Hidupgaya.co – Presiden Joko Widodo meresmikan wajah baru Sarinah yang kini tampil kian memukau sebagai etalase produk UMKM Indonesia yang menjadi kebanggaan nasional, Kamis (14/7/2022) Acara itu juga dihadiri oleh Menteri BUMN, Menteri Koperasi & UKM, jajaran direksi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney dan PT Sarinah, serta para pemangku kepentingan terkait. 

Sebelum diresmikan Jokowi, Sarinah yang tampil lebih modern dan kekinian telah diperkenalkan kepada masyarakat melalui soft-opening ceremony yang digelar 21 Maret 2022.

Sarinah menempati posisi strategis di jantung ibu kota DKI Jakarta. Dicanangkan pada 17 Agustus 1962, etalase produk dalam negeri ini telah mengalami transformasi.  Dari luasan awal 28.864 m2, kini menempati area luasan 32.506,6 m2, lengkap dengan ruang terbuka hijau yang sengaja dihadirkan sebagai spot bersantai, menikmati pertunjukan musik, dan berbagai kegiatan oleh para pengunjung.

Sarinah kini tampil modern dan kekinian (dok. istimewa)

Meski tampil modern, namun ruh Sarinah untuk menjaga keutuhan warisan para pendiri bangsa tetap dipertahankan dengan etnik dan budaya yang kental, terutama interior gedung, dengan sentuhan modern yang estetik.

Disampaikan Direktur Utama PT Sarinah, Fetty Kwartati, transformasi Sarinah menjadi momentum untuk transformasi seluruh ekosistem bisnis dan jenama (merek) yang mengikuti perkembangan zaman, namun tetap membawa budaya Indonesia sebagai diferensiasi dengan bisnis retail lainnya. 

“Sinergi dengan para pihak untuk mewujudkan integrasi bisnis ritel, pariwisata, dan perdagangan, khususnya untuk meningkatkan ekspor produk dalam negeri, baik secara luring maupun daring menjadi hal yang kami garap dengan sungguh-sungguh,” terang Fetty.

Dia menambahkan, per Juni 2022, Sarinah telah menggandeng 500 mitra usaha dan memiliki cabang di enam titik, yaitu Sarinah De Braga – Bandung, Sarinah Banyumanik – Semarang, Sarinah Basuki Rahmat – Malang, Sarinah Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng, dan Bandara Syamsudin Noor –  Banjarmasin.

Sarinah sebaga Saksi Sejarah

Keberadaan Sarinah tidak hanya hadir sebagai landmark, namun juga saksi sejarah Bangsa Indonesia. Pertama kali dicetuskan pada tahun 1960an sebagai perwujudan kemandirian bangsa, Sarinah merupakan wujud harapan dan cita-cita  tentang ekonomi kerakyatan, pola produksi dan distribusi barang, pengendalian harga, hingga peran wanita dalam upaya menciptakan masyarakat adil dan makmur Indonesia.

Mengusung slogan baru ‘Panggung Karya Indonesia’ Sarinah merupakan Community Mall, bukan sekadar  penyedia area ritel tetapi berubah menjadi wadah inovasi lintas komunitas, gelaran, dan penjualan produk unggulan UMKM dan wirausaha perempuan. 

“Melalui wajah baru dan semangat baru, Sarinah membawa produk UKM unggulan untuk dapat go global melalui trading house. Konsep retail yang fokus pada specialty store dan duty free shop menjadi unggulan Sarinah. Selain itu, sejalan dengan digitalisasi 4.0., Sarinah pun turut serta dalam upaya eskalasi penjualan produk  via daring,” terang Fetty.

Sebagai satu-satunya pusat perbelanjaan yang berstatus cagar budaya, Sarinah memiliki relief yang merupakan ikon heritage yang menggambarkan kegiatan perdagangan di masa lalu. Tidak hanya itu, cagar budaya lain terlihat dengan adanya eskalator pertama di Indonesia yang berada di dalam gedung Sarinah. 

Atraksi lain yang dihadirkan Sarinah yaitu kolam pantul, skydeck, dan tangga amphitheater. “Skydeck di lantai ketiga bangunan ini dapat difungsikan sebagai ruang kegiatan outdoor  komunitas, seperti gelaran musik dan seni, pemutaran film, expo, maupun  pop up bazaar,” papar Fetty.

