Hidupgaya.co – Cotton In Lace menggelar koleksi Idul Adha dalam sebuah trunk show di hadapan media gaya hidup dan komunitas. Merek lokal yang masih baru ini – dibesut pada 9 Oktober 2023 oleh Steffi Leonard – menampilkan koleksi bergaya edgy feminin, terinsipirasi gaya versatile Jepang dan Korea.

“Gaya yang diusung Cotton In Lace menampilkan koleksi dengan ciri garis tegas namun minimalis serta menggunakan warna-warna dasar yang lembut. Penggunaan lace atau renda sebagai salah satu ciri khas Cotton in Lace memberikan kesan feminin nan cantik sehingga memberikan gaya yang futuristik dan modern,” ujar Steffi di acara temu media di Veranda Hotel Pakubuwono Jakarta, Rabu (5/5/2024).

Rangkaian koleksi Idul Adha Cotton In Lace (dok. Hidupgaya.co)

Untuk koleksi Idul Adha, tema yang yang dipilih adalah Sacrifice in Lace. “Koleksi ini sengaja dihadirkan  menyambut Hari Raya Idul adha yang lekat dengan peristiwa pengorbanan sebagai bentuk ketaatan dan keikhlasan,” imbuh Steffi.

Meskipun bisa dibilang masih bayi, koleksi Cotton In Lace edisi Idul Fitri silam banyak diburu konsumen. “Itulah yang mendorong kami meluncurkan koleksi khusus Idul Adha yang disambut sukacita,” lanjut Steffi yang sebelumnya mendirikan merek MissKami khusus untuk perempuan berhijab.

Temu media menandai peluncuran koleksi Idul Adha Cotton In Lace di Veranda Hotel Jakarta (dok. Cotton in Lace)

MissKami cukup dikenal di berbagai daerah, namun untuk menembus kota besar seperti Jakarta, Steffi mengaku harus memutar otak untuk menembus ketatnya persaingan. “Akhirnya meluncurlah merek Cotton In Lace yang ditujukan untuk memberikan pilihan mode kepada para pecinta fashion hijab dengan gaya yang effortless namun tetap nyaman,” ujar Steffi yang juga bertindak sebagai CEO Cotton In Lace.

Koleksi Cotton In Lace termasuk dalam koleksi busana santun (modest) yang juga bisa dikenakan perempuan yang tidak memakai hijab. Poin plusnya, koleksi terinspirasi simpel minimalis khas Jepang dan Korea ini mudah untuk dibuat padu padan.

Koleksi Idul Adha Cotton In Lace (dok. Hidupgaya.co)

Bicara tentang koleksi Sacrifice in Lace, Nadia Ladilafani selaku fashion designer head of Cotton in Lace mengatakan look dan gayanya menampilkan busana dengan pola dan pemilihan warna kalem feminin seperti ivory, beige dan taupe yang mewakili warna cool tone dan earth tone.

“Untuk menambahkan aksen futuristik elegan, detil busana dilengkapi dengan lace yang menjadi salah satu signature style dari merek Cotton In Lace,” ujar Nadia.

Menariknya, detil lace atau renda tersebut dikembangkan sendiri oleh tim desain menggunakan bentuk flora dan abstrak. “Corak yang digunakan pada koleksi ini memberikan simbol bahwa perjalanan hidup yang berbeda dan melalui proses yang berat akan sampai juga pada tujuan yang indah,” tutur Nadia.

Kiri ke kanan: Steffi Leonard, Nadia Ladilafani dan Ayudia Chaerani (dok. Cotton in Lace)

Penggunaan bahan juga memiliki arti tersendiri, seperti bahan cotton (katun) melambangkan pondasi yang kokoh, bahan lace melambangkan keindahan, kreativitas dan kelembutan, sedangkan bahan pleated melambangkan sebuah proses.

“Koleksi Sacrifice In Lace diharapkan menjadi langkah awal Cotton In Lace meramaikan dunia modest fashion yang cukup semarak di Indonesia. Koleksi ini dipersembahkan untuk wanita yang tangguh, mandiri, elegan dan kebanyakan wanita memiliki sifat rela berkorban untuk kebahagiaan orang lain dan dirinya sendiri,” Nadia menekankan.

Di acara peluncuran koleksi terantar itu, Cotton In Lace mengundang Ayudia Chaerani yang digambarkan sebagai sosok wanita tangguh dan kuat, namun dalam hatinya tetap memiliki sisi keindahan seperti lace. (HG)