Hidupgaya – Menyusul peluncuran perdana Oktober lalu di Kupang, tiga raksasa digital Indonesia – Grab, Emtek dan Bukalapak melanjutkan program akselerator Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan) di Solo, Jawa Tengah, menargetkan lebih dari 1.500 pelaku UMKM untuk onboarding.

Para pelaku UMKM yang bergabung diharapkan dapat menjangkau jutaan konsumen Grab dan Bukalapak di seluruh Indonesia, serta membuka peluang pendapatan baru dengan memiliki toko digital.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming mengakui hal ini menjadi momen yang baik di akhir tahun saat angka pencapaian vaksinasi sudah tinggi, angka COVID sudah menurun drastis. “Ini bisa menjadi batu loncatan UMKM naik kelas. Kita menonton juga tadi ada sharing session  dengan teman-teman UMKM yang sudah naik kelas. Momen ini untuk kebangkitan para pelaku UMKM di Kota Solo, dan harapannya bisa bangkit dan semangat lagi,” ujarnya.

Ilustrasi GrabKitchen (dok. istimewa)

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan Grab bersama Emtek dan Bukalapak siap bekerja sama dengan Pemerintah Surakarta untuk mengawal Solo menjadi Smart City melalui program #KotaMasaDepan. Program ini memberikan pendampingan dan pelatihan agar UMKM menjadi lebih kompetitif serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Semoga upaya kami membantu UMKM khususnya yang berada di kota-kota kecil ini dapat membantu pemerintah mencapai target digitalisasi 30 juta UMKM pada tahun 2024, serta mempercepat upaya pemulihan ekonomi bangsa,” ujar Ridzki.

Kota Masa Depan merupakan sebuah program akselerator ekstensif yang menargetkan 10.000 UMKM, diselenggarakan secara bertahap hingga kuartal kedua 2022 di Kupang, Solo, Gowa, Malang, Pekanbaru, dengan berfokus pada tiga prioritas, yakni: Vaksinasi, Adopsi Platform Digital [onboarding ke aplikasi Grab dan Bukalapak] dan Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha melalui teknologi digital.

Dalam tiga pilar program yang ada, Grab, Emtek, dan Bukalapak akan menggabungkan keahlian mereka untuk melatih dan mendampingi UMKM dalam rangka meningkatkan kemampuan UMKM akan siap bergabung dalam ekonomi digital. Cakupan program #KotaMasaDepan Solo terdiri dari:

1. Lebih dari 1.500 pelaku UMKM di Solo ditargetkan onboarding program ke platform Grab dan Bukalapak.

2. Promosi dan potongan harga di ekosistem Grab dan Bukalapak.

3. Sebanyak 54 UMKM yang terpilih akan mengikuti program akselerator dalam mengelola bisnis yang dimentori oleh Bukalapak dan Grab, serta 3 UMKM terbaik akan mendapatkan publikasi melalui jaringan media Emtek.

Saat ini, lebih dari 10 ribu UMKM telah bergabung di ekosistem Grab, termasuk di dalamnya Aditya Liliyan, pemilik usaha kuliner Mixology Coffee. “Program akselerator Kota Masa Depan telah membantu kami para pelaku usaha kuliner serta pedagang kecil dalam meningkatkan kualitas usaha sehingga kami tetap bisa mempertahankan usaha meski di tengah pandemi, melalui serangkaian pelatihan, sesi webinar dan pendampinganm” ujarnya.

“Setelah mengikuti program ini, kami langsung menerapkan ilmu yang didapat dengan berinovasi mendesain tampilan kemasan dan menu kami agar lebih menarik. Sejak meluncurkan tampilan   baru, usaha kami mengalami peningkatan penjualan hampir dua kali lipat,” ujar Aditya.

Managing Director, PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk, Sutanto Hartono menyampaikan EMTEK berkomitmen dalam mendukung pengembangan sektor UMKM di Indonesia. “Berkolaborasi dengan Grab dan Bukalapak, program ini diharapkan dapat memberikan peluang dan daya saing bagi UMKM lokal di era digitalisasi yang berkembang begitu cepat,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan, Direktur Utama PT Bukalapak.com, Tbk, Rachmat Kaimuddin menyampaikan Bukalapak berkomitmen untuk terus mendukung UMKM naik kelas dengan menciptakan akses terhadap ekonomi yang adil melalui ekosistem digital, baik di onlinemaupun offline.

“Kolaborasi Grab, Emtek dan Bukalapak melalui program #KotaMasaDepan merupakan sebuah contoh nyata dari bergabungnya ekosistem untuk meningkatkan UMKM di Indonesia. Kami harap program ini dapat menjadi langkah yang baik dalam mengakselerasi digitalisasi UMKM di Kota Solo, dan juga kota-kota lainnya di Indonesia,” ujar Rachmat.

GrabKitchen di Pasar Gede Solo

Bersamaan dengan hadirnya #KotaMasaDepan di Solo, Grab juga meluncurkan GrabKitchen di Pasar Gede, sebuah konsep cloud kitchen yang menyatukan UMKM kuliner dalam sebuah fasilitas pusat untuk menjawab permintaan pasar yang belum terpenuhi di wilayah-wilayah tertentu.

GrabKitchen memanfaatkan data untuk mengidentifikasi dan memetakan kesenjangan permintaan pelanggan untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui GrabFood, sehingga UMKM kuliner dikenal lebih luas oleh masyarakat dan dapat meningkatkan peluang penjualan. Selain itu, UMKM yang berpartisipasi dapat mengakses rangkaian pelatihan mengenai cara penjualan secara online, melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial serta cara meningkatkan kualitas merek dagang dan menu makanan.

“Kami memperkenalkan GrabKitchen Pasar Gede untuk mendukung kemajuan bisnis pelaku UMKM di bidang kuliner di Kota Solo. Inovasi kendaraan listrik dan konsep cloud kitchen iniselaras dengan misi GrabForGood yang turut serta dalam pengembangan daerah di Indonesia dan menggunakan teknologi untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Ridzki Kramadibrata. (HG)