Hidupgaya.co – Koleksi busana karya sejumlah desainer Indonesia bakal tampil di panggung New York Fashion Week. Melalui group show yang diberi nama Indonesia Now, para desainer akan mempresentasikan rancangan mereka di NYFW ‘The Show’ yang akan dihelat di Springs Studios, New York, pada 11 September 2022.

Para desainer yang akan tampil dalam group show Indonesia Now antara lain, Spous by Priyo Oktaviano, Heaven Lights, Alleira Carys Cares X Amero Jewellery, Suedeson by Kimberly Tandra, Coreta Louise, dan Vivi Zubedi. Mereka akan mempresentasikan koleksi karya fashion ready to wear yang terinspirasi dari kekayaan kriya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Di New York Fashion Week, Spous by Priyo Oktaviano akan menghadirkan tema Childhood Reminiscence dimana terinspirasi dari kenangan masa kecil yang bebas tanpa ada batasan dan berimajinasi dengan ekspresi maksimal. Koleksi busana rancangannya akan menggunakan material utama tenun endek Bali, sehingga akan terlihat young, fun, dan kaya warna.

Alleira Batik terakhir tampil di New York Fashion Week 2019, kini akan kembali mempresentasikan koleksinya di NYFW 2023. Berkolaborasi dengan Carys Cares dan Amero Jewellery dan membentuk nama Alleira Carys Cares X Jewellery ini akan membawa koleksi bertema “Paradise”, dimana busana yang ditampilkan merupakan hasil lukisan tangan anak-anak down syndrome. Koleksi Batik Alleira kali ini juga akan mempertunjukkan batik bermotif nuansa hias khas Pulau Dewata, Bali.

Desainer dalam kelompok Indonesia Now bakal tampilkan karya di New York Fashion Week 2022 (dok. istimewa)

Suedeson by Kimberly Tandra juga akan kembali ke panggung NYFW tahun ini. Ia menjadi desainer yang akan membawa koleksi bertema gabungan keberagaman budaya bangsa. Hal ini terinspirasi dari kehidupan personal sang desainer yang berasal dari dua budaya yang berbeda.

Nama desainer lainnya yang sempat lalu lalang membawa koleksi karya busana di New York Fashion Week adalah Coreta Louise. Kali ini akan mengangkat tema ‘Sea Reflection From The Sea to The City’. Koleksi motif batik yang diciptakan terinspirasi dari keindahan bawah laut khususnya Bunaken, Sulawesi Utara.

Heaven Lights menjadi satu nama baru brand Indonesia yang akan merasakan panggung perdananya di New York Fashion Week. Heaven Lights akan menampilkan koleksinya bertajuk Tanah Kita Papua, yang akan menyoroti keindahan alam Papua pada koleksinya.

Desainer terakhir yang juga pernah merasakan panggung New York Fashion Week adalah Vivi Zubedi, pada kesempatan ini Ia akan membawa koleksi busana yang terinspirasi dari kain sasirangan khas Banjar Baru, yang dibuat langsung oleh para perajin kain Banjarmasin.

Guna memfasilitasi para desainer tanah air, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat turut memberikan dukungan penuh atas kebutuhan para desainer selama kegiatan ini berlangsung nantinya. Tak hanya itu, KBRI di Amerika Serikat pun akan mendukung bagi para desainer yang ingin melakukan ekspansi pasar di Amerika Serikat.

Istri Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Ayu Heni Rosan, menyampaikan bahwa peluang desainer tanah air masuk ke pasar Amerika Serikat sangat terbuka lebar. “Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat terutama produk tekstil pun terus meningkat dan saat ini Amerika Serikat merupakan mitra dagang terbesar kedua setelah Cina,” ujarnya.

Ayu Heni Rosan pun meyakini bahwa dengan strategi pemasaran yang tepat pastinya karya dan produk Indonesia dapat menembus pasar Amerika Serikat. Menurut Ayu, saat ini kualitas produk tekstil tanah air sudah sesuai dengan selera pasar Amerika Serikat.

Polka Cosmetics menjadi brand kecantikan yang mendukung tata rias pada model yang mengenakan karya busana para desainer Indonesia yang akan mempresentasikan karyanya di event mode tersebut.  “Beauty adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Suatu kebanggaan Polka dapat mendukung para desainer fashion terbaik bangsa di NYFW S/S 2023 sekaligus menjadi bagian dari event internasional,” kata Founder Polka Cosmetics, Tiara Adikusumah.

Bersanding dengan karya dari seluruh dunia dapat menjadi suatu tanda bahwa karya dan perajin lokal memiliki standar kualitas yang baik dan dapat diterima di dunia. Hal ini diharapkan menjadi langkah yang strategis untuk melebarkan pasar dan sekaligus mendukung bangkitnya ekonomi pasca pandemi lewat bidang mode dan kecantikan. (HG)