Hidupgaya.co – Dunia kreatif Indonesia terus berkembang pesat. Data dari laporan OPUS Ekonomi Kreatif 2020, subsektor ekraf berkontribusi sebesar Rp1.211 triliun kepada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka tersebut merupakan peningkatan dari tahun 2019 yang berkontribusi sebesar Rp1.105 triliun.  

Hal itu menunjukkan bahwa industri kreatif di Indonesia terus berkembang pesat, sehingga perlu didorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Pada dasarnya, industri kreatif ini akan menjadi salah satu fondasi perekonomian Indonesia, sehingga perlu dikembangkan secara berkesinambungan.

Hal inilah yang kemudian mendorong terbentuknya Semesta Akademi yang dibangun atas empat pilar, yaitu Creative Fundamentals, Creative Branding & Marketing, Creative Business, dan Creative Media & Entertainment.

Aktris Maudy Ayunda (dok. istimewa)

Disampaikan Steven Koesno selaku Co-Founder & CEO Semesta Akademi, tahun lalu Semesta Akademi sudah membangun fondasi, berkolaborasi dengan pelaku dan pakar industri serta menyusun program yang memiliki relevansi tinggi dengan target audiens. “Kami juga sudah melalui banyak trial and error untuk menemukan formula pembelajaran terbaik yang efektif dan efisien. Maka di tahun ini, kami siap melangkah lebih jauh, membuka pintu seluas-luasnya untuk berkolaborasi, baik dengan talenta kreratif, maupun korporasi,” ujarnya dalam temu media, baru-baru ini.

Mengusung konsep interaktif, Steven menambahkan, Creative EdTech ini menggandeng para pakar di Indonesia, seperti Wahana Edukasi (Storytelling & Scriptwriting), Maudy Ayunda (Creative Leadership), Thinking Room (Visual Design & Branding), Desy Bachir (Branding & Marketing Foundations), Agung Hapsah (Creating High Quality Content for Business), dan INFIA (Social Media & Intellectual Property) untuk berkolaborasi menjawab tantangan dinamika industri kreatif dan persaingan antara talenta lokal dengan global.

Terpilih sebagai pengajar kelas Creative Leadership, pesohor Maudy Ayunda mengatakan akan membahas mengenai keahlian atau kerangka yang efektif dalam membentuk budaya di suatu perusahaan. “Kurikulum yang akan dibawakan merupakan inspirasi dan pengalaman saya saat belajar di Stanford University yang tentunya saya rumuskan kembali bersama Semesta Akademi. Saya sudah tidak sabar untuk sharing framework favorit saya, serta berbagi ilmu dan bertemu dengan talenta-talenta berbakat,” ujarnya.

“Kami berharap dengan adanya Semesta Akademi dan berbagai program yang kami luncurkan tahun ini akan bisa membantu para pelaku dan calon pelaku kreatif untuk terus mengembangkan diri untuk menjadi talenta yang berkualitas, sehingga pada akhirnya dapat membawa terobosan baru bagi industri kreatif Indonesia dan dunia yang lebih luas,” pungkas Steven. (HG)