Hidupgaya.co – Kesehatan mental masih menjadi hal tabu untuk dibahas di ranah publik. Padahal bisa dibilang, Indonesia memiliki masalah cukup serius terkait isu kesehatan mental, khususnya di kalangan peserta didik. Rapor Pendidikan 2022 yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim menyebut sekira 25 persen peserta didik di Indonesia mengalami berbagai bentuk perundungan/bullying.  Sedangkan data dari sebuah aplikasi kesehatan mengungkap  pada 2022 ada sekira 60.000 orang usia 15-30 tahun melakukan konsultasi ke psikiater dan psikolog seputar masalah kesehatan mental yang dipicu oleh berbagai macam faktor.

Disampaikan psikolog Chitra Ananda Mulia, dari 2 orang di Indonesia, dan 1 dari 3 remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. “Isu kesehatan mental di kalangan anak muda belakangan mengemuka. Itu tak lepas dari perkembangan teknologi yang sangat mempengaruhi kesehatan mental remaja, yang tengah mencari jati diri,” ujarnya di sela diskusi media yang dihelat Avian Brands menandai peluncuran gerakan ‘Avian Brands Support Mental Health with Healing Colours’ di Mitra10 Bintaro, Selasa (10/10/2023).

Chitra menambahkan, konsep remaja mudah berubah dalam mencari jati diri terutama bila sejak kecil tidak mendapatkan pengasuhan konsisten. “Kalau sejak kecil tidak konsisten, di masa remajanya gampang terpengaruh lingkungan, khususnya media sosial,” terangnya.

Joe Taslim bicara tentang perundungan di acara Avian Brands Support Mental Health with Healing Colours’ di Mitra10 Bintaro, 10 Oktober 2023 (dok. Hidupgaya.co)

Perundungan bisa memicu masalah kesehatan mental, bukan hanya korban namun juga pelaku. “Saat anak membully anak lain, mungkin ada kebutuhan yang tidak terpenuhi di rumah dari orang tua. Jadi dia melampiaskan ke anak lain yang dinilai lebih lemah,” beber Chitra.

Bicara soal perundungan, ternyata aktor Joe Taslim pernah menjadi korban bullying di masa kecil. “Pernah dibully saat anak-anak secara fisik karena badan kecil. Saat itu biasa murid yang besar mukulin yang kecil,” ujarnya. “Memori kuat banget saat dibully. Orang yang membully mungkin sudah lupa, tapi orang yang dibully tak akan pernah lupa.”

Aktor yang jago martial art mendorong para orang tua untuk lebih peduli pada anak-anak, khususnya di usia sekolah. “Lindungi anak anak dengan lebih perhatian. Ditanya pulang sekolah ngapain saja. Buat orang tua yang memiliki anak yang berpotensi sebagai pembully orang lain, anak itu diajak komunikasi,” sarannya.

Ayah tiga anak ini mengakui berkomunikasi dengan remaja memang tidak mudah. “Anak remaja ada ego  berontak. Semakin dilarang malah melawan. Jadi, sebagai ayah kadang saya berkomunikasi dengan mereka sebagai teman. Dengerin aja apa kata mereka. Dulu kan pernah muda. Orang tua ingin anak sebagai kertas putih tanpa salah, itu tidak bisa. Manusia melakukan kesalahan, memperbaiki jadi lebih baik. Yang penting belajar dari kesalahan,” ujar Joe bijak. 

Tak kalah penting selain komunikasi, Joe menjadikan rumah sebagai tempat teraman, berikan perlindungan. “Usahakan rumah jadi tempat teduh dan aman yang membuat anggota keluarga selalu ingin pulang. Salah satunya dengan pemilihan warna cat yang tepat, yang bisa menstimulasi mood kita agar lebih baik,” papar Brand Ambassador Sunguard All-In-One dari Avian Brands.

Menurutnya, setiap orang bisa aman di balik warna tertentu. “Itulah makanya warna di rumah penting, bikin kita merasa nyaman, istirahat tidur bisa lebih nyenyak. Kalau anak sudah besar, biarkan dia memilih warna tertentu untuk kamarnya biar mood dan semangatnya bagus,” saran Joe Taslim.

Selain menggunakan warna cat untuk membuat suasana hati lebih baik,saat penat melanda Joe mengaku bisa bermusik 3 hingga 4 jam atau olahraga. “Habis olahraga biasanya akan lebih semangat karena ada produksi endorfin. Itu vitamin mental yang membuat kita lebih baik,” tuturnya.

Warna Cat yang Bikin Feel Good

Kesempatan sama, Marketing Manager Avian Brands Mely Yanti mengatakan Avian Brands menaruh kepedulian kepada masalah kesehatan mental. “Mental health issue yang saat ini marak terjadi, khususnya di kalangan remaja adalah masalah yang harus diselesaikan secara bersama-sama dengan banyak pihak. Avian Brands mendukung penuh upaya tersebut melalui gerakan ‘Avian Brands Support Mental Health with Healing Colours’ lewat produk-produk unggulan dengan warna-warna yang secara riset telah dibuktikan mampu membantu memberikan nuansa yang lebih menenangkan bagi para pejuang kesehatan mental,” terangnya.

Melalui produk unggulan Sunguard All-In-One dan Supersilk Anti Noda, Avian Brands mempersembahkan warna-warna cat tembok yang menimbulkan efek feel good. “Avian Brands dalam hal ini hadirkan koleksi warna yang berikan kesan feel good. Ada 24 warna pilihan. Terbagi dalam dua kategori, yakni Stress Release Collection dan Mood Booster Collection,” ujar Mely.

Joe Taslim berbagi cara kelola kesehatan mental di acara Avian Brands Support Mental Health with Healing Colours’ di Mitra10 Bintaro (dok. Hidupgaya.co)

Produk Avian Brands, Supersilk Anti Noda dan Sunguard All-In-One menghadirkan inspirasi warna ruangan yang dapat membantu memperbaiki kondisi mental health, antara lain melalui Mood Booster Collection (warna cerah) dengan 12 koleksi warna; Close To You, Red Jumper, Red Rhythm, Bright Spot, Travelling Somewhere, Arizona Sunset, Smile For Me, Cheerful Heart, Midnight Sun, Lime Light, Think Green, Maze Runner dan Stress Release Collection (warna lembut/pastel) dengan 12 koleksi warna; Heart & Soul, Here For You, Aqua Healing, Cool Me Down, Joyful Soul, Precious Time, Healing Power, Rest &a Relax, Slow & Easy, Free Your Mind, Timeless Moment, Musical Therapy.

Dukungan Avian Brands terhadap gerakan ‘Support Mental Health with Healing Colours’ juga dituangkan melalui sarana bimbingan dan konsultasi dari tenaga ahli profesional secara cuma-cuma yang akan dilakukan di beberapa lokasi di area Jawa.

Mely menekankan, gerakan ‘Avian Brands Support Mental Health with Healing Colours’ akan menjadi kegiatan berkelanjutan yang akan terus digaungkan untuk menggugah kepedulian lebih banyak pihak. “Mental health issue bukanlah masalah ringan yang bisa dianggap remeh, dan harus segera diatasi bersama agar Indonesia memiliki generasi muda yang sehat, tidak hanya fisik yang sehat, juga mental yang tangguh,” ujarnya. (HG)