Hidupgaya – Organ intim perempuan memiliki anatomi unik dibandingkan laki-laki sehingga membutuhkan upaya ekstra untuk perawatannya. Banyak produk pembersih ditawarkan untuk menjaga area vagina dengan klaim agar tetap bersih dan sehat. Apakah benar wanita butuh produk semacam itu?

Praktisi kesehatan dan ahli farmasi Aluwi Nirwana Sani menyampaikan, organ intim wanita memilki mekanisme untuk membersihkan diri jadi sebenarnya tidak memerlukan produk pembersih khusus. “Cukup dibersihkan pakai air hangat saja. Ini karena organ intim wanita sensitif. Tak perlu dibersihkan menggunakan sabun atau cairan antiseptik atau mengandung pewangi karena justru akan membuatnya jadi kering dan mudah infeksi,” ujar apoteker yang biasa disapa Luluk dalam bincang bersama @Asahkebaikan di Instagram, baru-baru ini.

Ilustrasi kesehatan organ intim wanita (dok. istimewa)

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina, terpenting adalah membersihkan dengan cara yang benar. Misalnya sebelum menyentuh area vagina, tangan harus dicuci dengan sabun dan air hangat. “Bersihkan vagina dari arah depan ke belakang atau arah vagina ke arah dubur. Jangan sebaliknya, karena dubur kotor, khawatir bakteri dari dubur malah masuk ke vagina sehingga menyebabkan infeksi seperti keputihan atau infeksi saluran kemih – yang ditandai dengan anyang-anyangan atau keinginan buang air kecil tapi tak tuntas,” terang Luluk.

Hal yang kerap dikeluhkan perempuan adalah keputihan, khususnya saat hamil karena ketidakseimbangan hormonal, atau stres. “Kalau lagi sibuk, ditambah stres, memang kadang timbul keputihan atau sekret keluar lebih banyak. Tak jarang wanita butuh pakai pantyliner atau mengganti celana dalam lebih sering,” ujar Luluk.

Dia berpesan, jika harus memakai pantyliner sebaiknya pemakaian tak melebihi 4 jam dan harus lekas diganti. Keputihan yang tidak biasa, misalnya disertai bau amis dan tekturnya seperti gumpalan susu perlu diwaspadai. “Mungkin ada infeksi jamur atau bakteri, yang ditandai dengan sekret/cairan warna keruh atau kehijauan,” ujar Luluk.

Jika keputihan beraroma tidak sedap, jangan tunda untuk mengunjungi dokter agar mendapatkan solusi dan masalah secepatnya teratasi. (HG)