Hidupgaya.co – Kita percaya bahwa penyandang disabilitas berhak atas kesempatan yang setara dalam berkarya di segala bidang. Menandai Hari Penyandang Disabilitas yang diperingati 3 Desember, Johnson and Johnson menggandeng Precious One yaitu sebuah tempat usaha kerajinan tangan yang memperkerjakan para penyandang disabilitas dan Parakerja, sebuah platform pendidikan untuk penyandang disabilitas dan non-disabilitas yang bertujuan agar mereka dapat memiliki kesetaraan dalam aspek pendidikan, aksesibilitas dan pekerjaan dalam diskusi mengenai disabilitas di acara Year End Media Gathering bertema “Day of Mindfulness and Inclusivity” bertempat di HARRIS Suite fX Sudirman, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Visi kami di Johnson and Johnson adalah agar setiap orang menggunakan pengalaman dan latar belakang yang unik, kemudian bersama-sama menciptakan solusi, sehingga kita bisa membawa dunia menjadi lebih baik dan lebih sehat.  Misi kami adalah menciptakan keragaman dan inklusi (rasa memiliki yang mendalam) pada saat bekerja,” ujar Country Leader of Communications and Public Affair for Johnson and Johnson Pharmaceutical Indonesia & Malaysia, Devy Yheanne.

Karya penyandang disabilitas yang ditampilkan dan dijual di acara Year End Media Gathering bertema “Day of Mindfulness and Inclusivity” di Jakarta (dok. Hidupgaya.co)

Devy menjelaskan, mengupayakan kesetaraan dalam perusahaan, Johnson and Johnson memiliki strategi Diversity, Equity, and Inclusi (DEI) yang selaras dengan Enviromental, Social, and Governance (ESG). DEI merupakan strategi  yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap personel di Johnson and Johnson untuk menjadi bagian dari organisasi tanpa membedakan latar belakang.

Mengusung jargon We All Belong, You Belong, DEI memiliki visi bagi karyawannya untuk menjadi diri sendiri, untuk bersama-sama mengubah dunia ke arah yang lebih baik.

Mengutip kalimat Alex Gorksy, mantan Executive Chairman di Johnson and Johnson, bahwa keragaman dan inklusi  di Johnson and Johnson bukan sekadar komitmen melainkan sebuah langkah nyata bagaimana karyawan hidup dan bekerja. “Di Johnson and Johnson, semakin beragam karyawannya, maka akan semakin baik, karena biasanya inovasi ditemukan saat keberagaman terjadi,” ungkap Devy.

Karya penyandang disabilitas yang ditampilkan dan dijual di acara Year End Media Gathering bertema “Day of Mindfulness and Inclusivity” di Jakarta (dok. Hidupgaya.co)

Alex Gorsky meyakini bahwa inovasi terbaik hanya dapat diperoleh apabila karyawan Johnson and Johnson di seluruh dunia mampu merefleksikan keanekaragaman individu dan pendekatan terhadap berbagai hal.

Komitmen keragaman dan inklusi  tersebut dilanjutkan melalui Employee Resource Group (ERG), dengan salah satu fokus adalah Alliance Diverse Ability (ADA). Hal itu diwujudkan salah satunya dengan menggelar ADA Festival  pada tanggal 20 Oktober 2022, yang melibatkan komunitas disabilitas dan mendorong karyawan untuk terus belajar serta mendapatkan ilmu dari sumber yang beragam. (HG)

Advertisement