Hidupgaya – Bukan hanya kini, di tahun selanjutnya tampaknya akan ada banyak perempuan Indonesia yang terjebak dengan skinparadox, yaitu fenomena ironi dimana ‘gaya hidup untuk mendapatkan kulit yang ‘sempurna’, tetapi tidak disadari malah ‘tergelincir’ sehingga menghasilkan sebaliknya, yaitu kulit tampak baik tetapi lebih tidak sehat.

Dengan adanya tren dari ingredient hype, percentage mania, serta kesalahan umum persepsi akan bahan kimia yang terkandung dalam skincare, menjadi latar belakang DeBiuryn mengadakan acara yang bertajuk “The Skinparadox Series: Everything Has a Chemical”engan hadirkan pakar kecantikan untuk mengupas konsep harmonisasi unsur kecantikan, perawatan dan kesehatan.

Kurangnya pemahaman perbedaan akan skincare yang digunakan sebagai kosmetik atau obat, terlalu banyaknya penggunaan bahan aktif yang tengah hype, kesalahpahaman akan pemilihan bahan natural yang dianggap lebih aman, terjadinya ketidakseimbangan microbiome kulit, penggunaan skincare setiap hari yang bisa memberi manfaat dan juga sebaliknya, merupakan beberapa hal yang termasuk ke dalam jenis skinparadox yang wajib diwaspadai.

Ilustrasi wanita dengan kulit sehat (dok istimewa)

“Ketidakpahaman dan terpaparnya informasi yang salah dari dunia maya dapat menjebak menjadi harapan semu untuk memiliki kecantikan sempurna, tetapi malah berakibat sebaliknya terhadap kesehatan kulit,” ujar Dr. apt. Rendra Pranadipa, M.Sc., Chief Scientific Officer DeBiuryn DermaCosmetics.

Dengan terus menguatnya fenomena skinparadox, DeBiuryn, dengan pengalaman dan keahliannya, hadir memberikan informasi dan aksesibilitas yang lebih luas bagi perempuan Indonesia dalam menjawab skinparadox.

“Dengan memahami bahan yang terkandung di dalam produk skincare, serta menyadarkan masyarakat tentang pentingnya formulasi yang optimal dalam suatu produk, untuk menjaga kulit sehat lebih lama. Prinsip kerja merawat kulit adalah membuat kulit berfungsi sebagai barrier sebagaimana mestinya dalam waktu yang lama. Ini yang kita sebut dengan kulit sehat cantiknya kita,” imbuh Rendra.

Bicara tentang kulit cantik alami adalah tentang bagaimana menjaga kulit wajah tetap sehat dan terlindungi menggunakan produk yang secara optimal memanfaatkan kebaikan yang tersedia di alam dan dikombinasi dengan teknologi formulasi berbasis ilmiah.

“DeBiuryn merasa bertanggung jawab untuk meluruskan pemahaman yang keliru bahwa natural itu bukan kimia, atau pemilihan produk natural dengan persepsi bahwa produk tersebut dipastikan aman. Persepsi seperti ini banyak beredar di kalangan beauty enthusiast, yang menjadi salah satu faktor penyebab tergelincirnya ke fenomena skinparadox,” beber Rendra.

Berkebalikan dengan pemahaman selama ini, bahan-bahan natural justru memiliki kandungan kimia yang sangat kompleks dan banyaknya molekul organik yang terkandung dalam satu jenis ekstrak tumbuhan saja.

“Pada kenyataannya, bahan-bahan kimia yang dianggap berbahaya, jika dipilih dengan benar dan diolah dengan tepat, akan menjadi senyawa murni yang dapat memberikan manfaat baik untuk kulit. Hal ini berarti semua zat yang tersedia di alam, baik natural maupun sintetik, semuanya adalah kimia,” tandas Rendra. (HG)