Berandasehat.id – Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) belum lama ini memperkenalkan lima merek perusahaan perangkat medis Taiwan secara daring dan disiarkan secara langsung di beberapa kota besar di dunia. Ada lima merek perusahaan penyedia layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam bidang medis asal Taiwan yang memamerkan produk inovatif teranyar dan membawa pengaplikasian peralatan medtech ke tingkatan baru.

Diyakini sebelumnya bahwa kehadiran pandemi telah mampu membantu meningkatkan kemampuan Taiwan untuk beradaptasi dan menggabungkan teknologi informasi dan komunikasi serta inovasi layanan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam negeri.

Webinar Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) – dok. istimewa

“Di Taiwan, saat ini, dokter rumah sakit dan para tenaga kesehatan lainnya berkolaborasi erat dengan berbagai perusahaan telekomunikasi dan medis agar dapat memberikan perawatan terbaik bagi pasien, dan di waktu yang bersamaan juga memberikan perlindungan bagi staf-staf kesehatan kami yang berharga,” tutur Matthew Huei-Ming Ma, MD, PhD, profesor di bidang Emergency Medicine di Taiwan dan Vice Superintendent of dari National Taiwan University Hospital Cabang Yunlin Branch.

Selama webinar, lima perusahaan pemenang penghargaan Taiwan Excellence – tiga di antaranya pemenang penghargaan Gold Awards Taiwan Excellence – mempresentasikan kemajuan dalam mengembangkan teknologi aplikasi di dunia medis, seperti iXensor’s yang merilis produk yang menampilkan manajemen penyakit menular (infectious disease management/chronic disease management/female health management), Wellell’s SleepWell solution, United Orthopedic’s Hinge Knee & Limb Salvage System, serta MiiS’ telemedicine solution products and IEI’s Medical Image Management System – POCi-W22C-ULT5.

Disampaikan Matthew Huei-Ming Ma, meskipun kelima perusahaan ini mengkhususkan diri di departemen yang berbeda untuk perkembangan teknologi medis di Taiwan, namun semuanya berdedikasi tinggi dalam hal mengembangkan teknologi aplikasi dan terus berkontribusi untuk menghadirkan kinerja terbaik dan mewujudkan masa depan untuk pelayanan kesehatan dunia.

Acara webinar itu berhasil menarik lebih dari 200 peserta terdiri dari berbagai kalangan profesional dan pemirsa online dari lebih dari 10 negara termasuk Filipina, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, Italia, Prancis, Iran, Jerman, dan Inggris. (HG)