapi juga tercermin dalam berbagai data dan inisiatif,” ujarnya.

Di Indonesia, Kraft Heinz Indonesia telah menunjukkan progres yang signifikan, dengan peningkatan keterwakilan perempuan di posisi Indonesia Leadership Team dari 44% pada tahun 2023 menjadi 71% pada tahun 2026.
Tak ketinggalan, Dina menambahkan, Kraft Heinz Indonesia juga mengimplementasikan berbagai program untuk mendukung pemberdayaan perempuan, di antaranya Women Leadership Institute, sebuah program yang berlaku global di dalam grup Kraft Heinz Company, bertujuan mempercepat pengembangan pemimpin perempuan melalui pelatihan intensif, asesmen, dan kesempatan membangun jejaring dengan para pemimpin perempuan lintas negara.
Selain itu, Kraft Heinz Indonesia juga memiliki program Women Leadership Forum, sebagai wadah bagi karyawan perempuan untuk saling berbagi pengalaman dan mempersiapkan diri menuju posisi kepemimpinan yang lebih tinggi.
Sementara bagi generasi muda, Kraft Heinz merancang program Early Talent Leadership Program. “Melalui program ini, Kraft Heinz Indonesia membuka peluang bagi talenta muda perempuan untuk berkarier di bidang manufaktur, area yang selama ini didominasi oleh laki-laki. Program ini memberikan pengalaman langsung, pembinaan secara intensif, serta peluang karir yang progresif dengan prinsip meritokrasi,” tandas Dina. (HG)