Hidupgaya.co – Penyakit periodontal atau gusi telah terbukti memiliki hubungan dengan beberapa penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan stroke di antara kondisi kesehatan lainnya.  Walaupun saat ini masyarakat sudah mengerti akan risiko tersebut, namun masih banyak dari mereka yang tidak melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut, seperti jarang menyikat gigi atau sikat gigi namun waktu dan caranya kurang tepat.

Padahal, gigi dan mulut adalah salah satu kunci untuk memiliki kesehatan tubuh yang optimal. “Makanyasangat penting bagi kita untuk memulai kebiasaan menyikat gigi secara teratur dan rutin memeriksa kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali.” ujar drg. Nadia Widjaja, anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam temu media yang dihelat Philips Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Secara global, sekitar 3,5 miliar orang menderita penyakit mulut yang dapat dicegah dan menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius seperti penyakit jantung, dan diabetes jika tidak diobati dan menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Selain itu, kondisi gigi dan mulut yang buruk pada perempuan hamil juga dapat menyebabkan persalinan prematur, berat badan lahir rendah, pre-eklamsia, gigi goyang, gigi berlubang, erosi, dan tumor kehamilan.

Jajaran produk Philips Indonesia (dok. Hidupgaya.co)

“Sikat gigi dua kali sehari, setelah makan dan sebelum tidur. Secapek apapun kita sebelum tidur sebaiknya sikat gigi agar gigi tidak mengalami masalah, misalnya penimbunan plak dan gigi berlubang. Setelah sikat gigi jangan makan lagi, langsung tidur saja,” saran Nadia.

Teknik menyikat gigi juga penting agar kesehatan gigi terjaga. “Jangan terlalu keras menggosok gigi, karena malah bisa merusak. Pastikan semua area permukaan gigi bersih, termasuk di sela gigi sehingga sisa makanan tidak tertinggal,” ujar nadia seraya menyarankan agar memilih sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut.

Kesempatan sama, Pim Preesman, President Director Philips Indonesia, melihat  makin banyak konsumen Indonesia yang memahami pentingnya kesehatan preventif dan menggunakan teknologi kesehatan personal untuk secara aktif memantau kesehatan mereka dibandingkan dengan sebelum pandemi.

“Philips sangat memahami bahwa perawatan diri akan terlihat berbeda di masing-masing individual. Tapi yang paling penting adalah menemukan perawatan diri yang dapat dengan mudah disinergikan ke dalam kehidupan sehari-hari konsumen kita. Inovasi kami yang dipersonalisasi menginspirasi lebih banyak kesadaran konsumen tentang sifat kesehatan mereka yang saling terkait dan dampak positif dari tindakan dini,” ujar Pim Preesman.

Untuk kesehatan gigi dan mulut, teknologi pintar Philips yang terdapat pada Sonicare 1000 dan 3000 series, sebuah sikat gigi elektrik yang telah hadir sejak 30 tahun secara global, mampu memberikan pembersihan yang kuat namun lembut. Dengan Teknologi Sonicare yang canggih – 31000 sapuan kuas per menit, sikat gigi ini dapat membersihkan gigi dengan lembut. Sikat gigi ini dapat menghilangkan plak hingga 3x lebih baik daripada sikat gigi manual.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sikat gigi elektrik mengurangi plak pada gigi lebih baik daripada sikat gigi biasa. Selain itu, sikat gigi elektrik menghasilkan 22% lebih sedikit resesi gusi dan 18% lebih sedikit kerusakan gigi selama 11 tahun, sehingga dapat mendukung masyarakat untuk mewujudkan kesehatan personal mereka menjadi kenyataan. (HG)