Interior Sarinah juga dimeriahkan dengan kontribusi seniman Indonesia dan telah dikurasi oleh kurator seni ternama di distrik seni. 

Fetty berharap, dengan diresmikannya Sarinah dapat menumbuhkan rasa bangga bagi para konsumen untuk belanja produk lokal unggulan, serta menikmati ruang belanja, budaya, karya, gaya dan maya di Sarinah. 

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Utama Injourney, Dony Oskaria. “Kami mengapresiasi kerja keras PT Sarinah sebagai anak usaha kami yang telah bertransformasi dengan wajah barunya. Injourney sebagai Holding Company siap mengorkestrasikan para anggota perusahaan untuk turut mensukseskan program yang dibuat oleh PT Sarinah,” ujarnya.

Ke depannya, sebut Dony, PT Sarinah akan menjadi ekosistem bisnis ritel bagi industri kreatif dan merek lokal Indonesia baik di pasar dalam negeri dan juga luar negeri. Dengan melakukan revitalisasi diharapkan akan memberikan peluang Sarinah untuk berkolaborasi dengan anggota Holding dalam meningkatkan pendapatan, nilai tambah dan layanan.

Rangkaian acara peresmian Sarinah oleh Jokowi dilanjutkan dengan kegiatan bertajuk ‘Senja di Sarinah’ antara lain pemutaran perdana Jingle lagu ‘O Sarinah’ karya Ismail Marzuki yang diaransemen oleh grup musik Slank. Juga ada pemutaran cuplikan film pendek berjudul ‘Mbok dan Bung’ yang terinspirasi dari kisah presiden pertama Indonesia, Bung Karno, pada saat masa kecilnya yang diasuh oleh Mbok Sarinah, pengasuh yang namanya diabadikan menjadi nama gedung ini. 

Acara ditutup dengan peragaan busana karya perancang Indonesia, Oscar Lawalata (kini bernama Asha Smara Darra), mengusung tema ‘Ikat, Suara dari Timur’ yang menampilkan keindahan kain tenun ikat yang terinspirasi motif Nusa Tenggara. 

Tentang InJourney

Indonesian Journey atau InJourney adalah BUMN Holding Industri Pariwisata dan Pendukung yang beranggotakan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, dan PT Sarinah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi Pariwisata Indonesia. 

In pada nama ini berasal dari kata ‘Indonesia’ dan integrated untuk menekankan posisi holding sebagai milik anak bangsa. Tak hanya itu, ‘In’ juga berangkat dari kata ‘inbound’ yang berarti turis datang yang merepresentasikan harapan dari apa yang akan dicapai oleh holding ini. 

Nama ini memiliki dua arti, yaitu ‘in a journey’ atau berada dalam perjalanan dan ‘Indonesia journey’ atau pengalaman perjalanan khas Indonesia.

Produk fashion salah satu karya perancang Indonesia Edward Hutabarat di Sarinah (dok. Hidupgaya.co)

Tentang Sarinah

PT Sarinah adalah hadir sebagai wadah industri kreatif tanah air menampilkan karya-karya terbaik. Didirikan berdasarkan Akta Nomor 33 tanggal 17 Agustus 1962 dengan nama PT Department Store Indonesia. Sarinah merupakan pelopor bisnis ritel modern di Indonesia. 

Mengemban amanat Presiden Soekarno bahwa Sarinah harus menjadi pusat perdagangan dan promosi barang-barang produksi dalam negeri, terutama hasil pertanian dan perindustrian rakyat, hingga saat ini Sarinah terus menjunjung tinggi komitmennya untuk mendukung kemajuan produk-produk usaha kecil, menengah, dan koperasi.

Sarinah kini menjadi wadah 500 UMKM dan wirausaha perempuan yang berdiri di atas lahan sebesar lebih kurang 32 ribu M2. Dengan fasilitas gedung parkir bertingkat, anjungan, skydeck yang dapat digunakan untuk pagelaran seni dan eksibisi, serta lebih banyak ruang hijau terbuka. Sarinah yang kini berkonsep modern kontemporer tetap menjaga kelestarian gedung yang bersifat cagar budaya yang sarat dengan nuansa ke-Indonesiaan dalam kebhinekaan. (HG)