Hidupgaya.co – Indonesia memiliki populasi warga muslim terbesar dan potensi ekspor fashion modest yang juga menjanjikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor fashion muslim pada semester I tahun 2022 mencapai US$2,85 miliar, naik 39,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$2,04 miliar. Indonesia masih berada pada posisi ke-13 eksportir pakaian muslim dunia, dengan pangsa berkisar 1,86 persen, atau berada di bawah Tiongkok, Bangladesh, dan Vietnam.

Lima besar negara tujuan ekspor fashion muslim Indonesia yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Kanada, dan Korea Selatan. 

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan potensi pasar fashion muslim dan modest fashion sangat besar. Ada dua yang mendorong agar kiprah Indonesia harus lebih besar lagi di sektor fashion muslim dan modest fashion.

Para desainer Indonesia yang menunjukkan koleksi di Road to JMFW 2023 Fashion Show (dok istimewa)

“Pertama, populasi muslim dunia setara 25 persen total populasi dunia. Pada 2060, jumlahnya diprediksi meningkat menjadi 30 persen populasi global. Kedua, daya beli produk modest fashion meningkat 6,1 persen dalam empat tahun terakhir dan diperkirakan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah konsumen/populasi,” ujar Mendag Zulkifli Hasan di acara Road to JMFW 2023 Fashion Show & Dialog bertajuk “From Local Wisdom to Global Inspiration” yang dihelat di Kementerian Perdagangan, baru-baru ini.

Mendag menyoroti beragam kain tradisional Indonesia dengan nilai filosofis menjadi sumber kreativitas bagi para desainer dan pelaku usaha fashion muslim Indonesia yang tidak dimiliki negara lain.

Zulkifli menambahkan, keragaman budaya, kearifan lokal, serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia tidak hanya mampu menginspirasi dunia, tetapi juga dapat menguasai pasar global, salah satunya di sektor fashion muslim Indonesia. “Keunggulan dan potensi yang dimiliki menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia pada 2024,” bebernya.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama berbagai pihak antara lain Mustika Ratu, Yayasan Putri Indonesia, Indonesian Fashion Chamber, dan sejumlah merek fashion Indonesia. Kegiatan itu juga menampilkan pergelaran busana delapan merek busana muslim yang telah dikenal luas masyarakat, yakni Ria Miranda, IKYK, Ivan Gunawan, Nada Puspita, Wearing Klamby, Khanaan, Kami, serta ButtonscarvesxBenang Jarum.

Koleksi ButtonscarvesxBenang Jarum (dok. istimewa)

Di kesempatan itu, Zulkifli Hasan menyampaikan dukungan dan peran Kementerian Perdagangan guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia melalui Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023. Dalam hal ini, Mendag Zulkifli akan mengundang para pelaku usaha di bidang fesyen, khususnya fesyen muslim Indonesia untuk duduk bersama berdialog. “Kementerian Perdagangan siap mendukung penuh upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat muslim dunia,” ujarnya.

Untuk diketahui, JMFW merupakan platform yang dibentuk Kementerian Perdagangan melalui Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen Kementerian Perdagangan dalam mendorong produk fashion muslim Indonesia untuk bisa menembus pasar ekspor. 

Puncak penyelenggaraan JMFW tahun ini bakal digelar pada 20-22 Oktober 2022 bersamaan dengan perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 di ICE BSD, Tangerang, Banten. (HG)