Hidupgaya.co – Moms, memasuki usia batita alias toddler (18 hingga 24 bulan, aktivitas yang dapat dilakukan oleh buah hati mulai beragam ya. Bukan lagi sekadar berjalan atau belajar makan sendiri, di usia ini si Kecil akan mulai melompat, menari, melempar dan bahkan memanjat. Karenanya, penting untuk menciptakan kenyamanan pada buah hati saat ia mulai melakukan eksplorasi.  

Menurut dokter spesialis anak, dr. S.T Andreas Christian Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A, waktu bermain bagi toddler juga sangat penting. “Pada masa ini pembentukan kecerdasan anak dimulai. Aktivitas motorik halus dan kasar di usia toddler akan sangat mempengaruhinya untuk mengendalikan otot-otot besar saat melakukan aktivitas berat, seperti berenang, berlari, melompat maupun memanjat,” ujarnya.

Sama halnya dengan Dante Oliver, anak kedua dari Chelsea Olivia yang telah memasuki usia 22 bulan. Sebagai seorang ibu dari batita, Chelsea Olivia merasa bahwa Dante membutuhkan waktu bermain untuk mendukung pertumbuhannya. 

Keluarga Chelsea Olivia (dok. Instagram)

Sebagai ibu millennial, Chelsea memiliki pilihan aktivitas bersama buah hatinya. Simak nih:

1. Berkebun

Saat pandemi, aktivitas berkebun mulai popular dan dapat dijadikan sebagai alternatif untuk bermain serta belajar bagi si kecil. Hal ini tentu mendukung perkembangan motoriknya, seperti menanam benih, menyiram, memetik daun, dan buah.

2. Berolahraga

Keluarga Alinskie dikenal sebagai keluarga yang sehat, selain gemar melakukan travelling, Chelsea juga tak jarang mengajak Dante berolahraga. Menurutnya kegiatan seperti bersepeda, berenang, senam, lempar bola, dan baby gym juga dapat membuat daya tahan tubuh menjadi kuat, terutama untuk buah hati.

3. Permainan edukatif

Kegiatan ini juga dapat melatih kemampuan sensorik dan motorik si Kecil. Selain bermain puzzle, Chelsea juga tak jarang mengajak Dante menggambar, menyusun balok, serta membuat kerajinan tangan.

Kegiatan yang beragam ini tentu menjadi challenge baginya karena harus menciptakan kondisi yang nyaman bagi Dante untuk bermain dan mencoba hal baru. Chelsea sepakat bahwa popok menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kenyamanan Dante. “Saya selalu memilih popok yang tipis dengan daya serap yang tinggi,” ujarnya. 

Menurut Chelsea, Makuku telah memberikan inovasi terbaik untuk kebutuhan popok usia batita. “Sebagai ibu dari dua anak, saya sepakat dengan semua nilai yang ingin dibawa Makuku ke masyarakat. Semua orang tua tentu ingin menciptakan masa kecil yang bahagia, sehat, hangat dan manis bagi buah hatinya. Apalagi, anak kedua aku yang memasuki masa toddler dan sudah sangat lincah. Inovasi popok ini ini sesuai untuk kenyamanan Dante,” ujarnya.

Andreas menambahkan, kenyamanan si Kecil dalam beraktivitas berasal dari ruang gerak yang bebas, salah satunya adalah jenis popok si Kecil. “Tipis dengan daya serap yang tinggi perlu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih popok,” ujarnya.

Mengikuti kebutuhan ruang gerak si Kecil, Makuku hadirkan Air Diapers Slim dengan inti struktur SAP (Super Absorbent Polymer) yang mampu menyerap lebih baik, daya tampung hingga 600 ml. SAP adalah polimer hidrofilik yang memiliki kemampuan dapat menyerap cairan hingga lebih dari 100x lipat dari beratnya sendiri. Inti struktur SAP pada Makuku Air Diapers Slim mampu menyerap cairan lebih optimal dan menguncinya di dalam bahan sampai menjadi padat di dalam. Selain keunggulan ini, bahan dari popok juga lembut dan tipis dengan 1,6 mm serta pinggang elastis. (HG)