Masyarakat dapat memanfaatkan produk fintech (teknologi finansial) resmi sebagai upaya mewujudkan inklusi keuangan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ada berbagai jenis layanan fintech resmi dengan bermacam-macam produk yang dapat diakses oleh masyarakat; di antaranya fintech pembayaran, pendanaan, penggalangan dana, dan layanan keuangan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. 

Sayangnya, inisiatif pemanfaatan layanan fintech sempat terganggu dengan maraknya kasus fintech pendanaan pinjaman online (pinjol) ilegal dalam beberapa kurun waktu terakhir.

Ilustrasi pinjaman online (dok. istimewa)

Pemerintah, institusi, dan penegak hukum telah berupaya memberantas kasus tersebut. Selama 6 bulan di tahun 2021, Kementerian Kominfo RI pun telah memblokir lebih dari 400 fintech ilegal. 

Sebelum menggunakan produk fintech tersebut, pastikan produknya aman dan resmi. Menurut fintech pembayaran Flip, platform P2P (peer-to-peer) payment, berikut 3 cara yang bisa kamu terapkan agar tidak tertipu fintech palsu. Berikut uraiannya:

1. Cek legalitas perusahaan fintech 

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan fintech adalah mengecek apakah perusahaan fintech tersebut sudah resmi atau memperoleh legalitas dari regulator terkait. Saat ini setidaknya terdapat dua institusi yang memberikan izin beroperasinya perusahaan fintech di Indonesia, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

BI mengatur perusahaan fintech yang melakukan inovasi pada sistem pembayaran. Sementara itu, OJK mengatur fintech agregator keuangan, peer-to-peer lending atau pendanaan, dan konsultasi keuangan. Flip, sebagai platform fintech pembayaran, dapat dimanfaatkan untuk memproses berbagai transaksi keuangan karena telah memperoleh lisensi dari Bank Indonesia di tahun 2016. 

Kamu dapat melakukan pengecekan legalitas perusahaan fintech melalui beberapa sumber ojk.go.id pada menu IKBN atau klik tautan bit.ly/daftarfintechlendingOJK atau website bi.go.id serta laman kominfo.go.id.

2. Pelajari soal fintech dan literasi keuangan

Kamu dapat mempelajari berbagai informasi tentang fintech melalui banyak sumber, salah satunya, inisiatif Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) yang menghadirkan situs CekFintech.id untuk mengedukasi masyarakat tentang legalitas fintech. Cermati modus fintech ilegal karena tidak sedikit oknum-oknum yang mencoba menyalahgunakan penggunaan nama dan longo penyelenggara fintech resmi agar masyarakat mau menggunakan produk fintech ilegal. 

3. Teliti dalam memproses 

Setelah menemukan produk fintech resmi apa yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhanmu, baca serta pahami persyaratan dan ketentuan yang diminta oleh penyedia layanan fintech, misalnya menyetor KTP, KK, NPWP, slip gaji, dan buku tabungan. Kamu harus hati-hati apabila penyedia layanan fintech meminta surat-surat rahasia yang tidak semestinya dibagikan, seperti surat tanah. 

Semoga berguna ya! (HG)