Hidupgaya.co – Koleksi Silfira ‘Silent Fire’ jenama baju muslim profesional Nina Nugroho melantai di Indonesia International Modest Fashion Festival (In2motionfest) 2025.

Koleksi yang mengusung wastra batik Yogyakarta menjadi pernyataan sekaligus perayaan tentang kekuatan tenang, keanggunan, dan simbolisasi perempuan berdaya.

Silent Fire menggambarkan kepercayaan diri yang ditunjukkan dalam diam, tanpa perlu kebisingan. Api yang diam namun tetap menyala, memberi cahaya, manfaat dan energi. Begitu pula dengan perempuan berdaya, ada elegansi dalam ketenangan dan keberanian yang menjadi daya tariknya,” kata Nina Septiana, sosok kreatif di balik merek Nina Nugroho usai pergelaran mode In2motionfest di Jakarta International Expo Kemayoran, Kamis (9/10).

Koleksi Silfira, sebut Nina, merupakan representasi perempuan yang hadir, ada dan bermakna dalam ketenangan, namun meninggalkan resonansi yang kuat.

“Melalui koleksi Silfira saya ingin menyampaikan pesan bahwa perempuan tidak harus berteriak untuk menunjukkan kekuatannya. Tidak perlu validasi, tidak perlu panggung kontestansi, dalam diam dia tetap bergerak menyalakan energi, dan berkarya,” tuturnya.

Koleksi Silfira ‘Silent Fire’ Nina Nugroho di In2motion Fest 2025 (dok. Nina Nugroho)

Menyajikan delapan koleksi, Nina mengusung batik Yogyakarta bermotif Lung-lungan. “Motif klasik keraton ini menampilkan sulur, daun, dan bunga yang menjalar membentuk kesatuan dan harmoni. Seperti filosofi sulur yang terus tumbuh, Lung-lungan merefleksikan keberlangsungan hidup, kesadaran, dan kekuatan,” bebernya.

Koleksi didominasi warna biru dan cokelat yang memiliki makna ketenangan dan kekuatan. Biru melambangkan ketenangan jiwa dan kejernihan berpikir yang menghadirkan kesan kedalaman, keteguhan, dan kewibawaan.

Koleksi Silfira ‘Silent Fire’ Nina Nugroho di In2motion Fest 2025 (dok. Nina Nugroho)

“Cokelat itu melambangkan kedekatan dengan bumi, mencerminkan akar yang kuat dan kestabilan, serta simbol kelembutan, kehangatan, dan kesederhanaan yang anggun,” tutur CEO Nina Nugroho.

Dalam koleksi teranyar, Nina tetap menyematkan detail desain A line yang telah menjadi identitas, seperti piping yang memberi garis tegas, dan double manset yang fungsional.

Nina Septiana, sosok kreatif sekaligus CEO Nina Nugroho (dok. ist)

Koleksi ini juga diperkaya dengan long outer, cape, dan blazer yang merepresentasikan karakter perempuan profesional, tegas namun elegan. Potongan ini tidak hanya mempertegas siluet keanggunan, tetapi juga menegaskan ciri khas busana kerja profesional Nina Nugroho: tegas, berkelas, timeless dan tetap menjaga nilai kesopanan.

“Melalui Silfira ‘Silent Fire’ saya mengajak perempuan Indonesia untuk merayakan keberdayaannya: menjadi kuat dalam ketenangan, bersinar dalam kesederhanaan, dan berdaya dalam setiap tantangan,” pungkas Nina. (HG)