Hidupgaya – Kebahagiaan ibu tak dimungkiri menjadi salah satu kunci sukses proses perkembangan motorik hingga emosional anak. Sayangnya tekanan dan kecemasan yang dialami ibu semakin meningkat di masa pandemi, terutama dari segi finansial, kesehatan dan peran ganda ibu dalam mengurus rumah tangga serta perkembangan anak.

Permasalahan ekonomi dan kesulitan dalam menangani pengasuhan serta kegiatan sekolah anak dari rumah, dapat berdampak buruk bagi kesejahteraan mental ibu, seperti munculnya gejala depresi dan kecemasan. 

“Pada dasarnya semua jenis emosi ada manfaatnya dan boleh dialami secara wajar. Stres dibutuhkan untuk membuat kita lebih bersemangat. Namun jika ibu stres berlebihan hal ini bisa merugikan anak, diri sendiri dan seluruh keluarga,” ujar psikolog klinis anak dan keluarga Anna Surti Ariani.

Ilustrasi toxic positivity (dok. istimewa)

Psikolog yang biasa disapa Nina menambahkan, kondisi tubuh terkait erat dengan kondisi psikis, sehatkan tubuh untuk sehatkan fisik. “Kuasai cara tenangkan diri, lakukan kebiasaan baik jika masalah terus berlanjut maka konsultasikan kepada ahlinya,” imbuhnya.

Tidak hanya masalah rumah tangga, faktor internal lain seperti, toxic positivity yang merupakan kondisi untuk selalu berpikir dan bersikap positif sangat mempengaruhi kondisi mental ibu. Dalam hal ini, ibu dituntut untuk terlihat sebagai sosok yang selalu bahagia dan memancarkan emosi positif. 

Nina menambahkan, ibu  yang berkeluh kesah karena kelelahan mengasuh anak kerap dipermalukan. Selain itu, faktor sandwich generation yang dialami ibu dalam mengasuh orang tua mereka beserta anak di waktu yang bersamaan juga sangat mempengaruhi.

“Kesadaran akan kesehatan mental ibu masih minim. Faktor lingkungan dan budaya turut mempengaruhi, sehingga ibu kerap kali mengabaikannya. Dukungan emosional dari lingkungan sekitar, khususnya keluarga di rumah sangat diperlukan ibu untuk menghadapi masa pandemi, terlebih agar ibu tidak merasa sendirian dan tetap semangat untuk mengasuh anak,” ujar Nina.

Melihat situasi yang dihadapi oleh para ibu, dalam momen memperingati Hari Ibu, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui Sahabat Bunda Generasi Maju (SBGM) menyelenggarakan Webinar bagi para ibu dengan tema “Mengelola Emosi Positif Bunda dalam Pengasuhan si Kecil” sebagai wujud apresiasi, dukungan, serta edukasi untuk para Ibu.

Head of Careline & Communities Danone SN Indonesia, Flora Pramasari mengatakan, Danone SN Indonesia bersama Sahabat Bunda Generasi Maju sangat memahami bahwa ibu memiliki peran yang sangat penting untuk anak dan keluarga. Kami meyakini bahwa pengasuhan yang sehat agar anak dapat tumbuh menjadi generasi maju harus dimulai dari Ibu yang sehat juga secara mental. 

“Untuk itu, bertepatan dengan momen Hari Ibu, kami mengadakan webinar untuk menjadi wadah edukasi, konsultasi, dan berbagi antar para Bunda bersamaan dengan para narasumber ahli. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi para Bunda yang telah gigih mengemban peran ganda dalam mengasuh anak dan mengurus segala pekerjaan rumah tangga selama ini,” ujar Flora.

“Tidak hanya itu, kami berharap terbentuk juga kerekatan antara SBGM dan Bunda melalui kegiatan ini dan berbagai layanan Call Center SBGM yang hadir selama 24 jam,” imbuhnya.

SBGM merupakan bagian dari Danone SN Indonesia yang memiliki peran mendampingi ibu di sepanjang masa penting perjalanan mereka sebagai seorang ibu untuk dukung si Kecil menjadi Anak Generasi Maju, termasuk pada periode 1000 hari pertama kehidupan. 

Pada tahun 2021 SBGM telah mendampingi lebih dari 200,000 orang tua di seluruh Indonesia dengan menjawab pertanyaan mereka mengenai nutrisi, produk dan tumbuh kembang anak. SBGM saat ini berjumlah lebih dari 60 orang, dengan latar belakang yang berasal dari Pendidikan Gizi, Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan. (HG)