Hidupgaya.co – Kalian pernah dengar istilah diet defisit kalori? Bagi yang belum tahu, jenis diet ini merupakan pengaturan pola makan dengan lebih sedikit mengonsumsi jumlah kalori dibandingkan dengan aktivitas fisik yang memerlukan banyak energi.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Dewi Virdianti memberi contoh, misalnya kebutuhan kalorinya sehari-hari untuk orang normal yaitu di 2000 kalori satu hari. “Bagi yang hendak menurunkan berat badan, artinya harus mengurangi asupan kalorinya, jadi sekitar 500 kalori per hari,” ujar Dewi dalam Instagram Live @ptkalbefarmatbk.

Perlu dicatat, diet jenis ini mengharuskan prinsip diet sehat, yaitu memperhatikan jenis makanan dan jumlahnya. Jenis makanan yang disarankan termasuk protein, sayur-sayuran, buah-buahan, dan membatasi asupan junk food. “Bisa juga dengan mengonsumsi makanan yang dapat membuat kenyang lebih lama, seperti oatmeal, ubi, kentang, talas, dan singkong,” imbuhnya.

Selain asupan jenis makanan, jadwal makan sehari-hari juga penting diperhatikan. “Dalam hal ini, bukan berarti orang diet tidak butuh sarapan, tidak makan malam, tidak makan siang,” tutur Dewi. 

Jangan lupa imbangi dengan aktivitas fisik yang konsisten dan teratur, sehingga menjadikan pola tersebut sebagai kebiasaan atau perubahan perilaku.

Contoh menu diet defisit/rendah kalori (dok. istimewa)

Dewi mengingatkan, menurunkan berat badan dengan diet yang tidak tepat dan tidak mengikuti pola gizi seimbang, maka berisiko terjadi komplikasi lain. “Juga bisa terjadi rebound, yakni berat badan akan kembali meningkat setelah program diet selesai, karena nafsu makan lebih tinggi,” terangnya.

Mengapa bisa rebound? “Sebab, ketika kekurangan karbohidrat, tubuh akan craving untuk minta karbohidrat lebih banyak,” tuturnya.

Agar penurunan berat badan sukses, Dewi menyarankan dengan dibarengi pola aktivitas kita. “Jadi kalau kegiatan sehari-hari kita hanya kebanyakan duduk atau rebahan, maka asupan kalorinya juga harus dikurangi. Tapi kalau aktivitasnya banyak, kita rajin olahraga, maka asupan kalorinya bisa 2000 atau bahkan bisa lebih,” ujarnya.

Dewi menekankan, salah satu cara tepat dalam mengukur porsi makan tanpa diet ialah dengan pola Isi Piringku. Pada satu per tiga piring diisi dengan makanan pokok, satu per tiga lainnya diisi sayur-sayuran, serta satu per tiga terakhir diisi dengan lauk dan buah. Kemudian, bisa ditambah susu sebagai snacking.

Untuk susu, Dewi menyarankan pilih yang rendah kalori. “Itu bisa jadi meal replacement juga kalau memang kita mau menjaga berat badan tapi asupan nutrisinya tetap sesuai,” pungkasnya. (HG)